Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik

Rabu, 16 September 2026 02:00 WIB

Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong

Rabu, 16 September 2026 01:00 WIB

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Selasa, 15 September 2026 21:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
  • Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia
  • Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar
  • Pekan Ketiga Super League Memanas! Persib ke Jepara, Persija Kontra Java United
  • Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Akses Berubah Total, Lalin Diputar Imbas Proyek Gedung Sate–Gasibu

By SusanaKamis, 23 April 2026 11:00 WIB2 Mins Read
Gedung Sate. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) di kawasan Jalan Diponegoro, seiring proyek besar penyatuan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu. Penataan kawasan ini berdampak langsung pada perubahan arus kendaraan di pusat Kota Bandung.

Ruas Jalan Diponegoro yang selama ini menjadi jalur utama di depan Gedung Sate akan ditutup dan dialihfungsikan sebagai bagian dari perluasan halaman. Kebijakan ini membuat kendaraan tidak lagi bisa melintas lurus seperti sebelumnya.

Arus Dialihkan, Kendaraan Diputar Lewat Jalur Baru

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan bahwa rekayasa lalu lintas akan mengarahkan kendaraan untuk memutar mengelilingi kawasan baru Gedung Sate yang terintegrasi dengan Gasibu.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pertimbangkan Revisi Kerja Sama dengan TNI AD

Jika sebelumnya kendaraan dari arah Museum Geologi maupun DPRD Jabar bisa langsung melintasi Jalan Diponegoro, ke depan arus tersebut akan dibelokkan ke jalur baru. Skema ini dirancang agar mobilitas tetap berjalan meski ada penutupan jalan utama.

Jalan Majapahit dan Sentot Jadi Bagian Jalur Baru

Dalam skema rekayasa lalin, ruas Jalan Majapahit dan Jalan Sentot Alibasyah akan difungsikan sebagai bagian dari Jalan Diponegoro baru.

Jalur ini akan tersambung dengan Jalan Surapati, tepat setelah turunan Flyover Pasupati. Nantinya, kendaraan akan melintasi jalur melingkar yang mengitari kawasan Gedung Sate dan Gasibu.

Baca Juga:  Darurat Mental Pelajar Jawa Barat: Antara Hiruk Pikuk Politik dan Lanskap Pendidikan yang Sakit

Selain menjaga fungsi lalu lintas, desain ini juga mengedepankan estetika kawasan agar lebih tertata dan modern.

Dampak Rekayasa Lalin, Warga Diminta Antisipasi Perubahan

Rekayasa lalu lintas ini diperkirakan akan mengubah kebiasaan pengguna jalan, terutama di jam sibuk. Pengendara diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan dan mengantisipasi potensi kepadatan selama masa transisi.

Meski berdampak pada akses, Pemprov Jabar menilai langkah ini sebagai bagian dari penataan kota jangka panjang. Integrasi Gedung Sate dan Gasibu diharapkan menghadirkan ruang publik yang lebih luas dan nyaman bagi masyarakat.

Baca Juga:  Liburan Diam-Diam ke Jepang, Lucky Hakim Terancam Diberhentikan Sementara

Target Rampung Agustus 2026

Proyek penyatuan Gedung Sate dan Gasibu ditargetkan selesai pada 7 Agustus 2026. Kawasan baru ini rencananya akan dimanfaatkan untuk upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jawa Barat pada 17 Agustus 2026.

Namun, hingga kini belum ada kepastian waktu pasti penerapan penuh rekayasa lalu lintas tersebut. Pemerintah masih akan menyesuaikan dengan progres pembangunan di lapangan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Flyover Pasupati
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.