Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Terlibat Keributan Sengit, Lionel Messi Dijatuhi Sanksi Denda oleh MLS

Sabtu, 22 Agustus 2026 16:19 WIB

Ke Luar Negeri Gercep, Bencana NTT Malah ‘Direncanakan’? Beda Gaya Prabowo vs SBY Bikin Netizen Amuk!

Sabtu, 22 Agustus 2026 15:10 WIB

Viral! Keberanian Dua Bocah Palangka Raya Duel Mulut dan Ungkap Terduga Pembakar Lahan

Sabtu, 22 Agustus 2026 14:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terlibat Keributan Sengit, Lionel Messi Dijatuhi Sanksi Denda oleh MLS
  • Ke Luar Negeri Gercep, Bencana NTT Malah ‘Direncanakan’? Beda Gaya Prabowo vs SBY Bikin Netizen Amuk!
  • Viral! Keberanian Dua Bocah Palangka Raya Duel Mulut dan Ungkap Terduga Pembakar Lahan
  • Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Rp3,5 Miliar, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf
  • Jadwal Liga Inggris Sabtu 22 Agustus 2026: Hull City vs MU Hingga Duel Sengit Brentford vs Spurs
  • Aksi Pemotor Piting dan Hajar Pemobil Gara-gara Suara Klakson, Polisi Buru Pelaku
  • Teror Begal Celurit Sasar Pengendara di Indramayu, Dua Remaja Berhasil Diciduk Polisi
  • Tak Perlu Waktu Lama, Ini Alasan Utama Sandy Walsh Cepat Adaptasi di Persib Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

25 Tahun Mengabdi Gaji 500 Ribu, Penjaga Sekolah Ini Jalan Kaki 9KM dan Tinggal di Rumah Reyot

By SusanaRabu, 11 Maret 2026 10:26 WIB4 Mins Read
Rumah Cacang Hidayat . Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perjuangan panjang seorang penjaga sekolah di Kabupaten Lebak, Banten, menyentuh hati banyak orang. Selama lebih dari dua dekade, Cacang Hidayat tetap setia mengabdi di dunia pendidikan meski hidup dalam keterbatasan ekonomi dan tinggal di rumah yang nyaris roboh.

Pria berusia 55 tahun itu merupakan warga Kampung Sanding, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur. Sejak Juni 2001, ia bekerja sebagai penjaga sekolah sekaligus pengelola perpustakaan di SMP Negeri 2 Cibadak, Kabupaten Lebak.

Pengabdian selama hampir 25 tahun tersebut ternyata tidak diiringi dengan kesejahteraan yang memadai. Cacang hanya menerima gaji antara Rp550 ribu hingga Rp800 ribu per bulan sebagai tenaga honorer.

Meski demikian, ia tetap menjalani pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab.

Berjalan Kaki 9 Kilometer Setiap Hari

Setiap pagi, Cacang harus berjalan kaki sejauh 8 hingga 9 kilometer menuju sekolah tempatnya bekerja. Perjalanan pulang pergi itu memakan waktu hampir dua jam.

Rutinitas tersebut sudah ia jalani sejak pertama kali bekerja lebih dari dua dekade lalu.

Perjalanan panjang itu bukan perkara mudah, apalagi usia Cacang yang kini tidak lagi muda. Namun, ia tetap bertahan demi tanggung jawabnya menjaga sekolah dan melayani siswa yang membutuhkan akses ke perpustakaan.

Bagi Cacang, pendidikan adalah hal penting yang harus dijaga meskipun dirinya hidup dalam keterbatasan.

Gaji Honorer untuk Menghidupi Delapan Anggota Keluarga

Penghasilan yang diterima Cacang tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan hidup sehari-hari.

Dari gaji Rp550 ribu hingga Rp800 ribu per bulan, ia harus menafkahi delapan anggota keluarga. Cacang memiliki enam anak, dengan anak sulungnya masih duduk di bangku kelas XII sekolah menengah atas.

