Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos 2026 Tahap 3 Cair! Ini Jadwal, Besaran, dan Cara Cek Penerima Terbaru

Jumat, 3 Juli 2026 05:00 WIB

Cuanki Sadaya Bandung, Kuliner Jadul Rasa Autentik yang Ramai Diburu

Jumat, 3 Juli 2026 04:00 WIB

Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?

Jumat, 3 Juli 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos 2026 Tahap 3 Cair! Ini Jadwal, Besaran, dan Cara Cek Penerima Terbaru
  • Cuanki Sadaya Bandung, Kuliner Jadul Rasa Autentik yang Ramai Diburu
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Terlambat! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 3 Juli 2026, Dapatkan Skin Senjata dan Diamond Gratis
  • Siap-siap! Bansos BPNT Tahap 3 Mulai Cair Juli 2026, Ini Tanda Saldo Rp600 Ribu Sudah Masuk KKS
  • Pergerakan Belum Selesai, Manajemen Persib Beri Kode Soal Rumor Mariano Peralta
  • 5 Kuliner Viral Bandung 2026 yang Lagi Diburu, Nomor 4 Bikin Antre Panjang!
  • Melawan Arus! Kisah Andi Saputra, Mantan Jurnalis yang Menjadi ‘Suara Tunggal’ Pembela Nadiem Makarim
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 3 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menelisik Sejarah RSUD Al Ihsan dan Alasan Dedi Mulyadi Ubah Namanya Jadi Welas Asih

By Aga GustianaSabtu, 5 Juli 2025 07:42 WIB3 Mins Read
RSUD Al Ihsan
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengganti nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengganti nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat.

Langkah perubahan nama tersebut bukan tanpa alasan. Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari upaya membentuk citra baru yang lebih dekat dengan kearifan lokal Sunda.

“Kedua, Al Ihsan itu kan ada memori panjang. Tidak usah disebutlah memori panjangnya, sehingga memori itu kita mencoba dibangun dengan brand baru,” ujarnya, dikutip Sabtu (5/7/2025).

Ia menambahkan, penggunaan nama “Welas Asih” dipilih karena memiliki makna yang lebih membumi dan mudah dipahami oleh masyarakat Jawa Barat. Kata tersebut mencerminkan semangat empati, kasih sayang, dan kedekatan sosial dalam layanan kesehatan.

Tak Sekadar Ganti Nama, Tapi Juga Peningkatan Layanan

Meski hanya perubahan nama secara administratif, Dedi menegaskan bahwa transformasi ini akan dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas medis.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Harap TKD Tak Ditunda Jika Kinerja Jabar Baik

“Paling dalam waktu dua tahun, saya sudah bicara dengan Menkes agar layanan di Al Ihsan bisa setara dengan Hasan Sadikin,” tegasnya.

Menurut Dedi, perubahan nama ini tidak membebani keuangan daerah karena cukup dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) tanpa memerlukan tambahan anggaran.

“Nama enggak ada kaitannya. Nama kan enggak ada biaya, cuma ganti nama. Nama itu kan cuma SK,” tambahnya.

Ia berharap wajah baru rumah sakit ini dapat memberikan pelayanan dasar yang lebih optimal bagi warga Bandung Raya dan sekitarnya.

Kilasan Sejarah RSUD Al Ihsan

Nama RSUD Al Ihsan tidak lepas dari sejarah panjang perjuangan dan dinamika pengelolaan rumah sakit di Jawa Barat. Berdiri sejak 1993, RS ini awalnya merupakan bagian dari amal usaha Yayasan Rumah Sakit Islam Al Ihsan yang didirikan oleh enam tokoh umat Islam di Jawa Barat.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Gandeng 751 Sekolah Swasta, Siapkan Bantuan bagi Puluhan Ribu Siswa yang Tak Tertampung di Negeri

Pembangunan dimulai pada 11 Maret 1993, bertepatan dengan 17 Ramadan 1414 H dan peringatan Nuzulul Qur’an. Operasional layanan kesehatan resmi dimulai pada 12 November 1995.

Namun, pada 2004, kepemilikan rumah sakit ini beralih ke Pemprov Jawa Barat setelah pendirinya, Ukman Sutaryan, terjerat kasus korupsi. Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No. 372 K/Pid/2003, seluruh aset RS Al Ihsan disita untuk negara.

Aset tersebut kemudian ditetapkan sebagai milik Pemprov Jabar melalui Keputusan Gubernur pada 10 Maret 2005, dan statusnya berubah menjadi RSUD Al Ihsan berdasarkan Perda No. 23 Tahun 2008. Sejak 2009, RS ini mulai mengadopsi model PPK-BLUD yang menggabungkan prinsip ekonomi dan fungsi sosial dalam pengelolaannya.

Makna Filosofis Nama RSUD Welas Asih

Pergantian nama menjadi RSUD Welas Asih, yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jabar No. 445 Tahun 2025 pada 19 Juni 2025, bukan sekadar formalitas. Nama ini sarat makna budaya dan sosial.

Baca Juga:  25 Tahun Menanti Perhatian: Anak-anak Citamiang Garut dan Jalan Terjal Menuju Sekolah

Masyarakat Sunda dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai seperti silih asih, silih asah, dan silih asuh. Melalui nama baru ini, pemerintah berharap dapat membangun kedekatan emosional antara rumah sakit dan masyarakat, serta menumbuhkan rasa kepemilikan.

Nama Welas Asih mencerminkan pendekatan pelayanan yang lebih humanis, ramah, dan inklusif di tengah transformasi layanan kesehatan publik.

Transformasi Sosial dan Harapan Baru

Perubahan nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih mencerminkan transformasi sosial yang lebih luas dalam pelayanan kesehatan di Jawa Barat. Tidak hanya mengganti identitas, tetapi juga menghadirkan semangat baru dalam mewujudkan rumah sakit yang lebih profesional, berkualitas, dan berakar pada nilai-nilai lokal.

Dengan target peningkatan pelayanan hingga setara dengan RS Hasan Sadikin, masyarakat di wilayah Bandung Raya patut menantikan wajah baru rumah sakit ini sebagai pusat pelayanan kesehatan yang lebih empatik dan bermartabat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Jabar Dedi Mulyadi Kesehatan Jawa Barat RSUD Al Ihsan RSUD Welas Asih Rumah Sakit Jawa Barat Sejarah RSUD Transformasi RS
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos 2026 Tahap 3 Cair! Ini Jadwal, Besaran, dan Cara Cek Penerima Terbaru

Melawan Arus! Kisah Andi Saputra, Mantan Jurnalis yang Menjadi ‘Suara Tunggal’ Pembela Nadiem Makarim

Di Balik Tato Korban YTR, Polisi Temukan Fakta Tak Terduga dari Hubungan Pelaku

Fraksi DPRD Jabar Beri Masukan Anggaran 2025, Gubernur Siap Jawab 7 Juli

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Lagu Gubahannya Tuai Kritik, Bupati Purwakarta Om Zein Akhirnya Take Down dan Minta Maaf

Rekonstruksi Kasus TH Digelar, Tersangka Akui Seluruh Perbuatan di Enam TKP

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.
    Dinilai Misoginis dan Hina Perempuan, Lirik Lagu Bupati Purwakarta Tuai Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.