Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Sekadar Latihan, Ini yang Berubah di Persib Usai TC Hampir 2 Pekan di Bali

Sabtu, 22 Agustus 2026 04:00 WIB

Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Belum Cair? Cek NIK Sekarang, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Sabtu, 22 Agustus 2026 03:00 WIB
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis 22 Agustus 2026: Link DANA Kaget dan Cara Mudah Cuan Hari Ini!

Sabtu, 22 Agustus 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekadar Latihan, Ini yang Berubah di Persib Usai TC Hampir 2 Pekan di Bali
  • Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Belum Cair? Cek NIK Sekarang, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
  • Klaim Saldo DANA Gratis 22 Agustus 2026: Link DANA Kaget dan Cara Mudah Cuan Hari Ini!
  • Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
  • Bukan di GBLA? Laga Penentu Persib di ACL Two Terancam Geser ke Si Jalak Harupat
  • 14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran
  • Persib Punya 12 Pemain Asing, Igor Tolic Akhirnya Buka Suara soal Siapa yang Bakal Dilepas
  • Terbang Ke Australia Hingga Korea, Marc Klok Jujur Soal Beban Persib di ACL Two
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Niat Bela Anak, Orang Tua Labrak Guru di Subang Malah Babak Belur di Medsos

By Aga GustianaRabu, 5 November 2025 13:51 WIB3 Mins Read
Unggahan orang tua yang labrak guru di Subang malah dibanjiri respons negatif dari netizen. (Foto: Instagram)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Upaya seorang orang tua murid di Subang untuk mencari keadilan bagi anaknya justru berbalik arah. Alih-alih mendapat dukungan, aksinya melabrak guru di sekolah viral di media sosial dan menuai gelombang hujatan dari warganet.

Kejadian bermula dari unggahan video yang menampilkan adu mulut antara wali murid dengan seorang guru yang mengaku bernama Rana Setiaputra. Dalam video yang diunggah ulang oleh akun gosip @lambe_turah, sang ayah tampak datang ke sekolah dengan emosi tinggi setelah mengetahui anaknya diduga ditampar oleh guru.

“Ini Anda main gampar-gampar aja seorang guru di Subang SMP 2. Liatin tuh, Pak Dedi, tolong Pak,” ujar sang ayah dalam video tersebut, menandai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk meminta tindakan.

Namun, bukannya diam, guru Rana menanggapi dengan tenang. “Laporin aja ke Pak Dedi, laporin ke Pak Dedi, saya tunggu,” jawabnya.

Adu argumen pun tak terelakkan. Sang ayah menilai bahwa tindakan guru sudah kelewatan dan menyalahi aturan.

Baca Juga:  Gelar Konsolidasi, Gerindra Jabar Optimis Dedi Mulyadi Jadi Gubernur

“Harusnya panggil orang tua, jangan main tangan sendiri. Apakah boleh guru gampar anak? Nggak boleh, Bu, ada undang-undangnya sekarang,” ujarnya lantang.

Guru Rana justru balik menantang. “Undang-undang nomor berapa?” tanyanya.

Ayah itu pun menegaskan, “Bukan soal undang-undang, tapi nggak boleh guru main tangan. Jangan sampai kayak gitu.”

Kronologi dan Pengakuan Kedua Pihak

Dalam klarifikasinya, guru Rana Setiaputra mengakui telah menampar siswa, namun ia menegaskan bahwa tindakan itu dilakukan karena para siswa sudah berulang kali ditegur namun tetap melanggar aturan.

“Karena diomongkan baik-baik sudah tidak nurut, dengan cara-cara biasa anak-anak sudah pada ngelunjak,” ujarnya.

Rana mengaku tindakannya dipicu oleh perilaku sekelompok siswa yang memanjat tembok sekolah hingga roboh.

Di sisi lain, sang ayah melalui akun @mangdans_ juga memberi penjelasan.

“Saya akui anak saya salah gara-gara manjat tembok sampai roboh, tapi saya tidak suka cara guru sudah pakai kekerasan. Dan bukan anak saya saja yang kena gampar, delapan anak kena gampar,” tulisnya di unggahan video.

Baca Juga:  Alasan Dedi Mulyadi Sulap Kendaraan Dinas Gubernur Jadi Mobil Rumah Sakit

Netizen Berbalik Menghujat Orang Tua

Namun, niat sang ayah untuk membela anaknya justru menjadi bumerang. Warganet yang melihat video tersebut malah menilai sikap orang tua terlalu berlebihan dan mempermalukan guru di depan umum.

Banyak yang menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan di ruang publik dan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap pendidik.

“Saya dukung guru, bukan orang tuanya. Didikan keras itu perlu kalau anaknya sudah ngelunjak,” tulis salah satu netizen.

“Anak problematik lahir dari orang tua problematik. Udah salah, malah ngonten,” komentar lainnya.

“Sabar ya pak didik anaknya juga di rumah jangan cuma di titipin di sekolah buat didik bapak juga harusnnya jadi contoh yabg baik buat anaknnya bukan adudomba anak sama gurunya,” tambah akun lain dengan nada sinis.

Beberapa bahkan menyindir niat sang ayah yang dianggap ingin mencari sensasi dengan memviralkan masalah sekolah anaknya.

Respons Dedi Mulyadi: Masalah Harus Diselesaikan dengan Bijak

Kasus ini akhirnya menarik perhatian Dedi Mulyadi. Melalui akun Instagram @dedimulyadi71, ia menemui langsung guru yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi.

Baca Juga:  Menelisik Sejarah RSUD Al Ihsan dan Alasan Dedi Mulyadi Ubah Namanya Jadi Welas Asih

“Karena anaknya merokok, kemudian berkelahi dan loncat dari tembok sekolah,” jelas sang guru kepada Dedi.

Dedi menilai, kedua pihak memang memiliki kesalahan masing-masing, namun penyelesaiannya harus dilakukan dengan kepala dingin.

“Artinya ada kekeliruan oleh anak tersebut,” tegasnya.

“Saya sudah mendengarkan apa yang menjadi latar belakangnya. Selanjutnya saya juga akan bertemu dengan orang tuanya. Saya pikir masalah ini harus segera selesai,” ujarnya.

Bumerang dari Era Viral

Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana emosi di dunia nyata bisa berbalik arah di dunia maya. Aksi orang tua yang awalnya bermaksud mencari keadilan justru menjadi bahan sindiran publik.

Di tengah sorotan kamera dan media sosial, ruang antara membela dan mempermalukan sering kali kabur. Polemik di Subang ini bukan sekadar soal tamparan, tapi juga tentang bagaimana masyarakat memandang disiplin, emosi, dan etika publik di era digital.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi guru jawa barat orang tua siswa Subang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Belum Cair? Cek NIK Sekarang, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

14 Pohon di Jalan Pahlawan Bandung Dikuliti, 2 Dipastikan Mati! Motif Pelaku Bikin Heran

Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent

Gudang Hancur, Beras Utuh! Keteladanan Hati Warga NTT yang Bikin Satu Indonesia Terharu

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Status Penerima PKH dan BPNT Sekarang

7.326 PPPK Paruh Waktu Bandung Dapat Kepastian, Ini Alasan Belum Diangkat Jadi Penuh Waktu

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Game Free Fire
    Banjir Hadiah! Buruan Klaim Kode Redeem FF 19 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan
  • Ekspedisi Gahvara Yava 2026 Sukses Petakan Peta Baru Luweng Ombo Pacitan Sepanjang 8,2 Kilometer
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.