bukamata.id – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) baru saja merilis pembaruan peringkat kompetisi klub zona Timur pada 20 Mei 2025.
Dalam update terbaru tersebut, kabar kurang menyenangkan datang bagi sepak bola Indonesia, Liga 1 turun ke peringkat ke-11, bahkan kini berada di bawah Liga Kamboja.
Penurunan ini terjadi karena sejumlah kompetisi di Asia Timur, termasuk Liga 1 Indonesia, Liga Super Malaysia, dan Liga Thailand, telah menyelesaikan musim 2024/2025 dan menentukan juaranya.
Di Indonesia, Persib Bandung keluar sebagai juara Liga 1 2024/2025. Di Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT) kembali mendominasi, sementara di Thailand, Buriram United berhasil mempertahankan gelar.
Namun, dominasi klub-klub ASEAN tersebut belum cukup mendongkrak posisi Liga 1 di mata AFC. Turunnya peringkat membuat Liga 1 terancam kehilangan slot ke Asian Champions League Elite (ACL Elite), kasta tertinggi kompetisi antarklub Asia.
Hanya Dapat Slot di Kasta Kedua dan Ketiga Asia
Akibat penurunan ini, Liga 1 hanya mendapat satu slot ke ACL Two, kompetisi kasta kedua Asia, dan satu slot ke AFC Challenge League, kompetisi kasta ketiga. Situasi ini jelas menjadi alarm serius bagi kualitas kompetisi domestik.
Wacana 11 Pemain Asing Demi Bersaing di Asia
PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi kini tengah menyusun langkah strategis demi meningkatkan kualitas Liga 1. Salah satunya adalah dengan wacana memperbolehkan klub menggunakan 11 pemain asing, sejalan dengan kebijakan baru dari AFC.
Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa mulai musim depan, klub diizinkan mendaftarkan hingga 11 pemain asing, meskipun hanya 8 yang boleh tampil di lapangan dalam satu waktu.
“Awalnya karena kami ingin tampil baik di Asia, bukan karena harga pemain lokal mahal atau alasan lain,” jelas Ferry Paulus.
“AFC telah memerdekakan setiap klub untuk mendatangkan pemain asing sebanyak mungkin,” tandasnya.
Thailand Unggul, Jepang dan Korea Masih Dominasi
Dalam daftar terbaru AFC, Liga Jepang masih menduduki peringkat pertama, disusul Liga Korea Selatan di posisi kedua.
Menariknya, Liga Thailand kini berada di peringkat ketiga, menjadikannya kompetisi terbaik di kawasan ASEAN.
Dengan kondisi ini, Indonesia harus berbenah jika ingin bersaing di level Asia. Tidak hanya soal regulasi, tetapi juga dalam hal tata kelola, kualitas pertandingan, hingga pengembangan pemain muda.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











