Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru

Selasa, 15 September 2026 06:00 WIB

Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru

Selasa, 15 September 2026 05:00 WIB

Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam

Selasa, 15 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru
  • Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru
  • Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam
  • Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis
  • Panduan Liburan ke Bandung: 14 Tempat Wisata Paling Populer dengan Panorama Alam Memukau
  • Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu
  • Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

70 Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Lima Rumah Sakit

By Aga GustianaKamis, 29 Januari 2026 13:51 WIB4 Mins Read
program MBG
Ilustrasi, program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana belajar di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, mendadak berubah tegang. Alih-alih mengikuti pelajaran seperti biasa, puluhan siswa justru harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gejala yang mengarah pada dugaan keracunan makanan.

Total 70 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mengeluhkan pusing, mulas, hingga diare — gejala yang membuat pihak sekolah dan pemerintah daerah bergerak cepat.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengatakan laporan pertama langsung ditindaklanjuti tanpa menunggu situasi memburuk.

“Begitu ada laporan anak-anak mengalami keluhan seperti mulas, pusing, dan diare, semuanya langsung kita bawa ke rumah sakit untuk ditangani,” kata Sam’ani saat menjenguk para korban, Kamis (29/1/2026).

Dirawat Terpisah di Lima Rumah Sakit

Para siswa tidak ditempatkan di satu fasilitas kesehatan saja. Untuk mempercepat penanganan dan menghindari penumpukan pasien, mereka disebar ke beberapa rumah sakit di Kudus.

Rinciannya:

  • 22 siswa dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus
  • 17 siswa di Rumah Sakit Satkes
  • 10 siswa di RS Mardirahayu
  • 10 siswa di RSI
  • 11 siswa di RS Kumala Siwi

Langkah ini diambil sebagai bagian dari respons darurat pemerintah daerah terhadap dugaan kejadian luar biasa.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Pendidikan Siswa, Pemkot Bandung Evaluasi Program MBG

Sam’ani memastikan bahwa Pemkab Kudus tidak bekerja sendiri. Aparat TNI, Polri, serta jajaran Dinas Kesehatan turut diterjunkan untuk menangani situasi.

Menurutnya, respons cepat menjadi kunci agar kasus serupa tidak meluas.

Ia menegaskan bahwa kejadian ini akan dijadikan bahan evaluasi besar bagi pelaksanaan program MBG di daerah tersebut.

“Ini menjadi bahan evaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di Kabupaten Kudus. Nantinya, para koordinator dan penanggung jawab satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kabupaten Kudus akan kami kumpulkan untuk apel, briefing dan pembekalan,” ujarnya.

Pemeriksaan Masih Berlangsung

Meski dugaan keracunan menguat, penyebab pastinya belum diumumkan. Tim kesehatan masih melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari pengambilan sampel makanan hingga uji laboratorium terhadap komponen lain.

Selain itu, penyisiran juga dilakukan untuk memastikan tidak ada siswa lain yang mengalami gejala serupa namun belum melapor.

Sam’ani mengungkapkan bahwa rencana pengumpulan SPPG sebenarnya sudah dijadwalkan sebelum insiden terjadi. Namun kini, evaluasi akan dilakukan dengan pengawasan yang lebih ketat.

Seluruh Biaya Ditanggung Pemerintah

Di tengah kekhawatiran orang tua, pemerintah daerah memberikan kepastian soal pembiayaan medis. Tidak ada siswa yang harus membayar biaya perawatan.

Baca Juga:  Puluhan Pelajar di Tasikmalaya Diduga Keracunan Makanan Usai Santap MBG

“Semua gratis. Ini masuk kejadian luar biasa. Kabupaten Kudus sudah Universal Health Coverage (UHC) 99,5 persen, sehingga seluruhnya ditanggung BPJS Kesehatan. Bagi yang belum memiliki BPJS, akan langsung diaktifkan hari ini,” ujarnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi upaya menenangkan keluarga siswa yang sempat panik saat anak-anak mereka harus dilarikan ke rumah sakit.

TNI Ikut Turun Tangan

Dandim 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andreasie, menegaskan pihaknya akan terus memantau pelaksanaan program MBG agar standar keamanan pangan benar-benar terjaga.

“Kami akan segera mengumpulkan para SPPG di lapangan. Sebenarnya briefing dan evaluasi sudah sering kami lakukan, namun kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting ke depan,” ujarnya.

Kesaksian Siswa: Awalnya Dikira Sakit Biasa

Salah satu siswa, Ilham Yusuf, menceritakan bagaimana gejala itu mulai muncul. Siswa kelas X tersebut mengaku pertama kali merasakan perut mulas setelah menyantap makanan pada Rabu pagi.

“Awalnya saya kira sakit biasa. Tapi hari ini (29/1), ketika masuk sekolah ternyata banyak teman yang mengalami hal yang sama,” katanya.

Situasi itu membuat orang tuanya segera menjemput dan membawanya ke RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Baca Juga:  Ketika Anggota DPR Sebut MBG Tak Perlu Ahli Gizi: Polemik yang Memicu Amarah Publik

Setelah mendapatkan perawatan, kondisinya berangsur membaik.

“Alhamdulillah setelah diinfus, rasa mual sudah hilang,” ujarnya.

Kondisi Pasien Masih Dipantau

Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus, Abdul Hakam, menjelaskan bahwa seluruh pasien masih berada dalam tahap observasi untuk memastikan tidak ada komplikasi lanjutan.

“Jika kondisi membaik, pasien diizinkan pulang dan menjalani rawat jalan,” ujarnya.

Alarm bagi Program Makanan Sekolah

Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa program pangan di lingkungan pendidikan membutuhkan pengawasan berlapis — mulai dari proses produksi, distribusi, hingga penyajian.

Meski tujuan MBG adalah meningkatkan gizi pelajar, standar keamanan makanan tetap harus menjadi prioritas utama.

Untuk sementara, fokus pemerintah daerah adalah memastikan seluruh siswa pulih sepenuhnya, sekaligus mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.

Dinas Kesehatan bersama pihak terkait masih melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk analisis terhadap sampel makanan dan feses, guna memastikan sumber masalah.

Hasil investigasi itu nantinya akan menentukan langkah berikutnya — apakah sebatas kelalaian teknis, atau ada faktor lain yang harus dibenahi secara sistemik.

Yang jelas, peristiwa ini meninggalkan pelajaran besar: dalam program yang menyangkut kesehatan anak-anak, tidak ada ruang untuk kesalahan sekecil apa pun.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

keracunan massal MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu

Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Diganti! Suahasil Nazara Kini Pegang Kursi Menteri Keuangan

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.