“Minimal Rp550 ribu. Kadang ditambah sedikit karena sudah lama kerja,” ujarnya.

Untuk bertahan hidup, Cacang mengandalkan hasil kebun kecil di sekitar rumah. Selain itu, istrinya juga bekerja serabutan, mulai dari menjadi asisten rumah tangga hingga buruh pembibitan jamur.

Pendapatan sang istri pun tidak menentu, biasanya berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per minggu jika ada pekerjaan.

Tinggal di Rumah Reyot yang Nyaris Ambruk

Kondisi ekonomi yang terbatas membuat Cacang tidak mampu memperbaiki rumahnya secara layak. Rumah yang ia tempati bersama keluarga bahkan sudah mengalami kerusakan sejak lebih dari satu dekade lalu.

Atap rumah banyak yang bocor, kayu penyangga mulai lapuk, dan sebagian bangunan pernah roboh setelah tertimpa pohon tumbang.

Saat musim hujan tiba, seluruh anggota keluarga terpaksa berkumpul di satu kamar yang masih cukup kuat untuk ditempati.

“Kalau hujan, rumah ini sudah enggak layak huni. Bocor di mana-mana,” tuturnya.

Meski tinggal di rumah yang rawan roboh, Cacang tetap memilih bertahan karena tidak memiliki kemampuan finansial untuk memperbaikinya.

Penantian Panjang Akhirnya Berbuah Hasil

Di tengah segala keterbatasan yang dialaminya, secercah harapan akhirnya datang. Setelah bertahun-tahun mengikuti seleksi sejak 2003, Cacang akhirnya dinyatakan lolos sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pada Senin, 22 Desember 2025, ia resmi dilantik oleh Bupati Lebak sebagai PPPK.

Pelantikan tersebut menjadi momen yang sangat mengharukan bagi Cacang setelah hampir seperempat abad mengabdi sebagai tenaga honorer.

“Sangat senang, ini penantian panjang saya sejak lama. Akhirnya jadi pegawai yang digaji negara juga,” kata Cacang dengan penuh syukur usai pelantikan.

Dengan status barunya sebagai PPPK, ia akan mendapatkan kepastian hukum sebagai tenaga pemerintah sekaligus penghasilan yang lebih layak.

Harapan Sederhana: Rumah yang Layak untuk Keluarga

Meski telah berhasil menjadi PPPK, harapan Cacang sebenarnya sangat sederhana. Ia hanya ingin memiliki rumah yang layak huni untuk keluarganya.

Rumah yang aman dari kebocoran dan ancaman roboh menjadi impian kecil yang selama ini belum bisa ia wujudkan.

Kisah perjuangan Cacang Hidayat menjadi gambaran nyata tentang dedikasi tenaga honorer di dunia pendidikan yang sering kali bekerja dalam keterbatasan.

Banyak pihak berharap kisah ini dapat sampai kepada pemerintah daerah maupun pihak terkait sehingga ada perhatian nyata bagi mereka yang telah lama mengabdi namun masih hidup dalam kesulitan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ke Luar Negeri Gercep, Bencana NTT Malah ‘Direncanakan’? Beda Gaya Prabowo vs SBY Bikin Netizen Amuk!

Viral! Keberanian Dua Bocah Palangka Raya Duel Mulut dan Ungkap Terduga Pembakar Lahan

Aksi Pemotor Piting dan Hajar Pemobil Gara-gara Suara Klakson, Polisi Buru Pelaku

Ilustrasi begal

Teror Begal Celurit Sasar Pengendara di Indramayu, Dua Remaja Berhasil Diciduk Polisi

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Agustus 2026 Masih Disalurkan, Ada yang Terima hingga Rp2,7 Juta!

Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Belum Cair? Cek NIK Sekarang, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Game Free Fire
    Banjir Hadiah! Buruan Klaim Kode Redeem FF 19 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan
  • Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.