Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap

Selasa, 15 September 2026 07:46 WIB
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru

Selasa, 15 September 2026 06:00 WIB

Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru

Selasa, 15 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap
  • Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru
  • Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru
  • Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam
  • Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis
  • Panduan Liburan ke Bandung: 14 Tempat Wisata Paling Populer dengan Panorama Alam Memukau
  • Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Puluhan Pelajar di Tasikmalaya Diduga Keracunan Makanan Usai Santap MBG

By Aga GustianaJumat, 2 Mei 2025 11:30 WIB2 Mins Read
Keracunan Makanan
Ilustrasi keracunan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Puluhan pelajar dari jenjang TK, SD, hingga SMP di Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, terpaksa dilarikan ke Puskesmas Rajapolah pada Kamis malam (1/5/2025) akibat dugaan keracunan makanan. Para siswa mengalami gejala yang seragam, seperti mual, muntah, diare, dan lemas.

Hingga Kamis malam, tercatat 24 siswa telah mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya harus menjalani rawat inap, sementara satu pelajar dirujuk ke rumah sakit atas permintaan keluarga.

“Total hari ini ada 24 pasien. Delapan di antaranya dirawat inap, satu dirujuk ke rumah sakit. Semua menunjukkan gejala keracunan, namun kondisinya kini berangsur membaik,” ungkap Kepala Puskesmas Rajapolah, Hani Hariri.

Gejala mulai muncul sejak Rabu malam (30/4/2025), tak lama setelah para pelajar mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi (MBG) di sekolah masing-masing. Beberapa siswa sempat dirawat di rumah sebelum akhirnya dibawa ke puskesmas pada Kamis siang karena kondisi terus memburuk.

Baca Juga:  Belasan Pelajar Cimahi Masuk IGD Usai Konsumsi Menu MBG di Jam Buka Puasa

Rosita, salah satu orangtua siswa dari SMPN 1 Rajapolah, mengaku anaknya mulai mengalami diare pada Rabu malam usai menyantap makanan MBG yang berisi tumis labu. “Anak saya diare dari jam 10 malam. Sekarang sudah mulai dehidrasi dan harus diinfus,” tuturnya.

Baca Juga:  Peringati Hari Santri Nasional, Pemprov Jabar Janji Tingkatkan Kompetensi Santri

Menariknya, dari dua anak Rosita yang sama-sama menerima MBG, hanya satu yang mengalami gejala. “Adiknya makan habis, terutama sayurnya. Kakaknya nggak habis, sayurnya ditinggal. Mungkin itu yang bikin beda,” jelasnya.

Pihak Puskesmas Rajapolah kini siaga penuh untuk mengantisipasi lonjakan pasien baru. Koordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat juga disiapkan untuk memastikan penanganan maksimal.

“Kami sudah siaga sejak siang karena pasien terus berdatangan. Jika ada tambahan, akan kami tangani sesuai prosedur medis,” tambah Hani.

Baca Juga:  Siapa dr Tan Shot Yen? Dokter Gizi yang Lantang Kritik Pola MBG

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polres Tasikmalaya Kota turut terjun ke lokasi. Mereka telah meminta keterangan dari sejumlah siswa dan berusaha mengamankan sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium. Hingga berita ini diturunkan, polisi belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil awal penyelidikan.

Kasus ini membuka kembali pentingnya pengawasan kualitas makanan dalam program bantuan gizi sekolah. Masyarakat pun berharap hasil investigasi segera mengungkap penyebab utama agar kejadian serupa tak terulang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Keracunan MBG pelajar Tasikmalaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu

Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.