Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Polisi Bekuk Terduga Pencuri Kabel APILL yang Bikin Lampu Merah Bandung Padam

Jumat, 2 Oktober 2026 16:03 WIB
Kantor FAM Malaysia.

FAM Layangkan Protes Resmi ke FIFA Terkait Lonjakan Injury Time Laga Indonesia vs Bangladesh

Jumat, 2 Oktober 2026 15:48 WIB

Dedi Mulyadi Hadiri Pengukuhan PWI Jabar, Ingatkan Pers Jaga Independensi

Jumat, 2 Oktober 2026 15:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Polisi Bekuk Terduga Pencuri Kabel APILL yang Bikin Lampu Merah Bandung Padam
  • FAM Layangkan Protes Resmi ke FIFA Terkait Lonjakan Injury Time Laga Indonesia vs Bangladesh
  • Dedi Mulyadi Hadiri Pengukuhan PWI Jabar, Ingatkan Pers Jaga Independensi
  • GBLA Belum Siap, 3 Pertandingan Persib Oktober Digelar di Si Jalak Harupat
  • Proyek Data Center BDx di Purwakarta Disorot, Perizinan dan Kebutuhan Air Jadi Perhatian
  • Bukan Shin Tae-yong, Justin Hubner Sebut John Herdman Bisa Bawa Garuda Naik Level
  • Gaya Hidup Sekaligus Mesin Uang: Alasan Kuat Properti Kota Baru Parahyangan Diserbu Investor Urban
  • PWI Jabar Periode 2026–2031 Dilantik, Siapkan Bidang Advokasi hingga Pengembangan Digital
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

1,8 Juta Warga Dicoret dari Bansos 2025, Ini Cara Cek Status Penerima

By SusanaJumat, 30 Mei 2025 11:00 WIB3 Mins Read
Cara cek penerima BSU 2025 di aplikasi JMO
DLH Kota Bandung alihkan Rp 29 miliar dari pengadaan insinerator ke teknologi RDF. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk triwulan kedua tahun ini melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

Namun, ada perubahan signifikan: sebanyak 1,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dipastikan tidak akan lagi menerima bansos akibat pemutakhiran data berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Pada periode distribusi kali ini, sekitar 16,5 juta KPM tetap menerima bantuan baik berupa Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang disalurkan melalui bank-bank Himbara serta PT Pos Indonesia.

“Insya Allah, penyaluran hari ini menjangkau kurang lebih 16.500.000 KPM, baik untuk PKH maupun BPNT. Penyaluran dilakukan oleh Himbara dan juga PT Pos Indonesia,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta, Rabu (28/5/2025).

Bantuan yang digelontorkan untuk periode ini mencapai total Rp10 triliun. Namun, tidak semua yang sebelumnya terdaftar kembali mendapatkan haknya. Kemensos menyebut verifikasi dan pembaruan data menjadi dasar utama dalam penentuan ulang penerima.

Baca Juga:  Panduan Praktis Cek Penerima Bantuan PKH dan BPNT Lewat SIKS-NG

1,8 Juta Dicoret dari Daftar: Ini Alasannya

Menurut Gus Ipul, keputusan mengeluarkan 1,8 juta KPM bukan tanpa proses. Verifikasi dilakukan secara menyeluruh oleh petugas Kemensos dan BPS daerah yang turun langsung ke lapangan.

“Dari hasil penyisiran, ditemukan sekitar 1.800.000 KPM yang masuk kategori inclusion error, artinya mereka sebetulnya sudah tidak layak menerima bantuan,” ujarnya.

Sebagian besar dari mereka disebut telah mengalami perbaikan kondisi ekonomi, bahkan masuk dalam kelompok desil 6 ke atas – indikator ekonomi yang mencerminkan tingkat kesejahteraan.

“Banyak di antaranya sudah lulus dari kelompok rentan. Jadi, secara prinsip, mereka sudah cukup mandiri dan tidak lagi masuk dalam prioritas bansos yang menyasar desil 1 hingga 3,” tambahnya.

Anggaran Tak Berkurang, Justru Dialihkan ke Warga yang Lebih Butuh

Meski jumlah penerima dikurangi, Gus Ipul menegaskan bahwa anggaran tetap disalurkan, hanya saja dialokasikan ulang ke penerima baru yang dianggap lebih layak, khususnya yang masuk kategori miskin ekstrem.

Baca Juga:  Cek Bansos Kemensos 2025: Cara Mudah Mengetahui Posisi Desil Keluarga Tanpa Aplikasi

“Pemutakhiran data akan terus dilakukan. Ini bukan sekadar pemangkasan, tapi bentuk dari penyempurnaan distribusi agar lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Kemensos juga melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pemadanan data melalui aplikasi Cek Bansos, yang memiliki fitur “Usul” dan “Sanggah”.

Warga Bisa Cek dan Ajukan Usulan Sendiri Lewat Aplikasi

Kemensos membuka partisipasi publik dalam pemutakhiran data bansos. Masyarakat dapat mengusulkan diri atau menyanggah data tetangga yang dianggap tidak layak melalui fitur digital yang tersedia.

“Silakan gunakan aplikasi Cek Bansos, lengkapi syarat, dan pilih menu ‘Usul-Sanggah’. Ini bagian dari transparansi dan pelibatan warga,” ujar Gus Ipul.

Cara Cek Status Bansos:

  1. Via Website Kemensos:
    • Akses: cekbansos.kemensos.go.id
    • Masukkan data: Provinsi, Kota/Kabupaten, Kecamatan, Desa, Nama sesuai KTP
    • Masukkan kode CAPTCHA, lalu klik Cari Data
  2. Via Aplikasi Cek Bansos (Android):
    • Unduh dari Play Store
    • Registrasi akun dengan NIK, KK, alamat, email, nomor HP, dan unggah dokumen
    • Setelah verifikasi, login dan cek status pada menu Profil

Aplikasi ini juga menampilkan jenis bantuan yang diterima dan status anggota keluarga dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Baca Juga:  Bansos Mei 2026 Cair! Ini Daftar PKH, BPNT, PIP hingga PBI JKN dan Cara Cek Penerima

Menuju Bansos yang Lebih Tepat Sasaran dan Berkeadilan

Langkah Kemensos melakukan pemangkasan terhadap KPM yang tak lagi memenuhi kriteria merupakan bagian dari reformasi sistem bansos nasional. Ini dilakukan untuk menghindari kesalahan distribusi dan memastikan bantuan hanya sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan.

“Bantuan harus menyasar yang paling rentan. Mereka yang sudah mapan kami harapkan memberi ruang bagi yang masih benar-benar butuh,” pungkas Gus Ipul.

Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa distribusi bantuan kini semakin berbasis data valid, transparan, dan mengedepankan asas keadilan sosial.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aplikasi cek bansos bansos 2025 DTSEN Kemensos
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polisi Bekuk Terduga Pencuri Kabel APILL yang Bikin Lampu Merah Bandung Padam

Dedi Mulyadi Hadiri Pengukuhan PWI Jabar, Ingatkan Pers Jaga Independensi

Proyek Data Center BDx di Purwakarta Disorot, Perizinan dan Kebutuhan Air Jadi Perhatian

PWI Jabar Periode 2026–2031 Dilantik, Siapkan Bidang Advokasi hingga Pengembangan Digital

Sudah Ditegur 3 Kali, 40 Bangunan Liar di Bandung Akhirnya Ditertibkan Satpol PP

Bansos

Kabar Baik! BSU 2026 Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja, Kapan Cair?

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.