bukamata.id – Sebanyak 14 korban meninggal dunia akibat longsor di tambang galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Jenazah para korban telah diserahkan kepada keluarga masing-masing.
“Polda Jabar melalui Tim Disaster Victim Identification atau DVI berhasil mengidentifikasi seluruh korban meninggal,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, dalam keterangannya, Sabtu (31/5/2025) .
Proses Identifikasi Korban
Proses identifikasi dilakukan melalui lima fase standar DVI, yaitu:
- The Scene (TKP): Pengumpulan data di lokasi kejadian.
- Post Mortem: Pemeriksaan jenazah untuk mendapatkan data medis.
- Ante Mortem Information Retrieval: Pengumpulan data korban sebelum meninggal dari keluarga.
- Reconciliation: Pencocokan data ante mortem dan post mortem.
- Debriefing: Evaluasi keseluruhan proses identifikasi.
“Sebanyak 14 korban meninggal berhasil dievakuasi dan teridentifikasi dari tanda medis, properti, dan sidik jari,” tambah Hendra .
Data Korban Meninggal Dunia
Berikut identitas korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi:
RSUD Arjawinangun Cirebon:
- Sukandra Bin Hadi (51 tahun)
- Andri Bin Surasa (41 tahun)
- Sukadi Bin Sana (48 tahun)
- Sanuri Bin Basar (47 tahun)
- Dendi Irawan (45 tahun)
- Sarwa Bin Sukira (36 tahun)
- Rusjaya Bin Rusdi (48 tahun)
- Suparta Bin Supa (42 tahun)
- Rio Ahmadi Bin Wahyudin (28 tahun)
- Ikad Budiargo Bin Arsia (47 tahun)
- Jamaludin (49 tahun)
- Wastoni (25 tahun)
- Toni (usia tidak disebutkan)
RS Sumber Hurip:
- Rion Firmansyah (28 tahun)
Pencarian Korban Masih Berlanjut
Proses pencarian korban lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan. Sebanyak 8 orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor. Pencarian dilanjutkan dengan bantuan anjing pelacak (K-9) setelah alat berat dan dump truck berhasil dievakuasi dari lokasi untuk memberikan ruang kerja yang aman bagi anjing pelacak .
Pemeriksaan Saksi dan Penyelidikan
Polda Jawa Barat telah memeriksa enam saksi terkait peristiwa ini, termasuk Ketua dan Kepala Teknik Tambang (KTT) Kopontren Al Azhariyah, serta beberapa pekerja dan sopir dump truck. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti longsor dan memastikan tidak ada pelanggaran prosedur keselamatan kerja .
Imbauan Kepada Masyarakat
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. “Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga korban diberi ketabahan. Kami pastikan seluruh upaya evakuasi dan penyelamatan dilakukan secara optimal,” ujarnya
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











