Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap

Selasa, 15 September 2026 07:46 WIB
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru

Selasa, 15 September 2026 06:00 WIB

Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru

Selasa, 15 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap
  • Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru
  • Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru
  • Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam
  • Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis
  • Panduan Liburan ke Bandung: 14 Tempat Wisata Paling Populer dengan Panorama Alam Memukau
  • Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Siapa dr Tan Shot Yen? Dokter Gizi yang Lantang Kritik Pola MBG

By Aga GustianaJumat, 26 September 2025 14:58 WIB3 Mins Read
Dokter Gizi, Tan Shot Yen lantang mengkritik pola MBG.
Dokter Gizi, Tan Shot Yen. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik tajam dari ahli gizi komunitas, dr Tan Shot Yen. Ia menilai menu yang disajikan dalam program pemerintah tersebut tidak mencerminkan kedaulatan pangan lokal, justru dipenuhi makanan asing seperti burger dan spageti.

“Saya pengen anak Papua bisa makan ikan kuah asam, saya pengen anak Sulawesi bisa makan kapurung. Tapi yang terjadi, dari Lhoknga sampai dengan Papua yang dibagi adalah burger,” kata Tan dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Kritik soal Burger dan Spageti

Tan menyoroti pilihan menu MBG yang menurutnya tidak sesuai dengan konteks budaya dan gizi masyarakat Indonesia. Burger, misalnya, berasal dari Amerika Serikat dan pertama kali dikenal di Hamburg, Jerman.

“Maaf ya, itu isi burgernya kastanisasi juga. Kalau di pusat biar keliatan bagus pakai chicken katsu, tapi coba yang di daerah yang SPPG-nya juga agak sedikit main, dikasih itu loh, benda tipis berwarna pink,” ujarnya.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Sertifikat! Abah Ucu Ungkap Alasan 125 Juru Masak SPPG Wajib Kompeten

Ia bahkan menyindir keras kualitas makanan tersebut. “Saya aja enggak pernah mengatakan ini adalah daging olahan, saya aja nista bilang itu daging olahan, saya enggak tahu itu produk apaan. Itu rasanya kayak karton warnanya pink,” kata Tan.

Menurutnya, penggunaan menu seperti burger atau spageti sama sekali tidak sejalan dengan semangat kemandirian pangan nasional.

Susu dan Minuman Manis Jadi Sorotan

Tan juga menyoroti keberadaan susu dalam paket MBG. Menurutnya, susu bukan lagi komponen wajib gizi, terutama jika sudah ada protein hewani lain seperti ikan, telur, atau daging.

“Saya enggak tahu apakah anggota dewan yang terhormat masih ingat bahwa kita sudah lewat dari era 4 Sehat 5 Sempurna. Susu itu bukan komponen wajib kalau sudah ada protein hewani lain. Negara kita ini kaya sumber protein, kenapa harus tergantung susu?” tegasnya.

Baca Juga:  Program MBG di Bandung Barat Berujung Bencana, Kualitas Makanan Dipertanyakan

Ia menambahkan, sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya dari ras Melayu, rentan intoleransi laktosa. Ironisnya, yang justru dibagikan bukan susu murni, melainkan minuman bergula yang minim manfaat gizi.

Lebih jauh, Tan mengungkap beberapa menu MBG bahkan berisi makanan ringan yang tidak layak untuk anak-anak.
“Ada menu kering yang dibagikan, kacang itu kan enggak masuk akal sama sekali, ada tulisannya mengandung aspartam, tidak cocok untuk balita dan ibu hamil,” ujarnya.

Profil Singkat dr Tan Shot Yen

Tan Shot Yen lahir pada 17 September 1964. Ia menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Tarumanegara pada 1990, lalu melanjutkan profesi dokter di Universitas Indonesia pada 1991.

Ia juga memperdalam ilmu di luar negeri, termasuk instructional physiotherapy di Perth, Australia, serta mengambil diploma Penyakit Menular dan HIV/AIDS di Thailand.

Baca Juga:  BGN Perketat Eksekusi MBG Nasional, Semua Dapur Wajib Terapkan SOP Gizi dan Higienitas

Tak hanya berkutat di dunia medis, Tan juga menamatkan pendidikan filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara pada 2009. Selain aktif sebagai penulis, ia kerap mengisi seminar untuk menyuarakan pentingnya food literacy, kemandirian pangan, dan perlawanan terhadap dominasi makanan ultraprocessed di Indonesia.

Pelajaran dari Kritik MBG

Kritik Tan Shot Yen membuka perdebatan penting: apakah program MBG sudah benar-benar menjawab kebutuhan gizi anak Indonesia, atau justru berpotensi melanggengkan ketergantungan pada makanan impor dan olahan?

Dengan kekayaan pangan lokal yang beragam, para ahli menilai seharusnya program ini bisa lebih berpihak pada produk asli Indonesia — dari ikan, sagu, hingga aneka sayuran tradisional — sehingga bukan hanya bergizi, tetapi juga memperkuat identitas kuliner nusantara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu

Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.