Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan

Sabtu, 10 Oktober 2026 21:02 WIB

Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:56 WIB
Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
  • Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit
  • Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust
  • The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Niat Bela Anak, Orang Tua Labrak Guru di Subang Malah Babak Belur di Medsos

By Aga GustianaRabu, 5 November 2025 13:51 WIB3 Mins Read
Unggahan orang tua yang labrak guru di Subang malah dibanjiri respons negatif dari netizen. (Foto: Instagram)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Upaya seorang orang tua murid di Subang untuk mencari keadilan bagi anaknya justru berbalik arah. Alih-alih mendapat dukungan, aksinya melabrak guru di sekolah viral di media sosial dan menuai gelombang hujatan dari warganet.

Kejadian bermula dari unggahan video yang menampilkan adu mulut antara wali murid dengan seorang guru yang mengaku bernama Rana Setiaputra. Dalam video yang diunggah ulang oleh akun gosip @lambe_turah, sang ayah tampak datang ke sekolah dengan emosi tinggi setelah mengetahui anaknya diduga ditampar oleh guru.

“Ini Anda main gampar-gampar aja seorang guru di Subang SMP 2. Liatin tuh, Pak Dedi, tolong Pak,” ujar sang ayah dalam video tersebut, menandai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk meminta tindakan.

Namun, bukannya diam, guru Rana menanggapi dengan tenang. “Laporin aja ke Pak Dedi, laporin ke Pak Dedi, saya tunggu,” jawabnya.

Adu argumen pun tak terelakkan. Sang ayah menilai bahwa tindakan guru sudah kelewatan dan menyalahi aturan.

Baca Juga:  Tegas! Langgar Larangan Study Tour, Sekolah di Jabar Terancam Sanksi

“Harusnya panggil orang tua, jangan main tangan sendiri. Apakah boleh guru gampar anak? Nggak boleh, Bu, ada undang-undangnya sekarang,” ujarnya lantang.

Guru Rana justru balik menantang. “Undang-undang nomor berapa?” tanyanya.

Ayah itu pun menegaskan, “Bukan soal undang-undang, tapi nggak boleh guru main tangan. Jangan sampai kayak gitu.”

Kronologi dan Pengakuan Kedua Pihak

Dalam klarifikasinya, guru Rana Setiaputra mengakui telah menampar siswa, namun ia menegaskan bahwa tindakan itu dilakukan karena para siswa sudah berulang kali ditegur namun tetap melanggar aturan.

“Karena diomongkan baik-baik sudah tidak nurut, dengan cara-cara biasa anak-anak sudah pada ngelunjak,” ujarnya.

Rana mengaku tindakannya dipicu oleh perilaku sekelompok siswa yang memanjat tembok sekolah hingga roboh.

Di sisi lain, sang ayah melalui akun @mangdans_ juga memberi penjelasan.

“Saya akui anak saya salah gara-gara manjat tembok sampai roboh, tapi saya tidak suka cara guru sudah pakai kekerasan. Dan bukan anak saya saja yang kena gampar, delapan anak kena gampar,” tulisnya di unggahan video.

Baca Juga:  Bapenda Jabar Siapkan Transformasi Pajak, Permudah Layanan Badan Usaha

Netizen Berbalik Menghujat Orang Tua

Namun, niat sang ayah untuk membela anaknya justru menjadi bumerang. Warganet yang melihat video tersebut malah menilai sikap orang tua terlalu berlebihan dan mempermalukan guru di depan umum.

Banyak yang menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan di ruang publik dan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap pendidik.

“Saya dukung guru, bukan orang tuanya. Didikan keras itu perlu kalau anaknya sudah ngelunjak,” tulis salah satu netizen.

“Anak problematik lahir dari orang tua problematik. Udah salah, malah ngonten,” komentar lainnya.

“Sabar ya pak didik anaknya juga di rumah jangan cuma di titipin di sekolah buat didik bapak juga harusnnya jadi contoh yabg baik buat anaknnya bukan adudomba anak sama gurunya,” tambah akun lain dengan nada sinis.

Beberapa bahkan menyindir niat sang ayah yang dianggap ingin mencari sensasi dengan memviralkan masalah sekolah anaknya.

Respons Dedi Mulyadi: Masalah Harus Diselesaikan dengan Bijak

Kasus ini akhirnya menarik perhatian Dedi Mulyadi. Melalui akun Instagram @dedimulyadi71, ia menemui langsung guru yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi.

Baca Juga:  Polisi Periksa 11 Saksi Terkait Tragedi di Pernikahan Anak Dedi Mulyadi dan Wabup Garut

“Karena anaknya merokok, kemudian berkelahi dan loncat dari tembok sekolah,” jelas sang guru kepada Dedi.

Dedi menilai, kedua pihak memang memiliki kesalahan masing-masing, namun penyelesaiannya harus dilakukan dengan kepala dingin.

“Artinya ada kekeliruan oleh anak tersebut,” tegasnya.

“Saya sudah mendengarkan apa yang menjadi latar belakangnya. Selanjutnya saya juga akan bertemu dengan orang tuanya. Saya pikir masalah ini harus segera selesai,” ujarnya.

Bumerang dari Era Viral

Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana emosi di dunia nyata bisa berbalik arah di dunia maya. Aksi orang tua yang awalnya bermaksud mencari keadilan justru menjadi bahan sindiran publik.

Di tengah sorotan kamera dan media sosial, ruang antara membela dan mempermalukan sering kali kabur. Polemik di Subang ini bukan sekadar soal tamparan, tapi juga tentang bagaimana masyarakat memandang disiplin, emosi, dan etika publik di era digital.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi guru jawa barat orang tua siswa Subang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.