Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bernostalgia di Bandung, Eks Kiper Persib Ini Berharap Dukungan Bobotoh untuk Timnas Filipina

Sabtu, 26 September 2026 10:17 WIB

Karya Lokal Kelas Dunia! Goresan Pensil Siswa Majalengka Ini Sukses Digarap hingga Dinotice Seleb Hollywood

Sabtu, 26 September 2026 07:44 WIB

Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026

Sabtu, 26 September 2026 06:19 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bernostalgia di Bandung, Eks Kiper Persib Ini Berharap Dukungan Bobotoh untuk Timnas Filipina
  • Karya Lokal Kelas Dunia! Goresan Pensil Siswa Majalengka Ini Sukses Digarap hingga Dinotice Seleb Hollywood
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Berburu Cita Rasa Malam di Purwakarta: Deretan Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah
  • Bikin Panik Warga! Kabar Internet Nasional Mati 25–27 September Ternyata Hoaks
  • Warga Bandung Merapat! Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Dipajang di PVJ, Ada Meet and Greet Legenda
  • 3 Oleh-Oleh Dekat Braga Bandung yang Bikin Liburan Makin Lengkap, Ada Kuliner Tempo Dulu!
  • Kuliner Malam Bogor: Deretan Sajian Hangat Penggugah Selera di Kota Hujan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

77 Anggota OPM Kembali ke NKRI, Pendekatan Intelijen Humanis Kunci Tangani Konflik Papua

By Putra JuangRabu, 22 Mei 2024 16:32 WIB2 Mins Read
Anggota OPM menyatakan diri kembali ke NKRI (Foto: ANTARA / Paulus Pulo)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Konflik antara Pemerintah Indonesia dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan salah satu isu yang memerlukan penanganan khusus. Pendekatan intelijen memainkan peran yang penting dalam penanganan tersebut.

Gerakan separatis OPM telah menjadi duri dalam daging bagi pemerintah selama beberapa dekade. Konflik ini tidak hanya memiliki aspek militer, namun juga sosial, ekonomi, dan budaya.

Intelijen juga memiliki peran kunci dalam memahami dan menangani konflik, termasuk konflik di Papua. Berbeda dari pendekatan militer, pendekatan intelijen yang efektif harus melibatkan pemahaman mendalam tentang kondisi sosial dan budaya setempat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membuka dialog dengan tokoh masyarakat dan pemimpin lokal untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai akar permasalahan serta menjaring aspirasi masyarakat.

Salah satu contoh keberhasilan operasi intelijen di Papua terjadi tahun 2017. Di tengah meningkatnya ketegangan dengan OPM, TNI mengimplementasikan pendekatan yang lebih humanis dan dialogis.

Pendekatan ini tidak hanya fokus pada pengumpulan informasi, tetapi juga pada upaya mencari penyelesaian konflik melalui cara-cara yang lebih damai dan inklusif. TNI melakukan penggalangan agar mereka yang terlibat dalam OPM bersedia untuk kembali ke NKRI.

Melalui dialog yang intensif dan pendekatan yang humanis, 77 anggota OPM secara sadar memilih untuk kembali ke pangkuan NKRI. Hal ini membuktikan bahwa dialog dan komunikasi efektif bisa menjadi solusi yang lebih baik dibandingkan penggunaan kekerasan.

Operasi ini sendiri merupakan operasi penggalangan dalam jumlah terbesar yang pernah dilakukan di Papua. Otak dari keberhasilan tersebut tidak lain adalah I Nyoman Cantiasa, yang saat ini menjabat Wakil Kepala BIN.

Nyoman, saat itu Danrem173/PVB, menunjukkan bagaimana pendekatan dialogis dan humanis dapat diterapkan dalam sebuah operasi penggalangan.

Salah seorang dosen kajian Stratejik Intelijen Universitas Indonesia, Broto Wardoyo mengungkapkan, penggalangan merupakan salah elemen penting dalam kerja intelijen. Keberhasilan menggalang begitu banyak anggota OPM memperlihatkan kapasitas yqng baik dalam kerja intelijen.

“Dengan demikian, dapat diakui bahwa apa yang dilakukan oleh Nyoman tersebut menunjukkan kapasitas yang baik dalam kinerja intelijen,” ucap Broto dalam keterangannya, Rabu (22/5/2024).

Menurutnya, keberhasilan intelijen dalam penanganan OPM di Papua tersebut perlu digunakan kembali. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa dengan strategi intelijen yang tepat, konflik berkepanjangan dapat diredakan tanpa perlu mengandalkan kekuatan militer.

“Pendekatan ini memberikan pelajaran berharga bagi penanganan konflik di wilayah lain, baik di Indonesia maupun di dunia, bahwa solusi damai dan inklusif seringkali lebih efektif dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas jangka Panjang,” tandasnya

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Panik Warga! Kabar Internet Nasional Mati 25–27 September Ternyata Hoaks

Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box

Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi

Modal Kunci Asli, Dua Pelaku Gasak Isi Toko di Margaasih hingga Rugi Rp30,8 Juta

5 Provinsi dengan Kasus PHK Tertinggi, Jabar Tempati Posisi Pertama!

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Polri Bongkar 4 Dugaan Peristiwa Korupsi

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.