Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Garena Free Fire

Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!

Jumat, 21 Agustus 2026 01:00 WIB
menonton film

Masih Suka Buka LK21? Ini 21 Aplikasi Nonton Film Legal Bebas Virus dan Tanpa Iklan!

Kamis, 20 Agustus 2026 22:19 WIB

Malaysia Kena Imbas Karhutla di Kalimantan, 108 Sekolah Tutup Sementara

Kamis, 20 Agustus 2026 21:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Masih Suka Buka LK21? Ini 21 Aplikasi Nonton Film Legal Bebas Virus dan Tanpa Iklan!
  • Malaysia Kena Imbas Karhutla di Kalimantan, 108 Sekolah Tutup Sementara
  • Kasus HIV/AIDS di Kuningan Naik Tiap Tahun: Tembus 1.354 Penderita, Merata di 32 Kecamatan
  • Siapa yang Akan Menjadi Juara Liga Premier Musim 2026–2027?
  • BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap! Cek Penerima Bansos Pakai NIK KTP, 18,25 Juta KPM Terdata
  • Terancam Hukuman Pidana, Ruben Onsu Resmi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan
  • Korban Overclaim Sales! Kasus Aa Juju Bikin Netizen Murka: Brand Bisa Hancur Kalau Gini!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Kronologi Kerusuhan Stadion Lukas Enembe: Dari Kekalahan Persipura hingga Pembakaran Ambulans Brimob

By Aga GustianaSabtu, 9 Mei 2026 08:09 WIB2 Mins Read
Kericuhan di Stadion Lukas Enembe. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kekecewaan mendalam menyelimuti pendukung Persipura Jayapura setelah tim kesayangan mereka dipastikan gagal kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League 2026/2027. Kekalahan tipis 0-1 dari Adhyaksa FC pada babak play-off, Jumat (8/5/2026), berakhir dengan kericuhan hebat yang melumpuhkan area Stadion Lukas Enembe.

Gol tunggal Adilson Silva menjadi mimpi buruk bagi tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut. Alih-alih merayakan kembalinya kejayaan, laga penentuan ini justru berubah menjadi medan anarkis yang mengakibatkan kerusakan fasilitas publik dan kendaraan bermotor.

Detik-Detik Ketegangan di Lapangan

Suasana mulai memanas beberapa menit sebelum laga usai. Asap pekat dari flare mulai menutupi tribun timur, menandakan protes keras dari suporter atas hasil pertandingan. Begitu wasit meniup peluit panjang, pertahanan keamanan jebol. Ratusan massa merangsek masuk ke tengah lapangan, memaksa pemain dan staf perangkat pertandingan segera dievakuasi ke ruang ganti demi keselamatan nyawa.

Aksi massa tak berhenti di situ. Bench pemain dirusak, dan pelemparan benda keras dilakukan ke arah akses keluar masuk pemain.

Pembakaran Kendaraan di Luar Stadion

Kerusuhan meluas hingga ke area parkir dan jalan raya di depan stadion. Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan, mengonfirmasi bahwa massa terpecah menjadi dua kelompok besar di sisi barat dan timur. Aksi pembakaran pun tidak terhindarkan.

“Massa di barat sama timur, terbagi 2. Ini terjadi pembakaran mobil-mobil penonton di depan stadion,” ujar AKBP Dionisius saat dikonfirmasi pada Jumat malam.

Laporan di lapangan menyebutkan sebuah mobil ambulans milik Brimob turut menjadi sasaran amuk massa hingga hangus terbakar. Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih bersiaga penuh di lokasi kejadian untuk menenangkan massa yang beringas.

Upaya Kepolisian Meredam Amuk Massa

Di tengah hujan pelemparan, AKBP Dionisius menegaskan bahwa anggotanya tetap bertahan di garis depan untuk mencegah dampak kerusakan yang lebih luas bagi warga sekitar.

“Saya masih di lapangan. Sementara kami masih berhadapan dengan massa di hadapan pintu stadion. Kami masih bertahan,” tegas Dionisius.

Pihak kepolisian terus mengedepankan pendekatan persuasif meski situasi sangat dinamis dan berbahaya.

“Kami tetap mencegah, mengimbau agar masyarakat tidak brutal dan anarkis. Sejauh ini kami masih berusaha memukul mundur massa,” sambungnya.

Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Persipura yang harus tertahan di divisi bawah, sementara Adhyaksa FC mencetak sejarah baru dengan mengamankan tiket promosi ke kasta tertinggi. Fokus keamanan saat ini adalah memastikan seluruh elemen pertandingan bisa meninggalkan area stadion dengan selamat dan mencegah api kerusuhan merembet ke pemukiman warga.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Adhyaksa FC Kerusuhan Jayapura persipura Sepak Bola Indonesia Stadion Lukas Enembe
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siapa yang Akan Menjadi Juara Liga Premier Musim 2026–2027?

Misi Kampiun Berturut-turut: Mikel Arteta di Ambang Sejarah Mengikuti Tiga Nama Legendaris Liga Inggris

Terbongkar! Di Balik Isu Mualaf Roberto Carlos & Deretan Bintang Bola Dunia yang Pilih Masuk Islam

US Open 2026: Bisakah Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka Pertahankan Gelar Juara Mereka? 

Legenda Timnas Brasil Roberto Carlos Jadi Mualaf?

Resmi! Tijjani Reijnders Tinggalkan Man City Setelah Semusim, Al Qadsiah Tebus Rp1,4 Triliun

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.