Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi Hujan.

Awas Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

Senin, 3 Agustus 2026 09:30 WIB

Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar

Senin, 3 Agustus 2026 09:00 WIB
Padam Listrik

Warga Jakarta dan Tangsel Ngeluh Listrik Padam Sejak Subuh, Ini Penjelasan Resmi PLN

Senin, 3 Agustus 2026 08:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Awas Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
  • Warga Jakarta dan Tangsel Ngeluh Listrik Padam Sejak Subuh, Ini Penjelasan Resmi PLN
  • Negara Konsumen Micin Tertinggi Justru Punya IQ Tinggi, Begini Fakta Ilmiah di Balik Bumbu Penyedap
  • Korban Salah Sasaran, Santri di Karawang Dianiaya hingga Alami Luka Bakar Usai Dituduh Begal
  • Prediksi Indonesia vs Vietnam Piala AFF 2026: Momentum Skuad Garuda Jegal Langkah Golden Star Warriors
  • Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026
  • Dedi Kusnandar Beri Peringatan ke Persija! Persib Siap Tempur di Bali
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 3 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

77 Anggota OPM Kembali ke NKRI, Pendekatan Intelijen Humanis Kunci Tangani Konflik Papua

By Putra JuangRabu, 22 Mei 2024 16:32 WIB2 Mins Read
Anggota OPM menyatakan diri kembali ke NKRI (Foto: ANTARA / Paulus Pulo)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Konflik antara Pemerintah Indonesia dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan salah satu isu yang memerlukan penanganan khusus. Pendekatan intelijen memainkan peran yang penting dalam penanganan tersebut.

Gerakan separatis OPM telah menjadi duri dalam daging bagi pemerintah selama beberapa dekade. Konflik ini tidak hanya memiliki aspek militer, namun juga sosial, ekonomi, dan budaya.

Intelijen juga memiliki peran kunci dalam memahami dan menangani konflik, termasuk konflik di Papua. Berbeda dari pendekatan militer, pendekatan intelijen yang efektif harus melibatkan pemahaman mendalam tentang kondisi sosial dan budaya setempat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membuka dialog dengan tokoh masyarakat dan pemimpin lokal untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai akar permasalahan serta menjaring aspirasi masyarakat.

Salah satu contoh keberhasilan operasi intelijen di Papua terjadi tahun 2017. Di tengah meningkatnya ketegangan dengan OPM, TNI mengimplementasikan pendekatan yang lebih humanis dan dialogis.

Pendekatan ini tidak hanya fokus pada pengumpulan informasi, tetapi juga pada upaya mencari penyelesaian konflik melalui cara-cara yang lebih damai dan inklusif. TNI melakukan penggalangan agar mereka yang terlibat dalam OPM bersedia untuk kembali ke NKRI.

Melalui dialog yang intensif dan pendekatan yang humanis, 77 anggota OPM secara sadar memilih untuk kembali ke pangkuan NKRI. Hal ini membuktikan bahwa dialog dan komunikasi efektif bisa menjadi solusi yang lebih baik dibandingkan penggunaan kekerasan.

Operasi ini sendiri merupakan operasi penggalangan dalam jumlah terbesar yang pernah dilakukan di Papua. Otak dari keberhasilan tersebut tidak lain adalah I Nyoman Cantiasa, yang saat ini menjabat Wakil Kepala BIN.

Nyoman, saat itu Danrem173/PVB, menunjukkan bagaimana pendekatan dialogis dan humanis dapat diterapkan dalam sebuah operasi penggalangan.

Salah seorang dosen kajian Stratejik Intelijen Universitas Indonesia, Broto Wardoyo mengungkapkan, penggalangan merupakan salah elemen penting dalam kerja intelijen. Keberhasilan menggalang begitu banyak anggota OPM memperlihatkan kapasitas yqng baik dalam kerja intelijen.

“Dengan demikian, dapat diakui bahwa apa yang dilakukan oleh Nyoman tersebut menunjukkan kapasitas yang baik dalam kinerja intelijen,” ucap Broto dalam keterangannya, Rabu (22/5/2024).

Menurutnya, keberhasilan intelijen dalam penanganan OPM di Papua tersebut perlu digunakan kembali. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa dengan strategi intelijen yang tepat, konflik berkepanjangan dapat diredakan tanpa perlu mengandalkan kekuatan militer.

“Pendekatan ini memberikan pelajaran berharga bagi penanganan konflik di wilayah lain, baik di Indonesia maupun di dunia, bahwa solusi damai dan inklusif seringkali lebih efektif dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas jangka Panjang,” tandasnya

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Broto Wardoyo Konflik Papua NKRI OPM Organisasi Papua Merdeka Pendekatan Intelijen
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar

Padam Listrik

Warga Jakarta dan Tangsel Ngeluh Listrik Padam Sejak Subuh, Ini Penjelasan Resmi PLN

Korban Salah Sasaran, Santri di Karawang Dianiaya hingga Alami Luka Bakar Usai Dituduh Begal

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Sampai Gagal Cair! Ini Cara Mudah Ambil Bansos PKH, BPNT, dan Beras Agustus 2026

Kasus Bigmo Buka Polemik Baru, Kemkomdigi Desak YouTube Perketat Moderasi Konten Digital

Bikin Emosi! Nekat Ejek Pria Muslim Lagi Salat di Inggris, Siapa Sebenarnya Posie Parker?

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Kisah Pilu Om Maxim: Jadi Ayah Sekaligus Ibu Balita 1 Tahun, Intip Momen CCTV yang Bikin Mewek!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • 10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.