bukamata.id – Duel panas antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung kembali memanas jelang pekan ke-32 Super League Indonesia musim 2025/2026.
Kali ini, sorotan tertuju kepada kapten Persib, Marc Klok, yang resmi dilaporkan The Jakmania ke PSSI usai pernyataannya viral di media sosial.
Pernyataan Marc Klok Picu Polemik
Polemik bermula ketika Marc Klok mengajak Bobotoh datang ke Samarinda untuk menyaksikan laga Persija vs Persib yang akan digelar di Stadion Segiri pada Minggu, 10 Mei 2026.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari The Jakmania. Kelompok suporter Persija itu menilai ucapan Klok kurang tepat karena situasi rivalitas kedua tim sedang sensitif.
Apalagi, regulasi kompetisi masih melarang kehadiran suporter tim tamu pada pertandingan tandang demi alasan keamanan.
The Jakmania Resmi Kirim Surat ke PSSI
Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, mengatakan pihaknya resmi menyampaikan surat aspirasi kepada PSSI terkait ucapan Marc Klok.
“Hari ini kami dari Pengurus Pusat Jakmania menyampaikan surat aspirasi kami kepada pihak federasi berkaitan dengan statement salah satu pemain Persib Bandung yaitu Marc Klok yang menurut kami, kalau pun itu bercanda, kurang tepat di tengah situasi memanas seperti ini,” ujar Diky kepada wartawan di GBK Arena, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, kondisi pertandingan Persija vs Persib saat ini membutuhkan suasana yang lebih kondusif dan tidak memancing tensi antarsuporter.
Persija Gagal Main di Jakarta
Situasi rivalitas dinilai semakin sensitif karena Persija tidak dapat menggelar pertandingan di Jakarta dan harus memindahkan laga ke Samarinda.
The Jakmania menilai ajakan terhadap Bobotoh untuk datang ke Samarinda berpotensi menimbulkan persoalan keamanan.
“Ajakan untuk suporter Persib berangkat ke Samarinda rasanya kurang bijak dan kurang elok karena kita harus menjaga keamanan dan kenyamanan,” sambung Diky.
Klarifikasi Marc Klok Belum Redam Polemik
Usai pernyataannya viral, Marc Klok sudah memberikan klarifikasi. Pemain Timnas Indonesia itu menyebut ucapannya hanya sebatas candaan dan tidak bermaksud mengajak Bobotoh melakukan tur tandang.
Namun, klarifikasi tersebut dinilai belum cukup oleh The Jakmania karena pemain sepak bola dianggap memiliki pengaruh besar terhadap suporter.
“Pemain sepak bola itu seperti junjungan bagi suporter. Apa yang diucapkan biasanya diikuti,” tutur Diky.
Ia berharap situasi panas menjelang laga Persija vs Persib dapat segera mereda agar pertandingan berlangsung aman dan kondusif.
PSSI Sebut Situasi Sangat Sensitif
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengakui bahwa pernyataan bernada provokatif sangat sensitif menjelang pertandingan besar seperti Persija vs Persib.
Menurut Yunus, surat aspirasi dari The Jakmania akan diteruskan kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, serta jajaran Komite Eksekutif untuk ditindaklanjuti.
“Kita berharap jangan ada hal-hal provokatif yang disampaikan ke publik, walaupun itu bercanda. Situasi seperti ini sangat sensitif,” kata Yunus.
Ia juga menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi alat pemersatu, bukan pemicu konflik antarsuporter.
Persija vs Persib Diprediksi Panas
Laga Persija kontra Persib memang selalu menjadi pertandingan dengan tensi tinggi di sepak bola Indonesia. Selain rivalitas panjang, kedua tim juga sedang bersaing di papan atas klasemen Super League musim ini.
Tak heran jika setiap pernyataan pemain maupun suporter menjelang pertandingan menjadi sorotan besar publik.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








