Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Banjir Hadiah Awal Pekan! Kode Redeem FF 4 Mei 2026 Resmi Rilis, Sikat SG2 Ungu dan Ribuan Diamond Gratis

Senin, 4 Mei 2026 07:23 WIB

Nonton di GBLA? Ini Area Tribun yang Tidak Bisa Diakses

Senin, 4 Mei 2026 06:00 WIB

Terungkap! Modus Telegram Misterius di Balik Link Video Viral ‘Bandar Bergetar’ Rp250 Juta

Senin, 4 Mei 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Banjir Hadiah Awal Pekan! Kode Redeem FF 4 Mei 2026 Resmi Rilis, Sikat SG2 Ungu dan Ribuan Diamond Gratis
  • Nonton di GBLA? Ini Area Tribun yang Tidak Bisa Diakses
  • Terungkap! Modus Telegram Misterius di Balik Link Video Viral ‘Bandar Bergetar’ Rp250 Juta
  • Jangan Salah Tempat! Begini Cara Tukar Tiket Persib vs PSIM 4 Mei 2026
  • HUT ke-40, PATELKI Tekankan Skrining Kesehatan Jadi Gaya Hidup Wajib
  • Resmi! BKPRMI Kabupaten Bandung Dilantik, Usung Visi Generasi Emas 2045
  • BREAKING! Persib Bandung Dikabarkan Gaet Winger Brasil dari Liga Kamboja
  • HATI-HATI! Link Video Bandar Batang Bergetar Bisa Jadi Jebakan Batman
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 4 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aplikasi Jagat Dikecam Usai Merusak Taman Kota, Pengembang Janji Perbaiki Aturan

By SusanaJumat, 10 Januari 2025 21:20 WIB2 Mins Read
Aksi berburu koin jagat di salah satu taman kota Bandung, Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aplikasi Jagat, yang dikenal sebagai platform sosial dengan fitur social map, memungkinkan penggunanya berbagi lokasi dan berinteraksi dalam komunitas.

Salah satu fitur unggulan yang menarik perhatian adalah Treasure Hunt, permainan berburu koin yang mengharuskan pemain mencari koin yang tersebar di berbagai lokasi.

Koin-koin ini dapat ditukar dengan uang tunai, dengan hadiah yang bervariasi, mulai dari Rp300.000 hingga Rp100.000.000.

Namun, permainan ini menimbulkan masalah serius di lapangan. Banyak pengguna yang menggali tanah dan merusak tanaman di taman kota untuk mencari koin, yang tentu saja berdampak pada keberlanjutan ruang publik dan fasilitas umum.

Baca Juga:  Lewat Dedi Mulyadi, Kepala Sekolah SMK Lingga Kencana Depok Sampaikan Permohonan Maaf pada Keluarga Korban

Beberapa taman yang terdampak kerusakan ini termasuk Taman Sukajadi dan Taman Tega Lega di Kota Bandung.

Menanggapi masalah tersebut, pihak Jagat mengeluarkan klarifikasi dan permohonan maaf. Dalam klarifikasinya, Jagat mengungkapkan komitmennya untuk menjaga ketertiban dan kelestarian ruang publik.

Mereka juga menegaskan bahwa mereka telah memperbarui aturan dalam permainan tersebut untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

“Sehubungan dengan adanya laporan mengenai kerusakan fasilitas di taman kota Bandung, kami ingin menyampaikan permohonan maaf. Kami juga menegaskan komitmen kami untuk menjaga ketertiban ruang publik,” tulis pihak Jagat dalam klarifikasinya.

Baca Juga:  Viral! Warga yang Kedapatan Buang Sampah di Desa Cinanjuang Ungkap Permohonan Maaf

Lebih lanjut, pihak Jagat menjelaskan bahwa kini mereka memberlakukan sanksi tegas bagi pemain yang terbukti merusak fasilitas umum selama mengikuti permainan.

“Kami menghargai masukan yang diberikan dan siap berdiskusi lebih lanjut untuk menemukan solusi yang lebih baik,” tambah pihak Jagat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, menyampaikan keprihatinannya atas dampak negatif yang ditimbulkan oleh permainan berburu koin ini.

Rizki menegaskan bahwa meskipun permainan dapat menjadi wadah kreativitas, hal itu tidak boleh merusak fasilitas publik, seperti taman kota.

Baca Juga:  Dikecam Netizen, Eko Patrio Sampaikan Maaf Terbuka dan Janji Lebih Hati-hati

“Permainan yang melibatkan penggalian tanah dan perusakan tanaman jelas tidak dapat diterima. Kami sudah mengingatkan pihak pengembang aplikasi untuk mencari solusi agar kegiatan ini lebih ramah terhadap lingkungan,” ujar Rizki dalam konferensi pers di Balai Kota Bandung, Rabu (8/1/2025).

DPKP Kota Bandung berharap, ke depannya, pengembang aplikasi-aplikasi serupa lebih memperhatikan dampak kegiatan mereka terhadap ruang publik.

Melalui kerjasama yang baik antara pemerintah dan pengembang aplikasi, diharapkan taman-taman kota dan fasilitas publik lainnya di Kota Bandung dapat terjaga dengan baik dan tetap digunakan dengan bijak oleh masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berburu koin DKPP Kota Bandung Jagat permohonan maaf taman kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

HUT ke-40, PATELKI Tekankan Skrining Kesehatan Jadi Gaya Hidup Wajib

Resmi! BKPRMI Kabupaten Bandung Dilantik, Usung Visi Generasi Emas 2045

Tragedi Internship Dokter Muda di Palembang, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying

Mojang Bandung Meta Meliani Halawa: Menenun Masa Depan Lewat Rajutan Bisnis Sejak Bangku Sekolah

Bukan Anak Biasa! Aksi Gila Elnathan di Lintasan Slalom Bikin Dunia Skating Heboh

Mencekam! Detik-Detik Longsor Hantam Proyek PLTA Upper Cisokan Viral

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.