Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia Kamis 25 Juni: Temani Waktu Subuh hingga Pagi, Ada Brasil dan Korsel!

Rabu, 24 Juni 2026 21:21 WIB

Viral ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’ Heboh di Media Sosial, Warganet Buru Link Telegram

Rabu, 24 Juni 2026 20:08 WIB

DEMAK GEGER! Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Aksi Joget Rok Mini, Gara-Gara Tren?

Rabu, 24 Juni 2026 19:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia Kamis 25 Juni: Temani Waktu Subuh hingga Pagi, Ada Brasil dan Korsel!
  • Viral ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’ Heboh di Media Sosial, Warganet Buru Link Telegram
  • DEMAK GEGER! Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Aksi Joget Rok Mini, Gara-Gara Tren?
  • Persib Resmi Berpisah dengan Adam Przybek Usai Super League 2025/26
  • Pedagang Keluhkan Pembongkaran Lapak di Bandung, Minta Pemerintah Beri Solusi Relokasi
  • Isu Sekolah Swasta Tahan Ijazah Memanas, Dedi Mulyadi Berang dan Tantang Audit: Sebutin Sekolahnya!
  • Polisi yang Tangkap Taufik Hidayat, Dedi Mulyadi Khawatir Hadiah Rp250 Juta Langgar Aturan Aparat
  • Dedi Mulyadi Soroti Kasus Taufik Hidayat, Minta Pengawasan Lingkungan dan Keluarga Diperketat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 25 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

25 Tahun Mengabdi Gaji 500 Ribu, Penjaga Sekolah Ini Jalan Kaki 9KM dan Tinggal di Rumah Reyot

By SusanaRabu, 11 Maret 2026 10:26 WIB4 Mins Read
Rumah Cacang Hidayat . Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perjuangan panjang seorang penjaga sekolah di Kabupaten Lebak, Banten, menyentuh hati banyak orang. Selama lebih dari dua dekade, Cacang Hidayat tetap setia mengabdi di dunia pendidikan meski hidup dalam keterbatasan ekonomi dan tinggal di rumah yang nyaris roboh.

Pria berusia 55 tahun itu merupakan warga Kampung Sanding, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur. Sejak Juni 2001, ia bekerja sebagai penjaga sekolah sekaligus pengelola perpustakaan di SMP Negeri 2 Cibadak, Kabupaten Lebak.

Pengabdian selama hampir 25 tahun tersebut ternyata tidak diiringi dengan kesejahteraan yang memadai. Cacang hanya menerima gaji antara Rp550 ribu hingga Rp800 ribu per bulan sebagai tenaga honorer.

Meski demikian, ia tetap menjalani pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab.

Berjalan Kaki 9 Kilometer Setiap Hari

Setiap pagi, Cacang harus berjalan kaki sejauh 8 hingga 9 kilometer menuju sekolah tempatnya bekerja. Perjalanan pulang pergi itu memakan waktu hampir dua jam.

Rutinitas tersebut sudah ia jalani sejak pertama kali bekerja lebih dari dua dekade lalu.

Perjalanan panjang itu bukan perkara mudah, apalagi usia Cacang yang kini tidak lagi muda. Namun, ia tetap bertahan demi tanggung jawabnya menjaga sekolah dan melayani siswa yang membutuhkan akses ke perpustakaan.

Bagi Cacang, pendidikan adalah hal penting yang harus dijaga meskipun dirinya hidup dalam keterbatasan.

Gaji Honorer untuk Menghidupi Delapan Anggota Keluarga

Penghasilan yang diterima Cacang tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan hidup sehari-hari.

Dari gaji Rp550 ribu hingga Rp800 ribu per bulan, ia harus menafkahi delapan anggota keluarga. Cacang memiliki enam anak, dengan anak sulungnya masih duduk di bangku kelas XII sekolah menengah atas.

“Minimal Rp550 ribu. Kadang ditambah sedikit karena sudah lama kerja,” ujarnya.

