Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi Hujan.

Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB

Senin, 26 Oktober 2026 14:53 WIB

Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri

Senin, 26 Oktober 2026 14:46 WIB

Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi

Senin, 26 Oktober 2026 14:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB
  • Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • 5 Wisata Air di Pangandaran Selain Pantai, Cocok Buat Liburan Akhir Pekan
  • BPNT Tahap 4 Rp600.000, PKH hingga Rp750.000: Cek Nama Penerima Oktober 2026
  • Siap-siap Razia! Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Digelar di Jabar Selama 14 Hari
  • Viral Video Pemusnahan Kosmetik di SMAN 1 Pacet Cianjur, Ini Penjelasan Pihak Sekolah
  • Igor Tolic Diskors, Bisakah Tetap Dampingi Persib Lawan Melbourne Victory?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 26 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menelisik Sejarah RSUD Al Ihsan dan Alasan Dedi Mulyadi Ubah Namanya Jadi Welas Asih

By Aga GustianaSabtu, 5 Juli 2025 07:42 WIB3 Mins Read
RSUD Al Ihsan
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengganti nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengganti nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat.

Langkah perubahan nama tersebut bukan tanpa alasan. Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari upaya membentuk citra baru yang lebih dekat dengan kearifan lokal Sunda.

“Kedua, Al Ihsan itu kan ada memori panjang. Tidak usah disebutlah memori panjangnya, sehingga memori itu kita mencoba dibangun dengan brand baru,” ujarnya, dikutip Sabtu (5/7/2025).

Ia menambahkan, penggunaan nama “Welas Asih” dipilih karena memiliki makna yang lebih membumi dan mudah dipahami oleh masyarakat Jawa Barat. Kata tersebut mencerminkan semangat empati, kasih sayang, dan kedekatan sosial dalam layanan kesehatan.

Tak Sekadar Ganti Nama, Tapi Juga Peningkatan Layanan

Meski hanya perubahan nama secara administratif, Dedi menegaskan bahwa transformasi ini akan dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas medis.

Baca Juga:  Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Jawa Barat Berakhir 30 September 2025

“Paling dalam waktu dua tahun, saya sudah bicara dengan Menkes agar layanan di Al Ihsan bisa setara dengan Hasan Sadikin,” tegasnya.

Menurut Dedi, perubahan nama ini tidak membebani keuangan daerah karena cukup dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) tanpa memerlukan tambahan anggaran.

“Nama enggak ada kaitannya. Nama kan enggak ada biaya, cuma ganti nama. Nama itu kan cuma SK,” tambahnya.

Ia berharap wajah baru rumah sakit ini dapat memberikan pelayanan dasar yang lebih optimal bagi warga Bandung Raya dan sekitarnya.

Kilasan Sejarah RSUD Al Ihsan

Nama RSUD Al Ihsan tidak lepas dari sejarah panjang perjuangan dan dinamika pengelolaan rumah sakit di Jawa Barat. Berdiri sejak 1993, RS ini awalnya merupakan bagian dari amal usaha Yayasan Rumah Sakit Islam Al Ihsan yang didirikan oleh enam tokoh umat Islam di Jawa Barat.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Klaim 90 Persen Masalah Bandung Zoo Tuntas, Tinggal Cari Pengelola Baru

Pembangunan dimulai pada 11 Maret 1993, bertepatan dengan 17 Ramadan 1414 H dan peringatan Nuzulul Qur’an. Operasional layanan kesehatan resmi dimulai pada 12 November 1995.

Namun, pada 2004, kepemilikan rumah sakit ini beralih ke Pemprov Jawa Barat setelah pendirinya, Ukman Sutaryan, terjerat kasus korupsi. Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No. 372 K/Pid/2003, seluruh aset RS Al Ihsan disita untuk negara.

Aset tersebut kemudian ditetapkan sebagai milik Pemprov Jabar melalui Keputusan Gubernur pada 10 Maret 2005, dan statusnya berubah menjadi RSUD Al Ihsan berdasarkan Perda No. 23 Tahun 2008. Sejak 2009, RS ini mulai mengadopsi model PPK-BLUD yang menggabungkan prinsip ekonomi dan fungsi sosial dalam pengelolaannya.

Makna Filosofis Nama RSUD Welas Asih

Pergantian nama menjadi RSUD Welas Asih, yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jabar No. 445 Tahun 2025 pada 19 Juni 2025, bukan sekadar formalitas. Nama ini sarat makna budaya dan sosial.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sentil Warisan Ridwan Kamil, Farhan Siap Bongkar Teras Cihampelas?

Masyarakat Sunda dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai seperti silih asih, silih asah, dan silih asuh. Melalui nama baru ini, pemerintah berharap dapat membangun kedekatan emosional antara rumah sakit dan masyarakat, serta menumbuhkan rasa kepemilikan.

Nama Welas Asih mencerminkan pendekatan pelayanan yang lebih humanis, ramah, dan inklusif di tengah transformasi layanan kesehatan publik.

Transformasi Sosial dan Harapan Baru

Perubahan nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih mencerminkan transformasi sosial yang lebih luas dalam pelayanan kesehatan di Jawa Barat. Tidak hanya mengganti identitas, tetapi juga menghadirkan semangat baru dalam mewujudkan rumah sakit yang lebih profesional, berkualitas, dan berakar pada nilai-nilai lokal.

Dengan target peningkatan pelayanan hingga setara dengan RS Hasan Sadikin, masyarakat di wilayah Bandung Raya patut menantikan wajah baru rumah sakit ini sebagai pusat pelayanan kesehatan yang lebih empatik dan bermartabat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Jabar Dedi Mulyadi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi Hujan.

Peta Penyemaian Hujan Buatan di Jabar: Ini 3 Zona Target Operasi Modifikasi Cuaca BNPB

Tewas Usai Nonton Persib di Pakansari, Kematian Pelajar SMA di Bogor Masih Jadi Misteri

Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi

Bansos

BPNT Tahap 4 Rp600.000, PKH hingga Rp750.000: Cek Nama Penerima Oktober 2026

Siap-siap Razia! Operasi Patuh Lodaya 2026 Resmi Digelar di Jabar Selama 14 Hari

Viral Video Pemusnahan Kosmetik di SMAN 1 Pacet Cianjur, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.