Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya

Minggu, 15 Maret 2026 19:00 WIB

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Minggu, 15 Maret 2026 18:48 WIB

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

Minggu, 15 Maret 2026 17:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
  • Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!
  • Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026
  • Alwi Farhan dan Putri KW Tembus Final Swiss Open 2026, Indonesia Bidik Dua Gelar
  • Selisih 4 Poin di Klasemen, Persib vs Borneo FC Jadi Laga Krusial Perebutan Gelar
  • Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Jadi Viral, Part 2 Paling Dicari Warganet
  • Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan
  • Pertarungan Dua Raksasa! Persib vs Borneo FC, Siapa yang akan Kuasai Puncak?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 15 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

28 Siswa SD di Cianjur Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG, 11 Dirujuk ke Rumah Sakit

By Aga GustianaSelasa, 27 Januari 2026 18:30 WIB2 Mins Read
program MBG
Ilustrasi, program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebanyak 28 siswa SDN Wargasari di Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, mengalami gejala keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Dari jumlah tersebut, 11 siswa harus dirujuk ke rumah sakit karena demam dan muntah yang tidak kunjung membaik.

Salah seorang orang tua, Indah (34), menceritakan bahwa anaknya yang duduk di kelas 6 mulai mengeluhkan mual dan pusing pada Selasa (27/1) pagi. Setibanya di rumah, gejala muntah-muntah semakin sering muncul.

“Katanya di sekolah muntah, kemudian diantar pulang. Setelah sampai rumah, muntahnya makin sering. Ternyata teman-temannya juga mengalami hal serupa hingga akhirnya diminta berkumpul di sekolah untuk dibawa ke puskesmas,” ungkap Indah.

Menurut Indah, gejala muncul setelah anak-anak mengonsumsi MBG. Ia menambahkan bahwa salah satu menu makanan tercium bau tidak sedap.

Baca Juga:  Banjir Besar Landa Cianjur, Tiga Kecamatan Lumpuh dan Ratusan Warga Terdampak

“Menunya tahu, sayur, dan daging ayam bumbu. Kata anak saya, ayamnya berbau. Bahkan di menu sebelumnya ditemukan belatung,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kadupandak, Suryana, mengatakan hingga pukul 15.00 WIB tercatat 28 siswa mengeluhkan muntah, mual, pusing, dan demam.

“Pasien berdatangan sejak pukul 09.00 WIB dengan gejala serupa. Dari total 28 siswa yang dibawa ke puskesmas, 11 di antaranya dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya tak kunjung menunjukkan perbaikan,” ujar Suryana. Ia menambahkan, sejumlah siswa sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala SMAN 1 Cianjur Usai Berangkatkan Siswa Study Tour

Di sisi lain, Kapolsek Kadupandak, AKP Deden Hermansyah, menyatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Uji laboratorium tengah dijalankan untuk memastikan penyebab pasti keracunan.

“Penyebabnya masih kami selidiki. Belum tentu akibat MBG, karena ada siswa yang makan tapi tidak bergejala, dan ada juga yang tidak makan tapi justru muntah dan diare. Kami sudah mengirimkan sampel muntahan ke laboratorium,” jelas Deden.

Sementara itu, Kepala SPPG Gandasari, Gungun Muparih, membantah bahwa MBG menjadi sumber keracunan. Ia menegaskan siswa yang tidak mengonsumsi MBG pun mengalami gejala yang sama.

Baca Juga:  Daftar 3 Tempat Wisata di Cianjur, Dijamin Gak Bikin Mood Liburan Berantakan

Terkait laporan belatung sebelumnya, Gungun menyebut hal itu berasal dari buah, bukan daging.

“Tidak ada kelalaian dalam quality control. Setiap buah dan makanan kami cek. Kemungkinan belatung itu dari dalam buah sehingga tidak terlihat secara kasatmata. Namun, semua sudah kami tarik begitu ada laporan tersebut,” pungkas Gungun.

Kasus ini masih dalam pengawasan pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti, sambil tetap memberikan perawatan maksimal kepada siswa yang terdampak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cianjur Keracunan Siswa Makan Bergizi Gratis MBG SDN Wargasari
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Catat Lokasinya! 21 Titik Wi-Fi Gratis Siap Temani Pemudik di Kabupaten Bandung

The Power of Viral! Usai Pesta Bollywood Disindir Habis-habisan, Jalan Sidoarjo Langsung Mulus?

Jumlahnya Besar dan Rentan, Rafael Situmorang Soroti Perlindungan Sosial Pekerja Informal

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.