Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Idul Fitri 2026: Muhammadiyah Pastikan 20 Maret, NU Belum Final

Rabu, 18 Maret 2026 19:00 WIB

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

Rabu, 18 Maret 2026 18:00 WIB

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Rabu, 18 Maret 2026 17:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Idul Fitri 2026: Muhammadiyah Pastikan 20 Maret, NU Belum Final
  • Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis
  • Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah
  • Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya
  • H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg
  • Viral dengan Adegan Misterius yang Disensor! Wargnet Cari Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbaru
  • Persib di Jalan Terjal Menuju Hattrick Juara Liga 1 2025/2026
  • Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Antisipasi Pohon Tumbang, Disperkim Purwakarta Intensifkan Penjarangan Pohon Peneduh

By Putra JuangSenin, 22 Juli 2024 12:05 WIB3 Mins Read
Ilustrasi pohon tumbang. (Foto: bpbd.kuduskab)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Purwakarta, mulai mengintensifkan penjarangan atau penebangan pohon peneduh jalan. Mengingat, di musim kemarau datangnya angin kencang sangat berpotensi. Sehingga, hal tersebut perlu diantisipasi.

Sekertaris Disperkim Kabupaten Purwakarta, Dian Ardiansyah menjelaskan, sejak beberapa pekan terakhir pihaknya telah mengerahkan petugas untuk menyisir sejumlah titik sepanjang jalan kabupaten. Hal itu dilakukan, guna mencari pohon peneduh jalan yang dianggap rawan tumbang.

“Di musim kemarau seperti ini, potensi datangnya angin kencang cukup tinggi. Sehingga, ini perlu diantisipasi sedini mungkin supaya tidak ada pohon tumbang akibat angin kencang yang bisa membahayakan pengguna jalan,” ucap Dian dalam keterangannya, Senin (22/7/2024).

Dian menjelaskan, para petugas di lapangan akan memeriksa kondisi pohon-pohon peneduh yang dianggap membahayakan, misalnya keropos dan rawan tumbang. Maka, saat itu juga petugas akan langsung memangkasnya. Adapun yang menjadi kewenangan instansinya ini adalah pohon peneduh di sepanjang jalan milik kabupaten.

Baca Juga:  BMKG Prediksi Musim Kemarau Segera Berakhir di Sebagian Wilayah Indonesia

“Selain untuk meminimalisasi adanya pohon tumbang yang bisa membahayakan para pengguna jalan, penjarangan ini juga bagian dari penataan kota supaya terlihat lebih asri dan rapi,” jelasnya.

Dian tak menampik, kemungkinan terjadinya pohon tumbang pun cukup besar. Mengingat, dari hasil inventarisasi jajaranya sampai saat ini masih banyak di‎ antara pohon peneduh tersebut telah lapuk dimakan usia.

Dalam hal ini, pihaknya juga mengimbau para pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas jalur yang terdapat pohon peneduh jalan.

Dengan kata lain, bukan tidak mungkin ada bagian cabang atau ranting pohon yang sudah kering atau lapuk itu tumbang. Apalagi, banyak pohon peneduh jalan yang sebagian besar diantaranya jenis angsana itu kondisinya sudah berumur tua. Sehingga, jika dibiarkan khawatir malah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.‎

Baca Juga:  Apresiasi Skema Tatanen di Bale Atikan, Herman: Pengejawantahan Nilai Pancaniti Sunda

“Jika pohon tersebut dibiarkan begitu saja, sangat beresiko tinggi. Khawatir, di kala terjadi angin kencang, batang pohon yang sudah rapuh itu akan tumbang dan menimpa pengguna jalan,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya telah menyiangakan tim reaksi cepat untuk melakukan penjarangan pohon. Dalam hal ini, pihaknya pun berharap keterlibatan dari masyarakat. Jadi, jika di wilayah mereka terdapat pohon yang dianggap rawan tumbang diharapkan segera melapor.

Masyarakat, juga bisa memanfaatkan call center 112 milik pemerintah untuk melapor, ataupun bisa melalui surat permohonan langsung ke instansinya. Timmya selalu standby 24 jam.

“Jadi, saat ada laporan, kami akan langsung menindaklanjutinya,” ujarnya.

Terkait pohon yang rawan tumbang saat musim penghujan ini, menurut dia, jumlahnya ada puluhan pohon. Pohon tersebut, tersebar di sepanjang jalan protokol di Purwakarta. Seperti di sepanjang Jalan Veteran, Jalan RE Martadinata (Jalan Tengah), serta Jalan Ibrahim Singadilaga.

Baca Juga:  BMKG Prediksi Musim Kemarau 2024 Bersifat Normal

“Kami intensifkan pengawasan. Diprioritaskan, pengawasan pada pohon yang rawan tumbang,” ungkapnya.

Dian mengatakan, sejauh ini untuk pohon peneduh di jalur kabupaten itu cenderung terus dipantau jajarannya. Justru, yang menjadi kesulitan dinasnya, itu upaya penjarangan pohon yang terdapat di jalur provinsi dan nasional. Karena, pohon-pohon di jalur nasional atau provinsi, itu tak bisa dilakukan sembarangan karena terbentur regulasi.

“Untuk pohon peneduh yang ada di jalur provinsi atau jalur nasional, kami tak punya kewenangan untuk melakukan penjarangan. Dalam hal ini, kami hanya sebatas bisa membantu mengordinasikan ke dinas terkait di pusat atau provinsi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Disperkim Kabupaten Purwakarta Kabupaten Purwakarta musim kemarau penebangan pohon Pohon Peneduh Pohon Tumbang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jadwal Idul Fitri 2026: Muhammadiyah Pastikan 20 Maret, NU Belum Final

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya

H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg

Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.