bukamata.id – Atlet terjun payung Kabupaten Bandung, Widi Asih, yang mengalami kecelakaan saat Kejurda Terjun Payung di Pangandaran, akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Kejadian tragis ini terjadi setelah insiden pada 30 Desember 2025, di mana Widi bersama tim terjun dari ketinggian 10.000 ft.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan bahwa Widi Asih ditemukan pada Jumat, 2 Januari 2026, pukul 07.45 WIB.
“Korban ditemukan oleh nelayan Cilacap KM Murah R3zeki di Perairan Pangandaran,” jelas Ade.
Setelah menerima informasi, tim gabungan segera menuju lokasi untuk mengevakuasi jenazah ke TPI Batukaras sebelum dibawa ke RSUD Pandega. Dengan ditemukannya Widi Asih, operasi SAR resmi ditutup.
Koordinasi dengan Keluarga dan Pemakaman
Ketua KONI Kabupaten Bandung, Yana Suryana, menyampaikan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan keluarga korban di Banjaran, Kabupaten Bandung.
“Keluarga memutuskan jenazah akan dibawa ke Yogyakarta untuk dimakamkan,” ujarnya.
Yana menambahkan, pihaknya turut menyampaikan dukacita yang mendalam atas kepergian Widi Asih.
“Kami sangat kehilangan. Beliau merupakan atlet terjun payung andalan Kabupaten Bandung,” tambah Yana.
Kronologi Kecelakaan Terjun Payung
Kecelakaan terjadi saat Widi Asih dan empat anggota tim lainnya melakukan terjun payung. Perubahan arah angin secara mendadak menyebabkan Widi terhempas dan mengalami kecelakaan fatal.
Tiga rekannya berhasil mendarat dengan selamat, meski melenceng dari target. Sementara itu, Rusli ditemukan meninggal dunia beberapa saat setelah terjatuh. Widi Asih sendiri sempat dinyatakan hilang dan baru ditemukan beberapa hari setelah kejadian, dalam keadaan meninggal dunia.
Tragedi ini menjadi peringatan penting bagi keselamatan atlet terjun payung dan memicu perhatian dari komunitas olahraga di Kabupaten Bandung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











