bukamata.id – Sebanyak 14 pohon di Jalan Pahlawan, Kota Bandung, mengalami kerusakan setelah bagian batangnya dikelupas atau dikuliti oleh orang tak dikenal. Dari jumlah tersebut, dua pohon dipastikan tidak dapat diselamatkan karena kondisinya sudah cukup parah.
Sementara itu, 12 pohon lainnya masih memiliki peluang untuk bertahan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan melakukan perawatan khusus untuk membantu memulihkan jaringan batang pohon yang rusak.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, bagian kambium pada pohon yang masih bisa diselamatkan akan mendapatkan penanganan khusus. Perawatan dilakukan dengan membungkus bagian batang menggunakan medium tertentu serta memberikan obat untuk membantu proses pemulihan.
“Pohon dikuliti itu ada 14 pohon, tapi dua pohon tidak tertolong. Yang 12 pohon lagi masih tertolong, kita akan perbaiki kambiumnya dengan cara membungkus menggunakan medium dan juga diberi obat-obat khusus untuk mengembalikan kulitnya supaya tumbuh kembali,” kata Farhan kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).
Kulit Batang Pohon Diperkirakan Pulih dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandung memperkirakan bagian kulit batang pohon yang mengalami kerusakan dapat kembali tumbuh dalam waktu sekitar tiga bulan, selama proses perawatan berjalan dengan baik.
Farhan menegaskan, pemulihan pohon saat ini menjadi prioritas utama pemerintah. Sementara itu, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui siapa pelaku dan apa motif di balik aksi tersebut.
“Sekitar tiga bulan, Insya Allah kulitnya akan tumbuh lagi,” ujar Farhan.
Hingga kini, identitas pelaku yang mengelupas batang pohon di Jalan Pahlawan belum diketahui. Pemkot Bandung masih menelusuri motif aksi tersebut.
Pemkot Bandung Dalami Motif Pengelupasan Pohon
Farhan mengatakan, pemerintah belum dapat memastikan alasan seseorang sengaja mengelupas batang pohon di ruang publik tersebut.
Namun, apabila aksi tersebut ternyata berkaitan dengan kepentingan bisnis, Pemkot Bandung memastikan akan mengambil tindakan tegas.
“Modusnya masih didalami. Yang pasti kita lebih mengutamakan pemulihannya dulu. Karena motivasinya juga masih belum jelas,” katanya.
Farhan sebelumnya mengaku heran dengan aksi pengelupasan batang pohon tersebut. Pasalnya, pohon yang berada di median Jalan Pahlawan bukan merupakan jenis tanaman yang dikenal memiliki kulit bernilai ekonomis.
“Kita belum tahu motivasinya apa. Kalau sampai pohon di median itu mati, untungnya apa? Apalagi itu bukan pohon yang terkenal dengan kulit kayunya,” ujar Farhan, Senin (17/8/2026).
Menguliti Pohon Bisa Mengancam Kelangsungan Hidupnya
Kerusakan pada kulit batang pohon tidak bisa dianggap sebagai tindakan sepele. Bagian kulit dan jaringan di bawahnya memiliki fungsi penting dalam mendukung kehidupan pohon.
Ketika lapisan batang dikelupas dalam area yang cukup luas, jaringan pengangkut nutrisi dan air dapat terganggu. Jika kerusakan semakin parah, pohon berisiko mengalami penurunan kondisi hingga akhirnya mati.
Karena itu, Pemkot Bandung tidak hanya fokus mencari pelaku, tetapi juga berupaya menyelamatkan pohon yang masih memungkinkan untuk dirawat.
Satpol PP Dilibatkan, Pengawasan Ruang Publik Diperketat
Untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi, Pemkot Bandung akan meningkatkan pengawasan terhadap ruang publik, termasuk kawasan yang memiliki banyak pepohonan.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turut diterjunkan untuk membantu mencari pelaku. Pemerintah juga menyiapkan tim khusus yang melibatkan perangkat daerah terkait dan kelurahan setempat.
Tim tersebut nantinya bertugas melakukan pemantauan sekaligus mendeteksi lebih awal tindakan yang berpotensi merusak pohon maupun fasilitas umum.
Salah satu kawasan yang akan menjadi perhatian dalam program tersebut adalah Taman Lalu Lintas.
“Pengawasan ke depan akan lebih ditingkatkan. Tim khusus ini akan mendeteksi lebih awal kalau ada tindakan yang berpotensi merusak pohon atau fasilitas,” ungkap Farhan.
Kasus 14 pohon dikuliti di Jalan Pahlawan Bandung kini menjadi perhatian Pemkot Bandung. Selain mengejar pelaku, pemerintah memilih memprioritaskan penyelamatan 12 pohon yang masih memiliki peluang hidup, sekaligus memperkuat pengawasan agar aksi perusakan ruang hijau kota tidak kembali terjadi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










