bukamata.id – Video bertema “ibu tiri vs anak tiri” yang viral di platform TikTok dan X memicu rasa penasaran luas di kalangan warganet. Potongan video yang menampilkan latar kebun sawit dan dapur itu ramai dibicarakan, terutama terkait keaslian dan asal-usulnya.
Namun di balik tingginya atensi publik, muncul peringatan serius terkait keamanan digital. Warganet diminta berhati-hati terhadap tautan yang mengklaim menyediakan video versi lengkap karena berpotensi mengandung phishing dan malware.
Asal Video Diduga Bukan Kejadian Nyata
Viralnya konten ini bermula dari unggahan akun anonim yang menyebarkan potongan video pendek dengan narasi provokatif. Dalam waktu singkat, berbagai tagar terkait ikut menyebar dan mendorong rasa penasaran publik untuk mencari versi lengkapnya.
Perdebatan pun muncul di media sosial. Sebagian warganet menilai percakapan dalam video terdengar seperti bahasa Thailand, sementara latar kebun sawit membuat banyak orang mengira video tersebut berasal dari Indonesia.
Namun hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut bukan peristiwa nyata. Konten itu diduga merupakan potongan film pendek asal Thailand yang kemudian diedit ulang dengan narasi berbahasa Indonesia oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Sejumlah akun bahkan menambahkan label “ibu tiri vs anak tiri” untuk memperkuat kesan sensasional, padahal isi aslinya lebih mengarah pada adegan akting, parodi, atau materi promosi film.
Dimanfaatkan untuk Penyebaran Link Phishing
Fenomena viral ini turut dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Mereka menyebarkan tautan palsu yang mengklaim menyediakan akses ke “video full durasi”.
Pengamat keamanan digital menilai pola ini sebagai modus lama yang terus berulang dengan kemasan baru.
“Seringkali narasi video viral seperti ini digunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan link phishing atau malware yang dapat mencuri data pribadi di ponsel Anda,” ungkap pengamat teknologi.
Link tersebut biasanya diarahkan untuk mencuri data pribadi, seperti akun media sosial, password, hingga informasi perbankan.
Modus Lama dengan Pola Baru
Kejahatan siber dengan memanfaatkan rasa penasaran terhadap konten viral bukanlah hal baru. Pelaku kerap menggunakan judul sensasional, seperti:
- “Full video tanpa sensor”
- “Part lengkap bocor”
- “Video asli kejadian”
Tujuannya sederhana: memancing klik dari pengguna yang penasaran, lalu mengarahkan mereka ke situs berbahaya.
Tidak Ada Bukti Skandal Nyata
Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti valid bahwa video tersebut merupakan skandal nyata yang terjadi di Indonesia. Mayoritas konten yang beredar lebih merupakan hasil manipulasi konteks dan penyuntingan ulang.
Narasi yang melekat pada video tersebut terbukti dibentuk ulang untuk menciptakan kesan sensasional di media sosial.
Imbauan: Jangan Mudah Tergiur Link Viral
Pengguna media sosial diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi konten viral, terutama yang belum jelas sumber dan keasliannya.
Selain berpotensi menyebarkan hoaks, mengakses atau menyebarkan video semacam ini juga dapat menimbulkan risiko hukum, termasuk pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Langkah paling penting adalah melakukan verifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikan konten di media sosial.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