Untuk bertahan hidup, Cacang mengandalkan hasil kebun kecil di sekitar rumah. Selain itu, istrinya juga bekerja serabutan, mulai dari menjadi asisten rumah tangga hingga buruh pembibitan jamur.

Pendapatan sang istri pun tidak menentu, biasanya berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per minggu jika ada pekerjaan.

Tinggal di Rumah Reyot yang Nyaris Ambruk

Kondisi ekonomi yang terbatas membuat Cacang tidak mampu memperbaiki rumahnya secara layak. Rumah yang ia tempati bersama keluarga bahkan sudah mengalami kerusakan sejak lebih dari satu dekade lalu.

Atap rumah banyak yang bocor, kayu penyangga mulai lapuk, dan sebagian bangunan pernah roboh setelah tertimpa pohon tumbang.

Saat musim hujan tiba, seluruh anggota keluarga terpaksa berkumpul di satu kamar yang masih cukup kuat untuk ditempati.

“Kalau hujan, rumah ini sudah enggak layak huni. Bocor di mana-mana,” tuturnya.

Meski tinggal di rumah yang rawan roboh, Cacang tetap memilih bertahan karena tidak memiliki kemampuan finansial untuk memperbaikinya.

Penantian Panjang Akhirnya Berbuah Hasil

Di tengah segala keterbatasan yang dialaminya, secercah harapan akhirnya datang. Setelah bertahun-tahun mengikuti seleksi sejak 2003, Cacang akhirnya dinyatakan lolos sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pada Senin, 22 Desember 2025, ia resmi dilantik oleh Bupati Lebak sebagai PPPK.

Pelantikan tersebut menjadi momen yang sangat mengharukan bagi Cacang setelah hampir seperempat abad mengabdi sebagai tenaga honorer.

“Sangat senang, ini penantian panjang saya sejak lama. Akhirnya jadi pegawai yang digaji negara juga,” kata Cacang dengan penuh syukur usai pelantikan.

Dengan status barunya sebagai PPPK, ia akan mendapatkan kepastian hukum sebagai tenaga pemerintah sekaligus penghasilan yang lebih layak.

Harapan Sederhana: Rumah yang Layak untuk Keluarga

Meski telah berhasil menjadi PPPK, harapan Cacang sebenarnya sangat sederhana. Ia hanya ingin memiliki rumah yang layak huni untuk keluarganya.

Rumah yang aman dari kebocoran dan ancaman roboh menjadi impian kecil yang selama ini belum bisa ia wujudkan.

Kisah perjuangan Cacang Hidayat menjadi gambaran nyata tentang dedikasi tenaga honorer di dunia pendidikan yang sering kali bekerja dalam keterbatasan.

Banyak pihak berharap kisah ini dapat sampai kepada pemerintah daerah maupun pihak terkait sehingga ada perhatian nyata bagi mereka yang telah lama mengabdi namun masih hidup dalam kesulitan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Cacang Hidayat Lebak honorer jadi PPPK Lebak kisah guru honorer viral kisah honorer Lebak Banten kisah inspiratif tenaga honorer penjaga sekolah Lebak viral penjaga sekolah lulus PPPK rumah reyot Lebak Banten
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

DEMAK GEGER! Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Aksi Joget Rok Mini, Gara-Gara Tren?

Pedagang Keluhkan Pembongkaran Lapak di Bandung, Minta Pemerintah Beri Solusi Relokasi

Isu Sekolah Swasta Tahan Ijazah Memanas, Dedi Mulyadi Berang dan Tantang Audit: Sebutin Sekolahnya!

Polisi yang Tangkap Taufik Hidayat, Dedi Mulyadi Khawatir Hadiah Rp250 Juta Langgar Aturan Aparat

Dedi Mulyadi Soroti Kasus Taufik Hidayat, Minta Pengawasan Lingkungan dan Keluarga Diperketat

Ogah Ambil Uang Sayembara KDM, Mantan Bos Taufik Hidayat Minta Rp250 Juta Dialihkan untuk YTR

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Kode Rahasia FF Juni 2026 Bocor! Ini Daftar Terbaru yang Masih Aktif
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.