bukamata.id – Sebuah video yang memperlihatkan perselisihan antara sopir ambulans dan panitia hajatan di Cilegon mendadak viral di media sosial. Rekaman berdurasi 1 menit 58 detik itu diunggah oleh akun TikTok @relawan_rescue, dan sejak diunggah, video ini telah ditonton lebih dari 1 juta kali, mendapat berbagai komentar dari warganet yang prihatin.
Dalam video tersebut, terlihat dua pria berbaju batik melontarkan makian kepada sopir ambulans, sementara warga sekitar berusaha menenangkan suasana agar tidak terjadi baku hantam. Konflik ini memicu pertanyaan tentang kesadaran masyarakat terhadap prioritas kendaraan darurat, terutama dalam kondisi yang bisa menyangkut nyawa seseorang.
“Driver ambulance sekaligus pemilik ambulance Relawan Rescue Banten diintimidasi karena tidak bisa keluar parkiran,” tulis keterangan dalam unggahan, dikutip pada Kamis, 5 Februari 2026.
Jalan Tertutup oleh Mobil Tamu Hajatan
Sopir ambulans menjelaskan bahwa kendaraannya tidak bisa keluar dari area parkir karena jalan dipenuhi mobil tamu undangan. Lokasi kejadian adalah area pernikahan yang berada persis di dekat akses keluar ambulans, sehingga ruang gerak kendaraan darurat itu tertutup.
“Tuh, nikahan ganggu nutup jalan orang. Ini ambulans mau lewat jemput pasien,” ujar sopir ambulans, menekankan urgensi situasi yang dihadapinya.
Ia menambahkan, sebelum ketegangan terjadi, dirinya sudah memberi isyarat agar kendaraan yang menghalangi segera dipindahkan. Lampu kendaraan telah dinyalakan sebagai tanda bahwa ambulans siap keluar dari garasi.
“Udah dinyalakan pas mau keluar garasi, tujuan biar yang punya mobil tau kalo ada ambulans mau keluar,” jelasnya.
Sopir Ambulans Dimaki Saat Menunggu Jalan
Alih-alih mendapat jalan, sopir ambulans justru mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan dari panitia hajatan. Ia mengaku dimaki-maki saat hanya berusaha menunggu agar ambulans bisa melewati tumpukan kendaraan tamu.
“Tapi justru saya dimaki-maki. Dibilang, ‘Nggak liat ada event? Dia bilang gitu, lalu saya jawab saya mau jemput pasien,” kata sopir tersebut, menirukan percakapan yang terjadi di lokasi.
Situasi memanas, hingga sopir ambulans harus menegaskan prioritas kendaraan darurat di tengah ketegangan itu:
“‘Lebih penting nyawa atau acara?’ Saya bilang gitu,” lanjutnya.
Warga sekitar akhirnya turun tangan untuk menenangkan kedua belah pihak. Namun, sopir ambulans tetap dihadapkan pada dilema: harus menunggu perselisihan reda, atau segera berangkat demi nyawa pasien yang menunggu.
Memilih Keselamatan Pasien di Atas Segalanya
Sadar bahwa waktu adalah hal yang krusial, sopir ambulans memutuskan untuk meninggalkan lokasi dan langsung menuju pasien yang membutuhkan pertolongan.
“Bapak dan tetangga saya yang nyuruh cepet-cepet jemput pasien aja dibanding ladenin mereka,” paparnya. Keputusan ini menunjukkan prioritas utama seorang sopir ambulans: menyelamatkan nyawa, bukan berdebat dengan tamu hajatan.
Sebelum meninggalkan lokasi, sopir ambulans kembali menekankan pesan penting kepada masyarakat: kendaraan darurat harus mendapat prioritas di jalan, terutama saat keadaan darurat.
“Ini ambulans, mobil darurat. Di jalan ini prioritas,” ujarnya.
Penjelasan Tambahan dari Sopir Ambulans
Tak hanya melalui video, sopir ambulans juga memberikan penjelasan tambahan melalui kolom komentar unggahan. Ia menegaskan bahwa pihak yang mengatur parkir di lokasi hajatan lah yang menjadi penyebab utama kemacetan ambulans, bukan warga atau panitia hajatan itu sendiri.
“Yang hajat mah nggak salah, yang salah yang atur parkir. Udah tau ambulans, malah depannya ditutup mobil parkir. Tukang parkir nyuruh parkir depan ambulans, padahal jalan luas,” jelasnya.
Kronologi ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa keberadaan kendaraan darurat tidak bisa diperlakukan sama seperti kendaraan pribadi. Kecepatan, akses, dan ruang gerak ambulans seringkali menjadi perbedaan antara hidup dan mati bagi pasien yang menunggu pertolongan.
Viral dan Reaksi Warganet
Video ini menjadi viral bukan hanya karena konflik yang terjadi, tetapi juga karena pesan moral yang disampaikan. Warganet ramai-ramai menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan darurat. Banyak komentar yang meminta agar panitia acara dan masyarakat secara umum memahami bahwa nyawa selalu lebih penting daripada acara, meskipun acara tersebut adalah pernikahan atau hajatan besar.
Beberapa komentar menekankan pentingnya edukasi tentang hak-hak kendaraan darurat di jalan raya. “Ini pelajaran buat semua orang, kalau ambulans ada, beri jalan. Nyawa manusia lebih penting daripada apapun,” tulis salah satu pengguna TikTok.
Sementara itu, sebagian warganet juga menyayangkan perilaku panitia hajatan dan pihak pengatur parkir yang menutup akses ambulans. Banyak yang menekankan bahwa koordinasi yang lebih baik antara penyelenggara acara dan pihak keamanan atau parkir dapat mencegah insiden serupa.
Pelajaran dari Insiden Cilegon
Kejadian ini menjadi refleksi penting bagi semua pihak. Tidak hanya panitia hajatan, tapi juga masyarakat luas perlu memahami prioritas kendaraan darurat. Ambulans bukan sekadar kendaraan, tetapi simbol pertolongan yang membawa harapan bagi pasien yang menunggu. Ketika akses terhalang, konsekuensinya bisa fatal.
Selain itu, insiden ini menunjukkan bahwa koordinasi dan pengaturan parkir di lokasi acara menjadi hal krusial. Dengan perencanaan yang baik, konflik bisa dihindari dan ambulans dapat menjalankan tugasnya tanpa hambatan.
Dalam kasus Cilegon, sopir ambulans menunjukkan ketenangan dan prioritas yang jelas. Alih-alih terjebak dalam emosi perselisihan, ia memilih menyelamatkan nyawa pasien terlebih dahulu. Sikap ini menjadi contoh bagi masyarakat tentang tanggung jawab dan profesionalisme petugas darurat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











