Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

Minggu, 15 Maret 2026 17:00 WIB

Alwi Farhan dan Putri KW Tembus Final Swiss Open 2026, Indonesia Bidik Dua Gelar

Minggu, 15 Maret 2026 15:02 WIB

Selisih 4 Poin di Klasemen, Persib vs Borneo FC Jadi Laga Krusial Perebutan Gelar

Minggu, 15 Maret 2026 14:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026
  • Alwi Farhan dan Putri KW Tembus Final Swiss Open 2026, Indonesia Bidik Dua Gelar
  • Selisih 4 Poin di Klasemen, Persib vs Borneo FC Jadi Laga Krusial Perebutan Gelar
  • Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Jadi Viral, Part 2 Paling Dicari Warganet
  • Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan
  • Pertarungan Dua Raksasa! Persib vs Borneo FC, Siapa yang akan Kuasai Puncak?
  • Gadis 22 Tahun Dinikahi Kakek 65 Tahun: Seserahan Sultan, Mobil hingga Saham Bumi!
  • Catat Lokasinya! 21 Titik Wi-Fi Gratis Siap Temani Pemudik di Kabupaten Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 15 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bahaya Makanan dan Minuman Kemasan untuk Anak, Ahli Gizi Sebut Orang Tua Berperan Penting

By SusanaSelasa, 6 Agustus 2024 19:40 WIB2 Mins Read
Minuman Manis Kemasan. (Foto: Ilustrasi/Stefan Schweihofer dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Belakangan ini marak kasus gangguan ginjal yang menyebabkan anak harus menjalani tindakan cuci darah. Disinyalir, hal itu disebabkan karena tingginya konsumsi makanan atau minuman pemanis dalam kemasan.

Dokter sekaligus ahli gizi masyarakat, dr. Tan Shot Yen mengatakan, bahaya dalam makanan atau minuman kemasan itu ada bahaya jangka pendek dan panjang.

Selain itu, hal ini juga bukan ranah BPOM untuk menjelaskan terkait bahaya makanan atau minuman kemasan, meski BPOM sendiri yang mengeluarkan izin.

“Kita luruskan dulu soal bahaya, kalau dibilang bahaya tentu kita bicara jangka pendek dan jangka panjang, dan kita harus berpikir juga semua yang beredar itu kan sudah dapat izin dari BPOM, tinggal masalahnya adalah itu bukan ranahnya BPOM untuk bisa menjelaskan bahwa kalau kita konsumsi seumur hidup sampai kecanduan, nah apalagi anak-anak, itu tentu bukan ranahnya BPOM,” papar dr. Tan saat dihubungi, Selasa (6/8/2024).

Baca Juga:  Niat Bela Anak, Orang Tua Labrak Guru di Subang Malah Babak Belur di Medsos

Oleh karena itu, dr. Tan menilai bahwa hal ini merupakan peran orang tua untuk bijak dalam memberikan jajanan kepada anaknya.

“Jadi, walaupun katanya sudah dirilis izin oleh BPOM, ini menjadi penting bagi orang tua untuk menjadi lebih bijak apabila memberikan jajanan buat anaknya, itu yang pertama,” ungkapnya.

Kemudian, dr. Tan juga meminta orang tua untuk memberi contoh dalam mengkonsumsi makanan atau minuman kemasan.

Baca Juga:  Ribut Makan Siang Gratis, Dedi Mulyadi Berikan Rp15 Ribu pada Orang Tua untuk Olah Bekal Siswa

“Dan yang kedua adalah, orang tuanya sendiri memberi contoh atau tidak, anak-anak terkena dengan macem-macem itu biasanya orang tuanya itu juga pernah, maka orang tuanya itu juga harus menjadi contoh rajin makan makanan rumahan, orang tua generasi z atau milineal sekarang ini dikit-dikit jajan, ya tentu anaknya juga,” jelasnya.

dr. Tan menegaskan, bahwa produk kemasan memang diciptakan untuk membuat kecanduan, sehingga ini menjadi perhatian penting bagi orang tua.

“Dan perlu diingat kalau produk selalu diciptakan untuk kecanduan, karena tujuannya adalah mencari keuntungan, nah sehat ga sehat ya itu tergantung,” ujarnya.

“Nah masalahnya yang kita tidak sadari makanan yang dikemas itu yang tidak dibutuhkan oleh tubuh manusia, tetapi kecanduan, nah itu menjadi masalah,” sambungnya.

Baca Juga:  Tahun Ajaran Baru, Emak-emak di Bandung Serbu Toko Buku

Terkait pentingnya peran orang tua tersebut, dr. Tan berpesan jangan sampai orang tua memberikan referensi atau kebiasaan yang buruk pada anak.

“Betul, karena yang pegang duit kan orang tuanya. Nah yang jadi masalah adalah ketika dalam taraf belajar anak ini belajar dengan cara yang ga bener, tadi pegang uang orang tuanya memberikan kemasan-kemasan yang tinggi gula, garam dan seterusnya,” ungkapnya.

“Nah, anaknya nanti ketika remaja bisa pegang duit, dia punya referensi adalah apa yang dia sukai sejak kecil,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ahli gizi cuci darah makanan dan minuman kemasan orang tua pemanis
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Catat Lokasinya! 21 Titik Wi-Fi Gratis Siap Temani Pemudik di Kabupaten Bandung

The Power of Viral! Usai Pesta Bollywood Disindir Habis-habisan, Jalan Sidoarjo Langsung Mulus?

Jumlahnya Besar dan Rentan, Rafael Situmorang Soroti Perlindungan Sosial Pekerja Informal

Ramai Dikaitkan dengan Kasus SAM, Ustadz Solmed: Inisial Saya SMM, Bukan SAM

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.