Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Turis Asing Terpikat, Ini 7 Surga Wisata Indonesia yang Tak Kalah Cantik dari Bali

Selasa, 3 November 2026 12:24 WIB

Mengupas Makna Dibalik Lirik ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’ yang Buat Aviwkila Pilih Vakum Medsos

Selasa, 3 November 2026 12:14 WIB

Intip Fantastisnya Penghasilan Nadia Omara usai Video KHW 400 Tembus Puluhan Juta Views!

Selasa, 3 November 2026 12:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Turis Asing Terpikat, Ini 7 Surga Wisata Indonesia yang Tak Kalah Cantik dari Bali
  • Mengupas Makna Dibalik Lirik ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’ yang Buat Aviwkila Pilih Vakum Medsos
  • Intip Fantastisnya Penghasilan Nadia Omara usai Video KHW 400 Tembus Puluhan Juta Views!
  • Sinyal Bahaya Emiten Raffi-Nagita: Saham RANS Ambles Lebih dari 50 Persen!
  • I.League Cup 2026/2027 Kick Off Hari Ini: Cek Jadwal 6 Matchday Pertama dan Nasib Persib Bandung
  • Penertiban 48 Bangli Bundaran Cibiru Bandung dan Jeritan Kompensasi Pedagang
  • Akhirnya Comeback! Dari Skandal Podcast Sampai Tutup Channel, Juan dan Eve Buka Lembaran Baru!
  • Ujian Fisik Skuad Persib: Usai Tarung di Australia, Langsung Tantang Java United di Pekan Ke-9
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Arkeolog Temukan Perhiasan Terbuat dari Meteor Berusia 3.000 Tahun

By Aga GustianaMinggu, 29 Desember 2024 22:23 WIB2 Mins Read
Harta karun yang ditemukan di Villena, Spanyol. (Foto: Villena Museum)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Para arkeolog menemukan harta karun berupa gelang dan gagang pedang berusia 3.000 tahun. Yang menakjubkan, benda-benda ini ternyata ditempa dari besi meteorit.

Penemuan ini menjadi bukti jika orang-orang Iberia dari Zaman Perunggu mengenakan perhiasan dan alat senjata yang terbuat dari batu luar angkasa.

Harta karun ini ditemukan pada 50 tahun lalu yang terkubur di bawah jalan raya di Villena, Spanyol.

Adapun harta karun tersebut terdiri dari 66 buah mangkuk, gelang, botol dan ornamen emas dan perak, serta beberapa potong yang terbuat dari besi.

Penelitian tim tersebut, yang dipublikasikan dalam jurnal Trabajos de Prehistoria, menduga bahwa potongan besi tersebut mungkin dibuat pada Zaman Perunggu Akhir, yakni sebelum manusia mulai bekerja dengan memanfaatkan perkakas besi.

Baca Juga:  Penemuan Jimat Kuno Berusia 1.800 Tahun, Buka Sejarah Tersembunyi Kekristenan di Eropa

Sementara mengutip Gizmodo, gelang tersebut seluruhnya terbuat dari besi, sedangkan objek setengah bola yang ditafsirkan sebagai gagang pedang, terbuat dari besi yang dilapisi dengan desain bintang berujung empat dari emas.

Untuk menentukan asal besi dalam timbunan tersebut, tim mengambil sampel potongan-potongan benda tersebut dan menguji komposisi nikel besi, yang cenderung lebih tinggi dalam besi dari luar angkasa dibandingkan besi dari daratan.

Baca Juga:  Arkeolog Gali Tempat Bahtera Nuh, Berharap Temukan Reruntuhan Sisa Kapal

Tim peneliti juga mencari unsur-unsur yang muncul dalam besi meteorit, seperti kobalt, menggunakan spektrometri massa. Mereka menemukan ada kemungkinan besar besi dalam timbunan tersebut berasal dari meteorit.

Contoh paling terkenal dari hal ini adalah belati meteorit milik firaun Tutankhamun, bilah kecil yang ditemukan di makam sang ‘Raja Muda’.

Analisis oleh tim lain yang diterbitkan pada Februari 2022 menunjukkan bahwa bilah pedang Tutankhamun dibuat melalui penempaan suhu rendah, tetapi tidak di Mesir.

Seperti dalam salah satu Surat Amarna berusia 3.400 tahun menyebutkan belati besi itu diberikan kepada kakek Tut, firaun Amenhotep III, oleh raja Mitanni, di wilayah Anatolia. Mungkin saja bilah pedang terkenal itu merupakan pusaka keluarga.

Baca Juga:  Ngeri! Praktik Kanibalisme di Inggris, Tulang-tulang Berserakan

Menurut El PaĆ­s, rekan penulis CSIC Institute of History, mengatakan bahwa pembuat harta karun tersebut dan dari mana mereka memperoleh besi tersebut, masih belum diketahui jelas.

Ada kemungkinan bahwa bahan yang digunakan untuk membuat harta karun Villena bukan berasal dari Spanyol. Analisis lebih lanjut dapat memperjelas asal-usul harta karun yang luar biasa ini, dan mungkin bahkan para pemakai barang-barang mewah kuno tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

arkeolog Spanyol
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026

Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak

Harry Kane Kalahkan Kylian Mbappe di Ballon d’Or 2026, Cuma Beda 28 Poin!

Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Big Match Chelsea vs MU hingga Liverpool vs Arsenal

Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.