Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kuliner Malam Bogor: Deretan Sajian Hangat Penggugah Selera di Kota Hujan

Sabtu, 26 September 2026 02:00 WIB

Wisata Kuliner Malam Karawang: Dari Sunda Autentik hingga Soto Legendaris

Sabtu, 26 September 2026 01:00 WIB

Perluas Akses Rute Bandung-Jakarta, TRAVL Resmikan Titik Keberangkatan Baru di Jalan Diponegoro

Jumat, 25 September 2026 20:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kuliner Malam Bogor: Deretan Sajian Hangat Penggugah Selera di Kota Hujan
  • Wisata Kuliner Malam Karawang: Dari Sunda Autentik hingga Soto Legendaris
  • Perluas Akses Rute Bandung-Jakarta, TRAVL Resmikan Titik Keberangkatan Baru di Jalan Diponegoro
  • Belum Main di Persib, Athaya Zahran dan Kevin Dikirim ke PSGC Ciamis untuk Misi Ini
  • Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Bolehkah Menggabung Niat Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Sunnah? Ini Penjelasan Fiqihnya
  • Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura FIFA ASEAN Cup 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Badan Geologi Sebut Gempa Tektonik Tidak Secara Langsung Pengaruhi Erupsi Gunung Api

By Putra JuangKamis, 6 Juni 2024 14:33 WIB2 Mins Read
(kiri) Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebanyak tujuh gunung api tercatat mengalami erupsi yang terjadi sejak Januari 2024. Ketujuh gunung itu di antaranya Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Ruang, Gunung Ibu, Gunung Marapi, Gunung Lewotobi Laki Laki dan Gunung Ili Lewotolok.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid mengatakan, letusan atau erupsi gunung api dan gempa tektonik merupakan dua aktivitas yang berbeda. Meski begitu, keduanya bisa saja saling mempengaruhi.

“Bahwa memang kalau dilihat kejadian gempa bumi di beberapa lokasi kemudian di samping itu juga ada aktivitas gunung api itu secara bersamaan atau beriringan itu sebenarnya ada kegiatan yang berbeda,” ucap Wafid dalam Konferensi Pers ‘Rangkaian Erupsi Gunung Api Sumatera-Sulawesi-Maluku-Nusa Tenggara Sejak Januari 2024’, Kamis (6/6/2024).

Wafid mengungkapkan, awal terbentuknya gunung api itu melalui proses-proses tektonik diawalnya. Namun, saat terbangunnya gunung api itu selanjutnya sesuai dengan karakteristik yang terjadi di masing-masing gunung.

Baca Juga:  Gunung Dukono di Maluku Utara Erupsi, PVMBG Tetapkan Status Waspada

“Bagaimana aktivitas kedalaman dari dapur magma, kemudian keenceran dari magma itu sendiri, kemudian terjadinya proses proses internal di magma itu sendiri yang menekan ke atas itu dibedakan dengan proses proses gempa tektonik yang terjadi,” jelasnya.

Sehingga, erupsi gunung api hanya dapat dipicu oleh gempa tektonik jika gunung api tersebut dalam kondisi sudah siap meletus.

Baca Juga:  Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Masyarakat Diimbau Tak Beraktivitas Radius 2 Km

“Jadi, tidak secara langsung gempa tektonik itu mempengaruhi aktivitas gunung api,” imbuhnya.

Senada dengan Wafid, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Hendra Gunawan mengatakan, peristiwa gempa tektonik tidak secara langsung mempengaruhi terhadap erupsi gunung api.

“Bahwa betul tidak secara langsung ada pengaruh dari gempa tektonik terhadap erupsi gunung api,” ujar Hendra.

Oleh karena itu, modernisasi peralatan juga penting dilakukan untuk mengetahui lokasi gempa tektonik lebih akurat.

“Kita sedang ada modernisasi peralatan, melengkapi sehingga kedepan kita bisa lebih akurat melokalisir gempa tektonik lokal itu tepatnya di sebalah mana,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dentuman Dini Hari Bandung & Raungan Krakatau: Rekam Jejak Monster Vulkanik hingga Firasat Tirta Siregar!

Sebab menurutnya, tanpa adanya modernisasi peralatan, pihaknya cukup kesulitan untuk mencari titik lokasi gempa tektonik itu terjadi.

“Karena kadang-kadang kalau kita kurang didukung oleh peralatan yang lebih lengkap lagi sehingga kita belum bisa menentukan lokasi gempa tektonik lokal yang lebih akurat.” imbuhnya.

“Bisa saja juga itu dimaksud dengan gempa tektonik lokal yang khususnya berada di bawah gunung itu mungkin sebenarnya gempa vulkanik dalam dengan kedalaman 15 Km, tapi itu yang kedepan akan terus kita perbaiki hal seperti,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Badan Geologi erupsi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box

Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi

Modal Kunci Asli, Dua Pelaku Gasak Isi Toko di Margaasih hingga Rugi Rp30,8 Juta

5 Provinsi dengan Kasus PHK Tertinggi, Jabar Tempati Posisi Pertama!

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Polri Bongkar 4 Dugaan Peristiwa Korupsi

HJKB ke-216, DPRD Bandung Kritik Pemkot yang Bergerak Setelah Viral

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.