Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mantan Kiper Timnas U-23 Nuri Agus Wibowo Hilang Misterius! Keluarga Ungkap Dugaan Mengejutkan

Minggu, 14 Juni 2026 12:05 WIB

Persib Gagal Dekati Tommaso Cassandro? Jurnalis Italia Ungkap Fakta Sebenarnya

Minggu, 14 Juni 2026 11:38 WIB

Harga Emas Hari Ini Mengejutkan! Antam Naik Tipis Tembus Rp2,82 Juta per Gram

Minggu, 14 Juni 2026 11:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mantan Kiper Timnas U-23 Nuri Agus Wibowo Hilang Misterius! Keluarga Ungkap Dugaan Mengejutkan
  • Persib Gagal Dekati Tommaso Cassandro? Jurnalis Italia Ungkap Fakta Sebenarnya
  • Harga Emas Hari Ini Mengejutkan! Antam Naik Tipis Tembus Rp2,82 Juta per Gram
  • Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib
  • Beda Jauh dari Afrika Selatan 2010! Piala Dunia 2026 Ramai Dihujat dan Disebut Produk Gagal
  • Frans Putros Bawa Nama Persib ke Piala Dunia 2026, Siap Hadapi Haaland, Mbappe hingga Sadio Mane!
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile 14 Juni 2026 Terbaru, Ambil Paket Pemain OVR Tinggi dan Koin Gratis
  • Link Video Viral ‘Cut Salwa’ Ramai Diburu Netizen! Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Siber dan Hukum
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Siapa dr Tan Shot Yen? Dokter Gizi yang Lantang Kritik Pola MBG

By Aga GustianaJumat, 26 September 2025 14:58 WIB3 Mins Read
Dokter Gizi, Tan Shot Yen lantang mengkritik pola MBG.
Dokter Gizi, Tan Shot Yen. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik tajam dari ahli gizi komunitas, dr Tan Shot Yen. Ia menilai menu yang disajikan dalam program pemerintah tersebut tidak mencerminkan kedaulatan pangan lokal, justru dipenuhi makanan asing seperti burger dan spageti.

“Saya pengen anak Papua bisa makan ikan kuah asam, saya pengen anak Sulawesi bisa makan kapurung. Tapi yang terjadi, dari Lhoknga sampai dengan Papua yang dibagi adalah burger,” kata Tan dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Kritik soal Burger dan Spageti

Tan menyoroti pilihan menu MBG yang menurutnya tidak sesuai dengan konteks budaya dan gizi masyarakat Indonesia. Burger, misalnya, berasal dari Amerika Serikat dan pertama kali dikenal di Hamburg, Jerman.

“Maaf ya, itu isi burgernya kastanisasi juga. Kalau di pusat biar keliatan bagus pakai chicken katsu, tapi coba yang di daerah yang SPPG-nya juga agak sedikit main, dikasih itu loh, benda tipis berwarna pink,” ujarnya.

Baca Juga:  Aksi Satir Bu Guru Sukabumi: Bongkar Paket MBG yang Tak Manusiawi, Jeruk Satu Biji Buat Tiga Hari!

Ia bahkan menyindir keras kualitas makanan tersebut. “Saya aja enggak pernah mengatakan ini adalah daging olahan, saya aja nista bilang itu daging olahan, saya enggak tahu itu produk apaan. Itu rasanya kayak karton warnanya pink,” kata Tan.

Menurutnya, penggunaan menu seperti burger atau spageti sama sekali tidak sejalan dengan semangat kemandirian pangan nasional.

Susu dan Minuman Manis Jadi Sorotan

Tan juga menyoroti keberadaan susu dalam paket MBG. Menurutnya, susu bukan lagi komponen wajib gizi, terutama jika sudah ada protein hewani lain seperti ikan, telur, atau daging.

“Saya enggak tahu apakah anggota dewan yang terhormat masih ingat bahwa kita sudah lewat dari era 4 Sehat 5 Sempurna. Susu itu bukan komponen wajib kalau sudah ada protein hewani lain. Negara kita ini kaya sumber protein, kenapa harus tergantung susu?” tegasnya.

Baca Juga:  Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Meningkat Jadi 352 Siswa

Ia menambahkan, sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya dari ras Melayu, rentan intoleransi laktosa. Ironisnya, yang justru dibagikan bukan susu murni, melainkan minuman bergula yang minim manfaat gizi.

Lebih jauh, Tan mengungkap beberapa menu MBG bahkan berisi makanan ringan yang tidak layak untuk anak-anak.
“Ada menu kering yang dibagikan, kacang itu kan enggak masuk akal sama sekali, ada tulisannya mengandung aspartam, tidak cocok untuk balita dan ibu hamil,” ujarnya.

Profil Singkat dr Tan Shot Yen

Tan Shot Yen lahir pada 17 September 1964. Ia menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Tarumanegara pada 1990, lalu melanjutkan profesi dokter di Universitas Indonesia pada 1991.

Ia juga memperdalam ilmu di luar negeri, termasuk instructional physiotherapy di Perth, Australia, serta mengambil diploma Penyakit Menular dan HIV/AIDS di Thailand.

Baca Juga:  Polemik Bisnis MBG Anak Wakil Ketua DPRD Disorot, Netizen Spill Pemasukan Harian!

Tak hanya berkutat di dunia medis, Tan juga menamatkan pendidikan filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara pada 2009. Selain aktif sebagai penulis, ia kerap mengisi seminar untuk menyuarakan pentingnya food literacy, kemandirian pangan, dan perlawanan terhadap dominasi makanan ultraprocessed di Indonesia.

Pelajaran dari Kritik MBG

Kritik Tan Shot Yen membuka perdebatan penting: apakah program MBG sudah benar-benar menjawab kebutuhan gizi anak Indonesia, atau justru berpotensi melanggengkan ketergantungan pada makanan impor dan olahan?

Dengan kekayaan pangan lokal yang beragam, para ahli menilai seharusnya program ini bisa lebih berpihak pada produk asli Indonesia — dari ikan, sagu, hingga aneka sayuran tradisional — sehingga bukan hanya bergizi, tetapi juga memperkuat identitas kuliner nusantara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter Gizi Makanan Bergizi Gratis MBG Tan Shot Yen
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Semrawut SPMB 2026 & Aturan ‘Ekstrem’ Dedi Mulyadi: Ada Apa dengan Pendidikan Jawa Barat?

Susul Dadan Cs, Komisaris Emmo Jadi Tersangka Baru Kasus MBG Usai 26 Nama Dibocorkan

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.