Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Garudayaksa Ngaku Underdog, Jebakan untuk Persib di Pakansari?

Minggu, 25 Oktober 2026 08:43 WIB

Harga Emas Antam Pegadaian Hari Ini Rp2.579.000, Buyback Turun

Minggu, 25 Oktober 2026 08:13 WIB

30 Orang Serang Juru Parkir di Pasar Induk Caringin, Satu Tewas

Minggu, 25 Oktober 2026 07:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Garudayaksa Ngaku Underdog, Jebakan untuk Persib di Pakansari?
  • Harga Emas Antam Pegadaian Hari Ini Rp2.579.000, Buyback Turun
  • 30 Orang Serang Juru Parkir di Pasar Induk Caringin, Satu Tewas
  • Pemerintah Siapkan Rp31,8 Triliun, Ini Daftar 6 Bansos dan Diskon yang Cair Hingga Akhir 2026
  • Jelajah Rasa di Kota Militer: 10 Wisata Kuliner Khas Cimahi yang Wajib Dicoba
  • Bosan Suasana Kota? 7 Spot Hidden Gem di Cimahi Ini Pas Buat Refresing Singkat
  • Tampil Agresif di Phillip Island, Marc Marquez Rajai Sprint Race MotoGP Australia Pasca-Insiden Jorge Martin
  • Gempuran Padatnya Jadwal Menguras Fisik Skuad Persib, Marc Klok Minta Doa Bobotoh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 25 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Kronologi Kerusuhan Stadion Lukas Enembe: Dari Kekalahan Persipura hingga Pembakaran Ambulans Brimob

By Aga GustianaSabtu, 9 Mei 2026 08:09 WIB2 Mins Read
Kericuhan di Stadion Lukas Enembe. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kekecewaan mendalam menyelimuti pendukung Persipura Jayapura setelah tim kesayangan mereka dipastikan gagal kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League 2026/2027. Kekalahan tipis 0-1 dari Adhyaksa FC pada babak play-off, Jumat (8/5/2026), berakhir dengan kericuhan hebat yang melumpuhkan area Stadion Lukas Enembe.

Gol tunggal Adilson Silva menjadi mimpi buruk bagi tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut. Alih-alih merayakan kembalinya kejayaan, laga penentuan ini justru berubah menjadi medan anarkis yang mengakibatkan kerusakan fasilitas publik dan kendaraan bermotor.

Detik-Detik Ketegangan di Lapangan

Suasana mulai memanas beberapa menit sebelum laga usai. Asap pekat dari flare mulai menutupi tribun timur, menandakan protes keras dari suporter atas hasil pertandingan. Begitu wasit meniup peluit panjang, pertahanan keamanan jebol. Ratusan massa merangsek masuk ke tengah lapangan, memaksa pemain dan staf perangkat pertandingan segera dievakuasi ke ruang ganti demi keselamatan nyawa.

Aksi massa tak berhenti di situ. Bench pemain dirusak, dan pelemparan benda keras dilakukan ke arah akses keluar masuk pemain.

Baca Juga:  Persib Sukses Buka Musim dengan Kemenangan 2-0 atas Semen Padang

Pembakaran Kendaraan di Luar Stadion

Kerusuhan meluas hingga ke area parkir dan jalan raya di depan stadion. Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan, mengonfirmasi bahwa massa terpecah menjadi dua kelompok besar di sisi barat dan timur. Aksi pembakaran pun tidak terhindarkan.

Baca Juga:  Waspada di Asia! Matricardi Ungkap Tantangan Besar yang Menanti Persib Musim Ini

“Massa di barat sama timur, terbagi 2. Ini terjadi pembakaran mobil-mobil penonton di depan stadion,” ujar AKBP Dionisius saat dikonfirmasi pada Jumat malam.

Laporan di lapangan menyebutkan sebuah mobil ambulans milik Brimob turut menjadi sasaran amuk massa hingga hangus terbakar. Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih bersiaga penuh di lokasi kejadian untuk menenangkan massa yang beringas.

Upaya Kepolisian Meredam Amuk Massa

Di tengah hujan pelemparan, AKBP Dionisius menegaskan bahwa anggotanya tetap bertahan di garis depan untuk mencegah dampak kerusakan yang lebih luas bagi warga sekitar.

“Saya masih di lapangan. Sementara kami masih berhadapan dengan massa di hadapan pintu stadion. Kami masih bertahan,” tegas Dionisius.

Baca Juga:  Rumor Ole Romeny dan Joey Pelupessy ke Persib Makin Kencang, Bung Harpa Ungkap Peluang Nyatanya

Pihak kepolisian terus mengedepankan pendekatan persuasif meski situasi sangat dinamis dan berbahaya.

“Kami tetap mencegah, mengimbau agar masyarakat tidak brutal dan anarkis. Sejauh ini kami masih berusaha memukul mundur massa,” sambungnya.

Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Persipura yang harus tertahan di divisi bawah, sementara Adhyaksa FC mencetak sejarah baru dengan mengamankan tiket promosi ke kasta tertinggi. Fokus keamanan saat ini adalah memastikan seluruh elemen pertandingan bisa meninggalkan area stadion dengan selamat dan mencegah api kerusuhan merembet ke pemukiman warga.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Sepak Bola Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

MotoGP

Tampil Agresif di Phillip Island, Marc Marquez Rajai Sprint Race MotoGP Australia Pasca-Insiden Jorge Martin

Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos

Tembus Rp36 Triliun! Cristiano Ronaldo Jadi Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Sejarah

Dua Emas Lagi! Indonesia Kokoh di 10 Besar Asian Para Games 2026

Dua Kali Penalti, Dua Kali Gagal: Alex Martins Bikin Persebaya Tumbang

French Open 2026: 8 Wakil Indonesia Serbu Perempat Final

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.