Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031

Rabu, 5 Agustus 2026 23:28 WIB

Prediksi Persib vs Persebaya Final Piala Presiden 2026: Mariano Peralta Starter atau Jadi Senjata Kejutan?

Rabu, 5 Agustus 2026 21:27 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kabar Baik! 33 Juta Warga Bakal Terima Bantuan Beras 30 Kg, Cek Apakah Anda Termasuk

Rabu, 5 Agustus 2026 21:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Prediksi Persib vs Persebaya Final Piala Presiden 2026: Mariano Peralta Starter atau Jadi Senjata Kejutan?
  • Kabar Baik! 33 Juta Warga Bakal Terima Bantuan Beras 30 Kg, Cek Apakah Anda Termasuk
  • Pecah Tangis Ruben Onsu! Akhirnya Buka Suara Soal Perceraian hingga Ucapan ‘Anak Pungut’ Onyo
  • Bukan Pemain Pelapis! Umuh Ungkap Kualitas Skuad Persib yang Bikin Lawan Ketar Ketir
  • Nekat Beraksi Demi Susu Anak, Pasutri Jambret HP di Panyileukan Bandung
  • Garuda di Ujung Tanduk! Cek Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura
  • Persib Tak Siapkan Konvoi Jika Juara Piala Presiden 2026, Fokus Bidik Liga dan ACL 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 6 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Banjir hingga Longsor di Dua Wilayah Jabar, Pemprov Belum Tetapkan Status Darurat Bencana

By SusanaSenin, 25 Maret 2024 21:00 WIB2 Mins Read
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin. (Foto: bukamata)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dua wilayah di Jawa Barat dilanda banjir bandang hingga longsor di waktu yang bersamaan, yakni Minggu (24/3/2024) malam. Peristiwa bencana alam tersebut membuat rumah warga, dan tempat ibadah rusak hingga adanya korban jiwa.

Peristiwa banjir bandang di Kabupaten Bandung Barat terjadi di Desa Sinargalih yang mengakibatkan jembatan terputus, jembatan merupakan penghubung antara Sinargalih dengan Cijambu.

Selain itu, di Kampung Joglo dikabarkan 10 unit rumah terendam, satu unit rumah terancam, dan satu unit sawah terdampak.

Adapun di wilayah Kampung Ciawi terendam banjir dengan ketinggian 3 M. Dilaporkan juga terdapat satu korban dilarikan ke rumah sakit karena tenggelam.

Sementara itu, longsor melanda Desa Cibenda tepatnya di Kampung Gintung yang mengakibatkan 30 bangunan tergusur dan tertimpa tanah. Kejadian itu setidaknya mengakibatkan satu orang meninggal dunia, 9 orang hilang dan ratusan warga dievakuasi.

Sedangkan untuk peristiwa banjir dan longsor di Kabupaten Bogor terjadi di Babakan Rawa Haur, Desa Sentul, Kecamatan Babakan Madang dan Kampung Jambu Lebak, Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, pada Minggu (24/3/2024) malam.

Peristiwa ini membuat satu orang hilang, dan menyebabkan dua orang luka berat dan tiga orang luka ringan.

Menanggapi peristiwa bencana alam ini, Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin memastikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pencarian korban hilang akibat longsor terutama di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Selain itu, status tanggap kebencanaan pun saat ini masih belum darurat. Artinya penanganan kebencanaan penuh masih dilakukan secara mandiri oleh kabupaten dan kota yang terdampak.

“Untuk Jabar belum (tanggap darurat), pencarian (korban) terus dilakukan kami minta kepada BPBD untuk menyelamatkan korban,” ujar Bey, Senin (25/3/2024).

Bey juga mengingatkan terkait potensi cuaca ekstrem yang telah dikeluarkan oleh BMKG sejak beberapa waktu lalu. Bahkan, cuaca ekstrem ini diperkirakan akan terjadi hingga akhir Maret 2024. Sehingga, Bey mengimbau masyarakat bisa lebih berhati-hati.

“Memang kami sampaikan kepada masyarakat agar berhati-hati dalam situasi seperti ini. Karena berulang kali sudah dikatakan BMKG bahwa hujan ekstrim ini masih akan terus berlangsung sampai Maret,” ujarnya.

Adapun, untuk dorongan relokasi bagi warga Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat yang terdampak longsor dan banjir, Bey menilai Pemprov Jabar perlu melakukan kajian lebih mendalam.

“Ini kan sudah ada peta dari PVMBG ada daerah merah, ada daerah hijau dan sebagainya. Tapi, relokasi itu kan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Nah ini kita pelajari lagi, bagaimana ke depannya. Nanti kita lihat lagi seperti apa,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir Bencana Alam Bey Machmudin Jabar longsor
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kabar Baik! 33 Juta Warga Bakal Terima Bantuan Beras 30 Kg, Cek Apakah Anda Termasuk

Begal

Nekat Beraksi Demi Susu Anak, Pasutri Jambret HP di Panyileukan Bandung

Dedi Mulyadi Siapkan Gerakan hingga Desa untuk Berantas Peredaran Tramadol di Jawa Barat

Ilustrasi HIV

74 Kasus Baru HIV Ditemukan di Kota Sukabumi, Sasar Usia Produktif hingga Libatkan Balita

Satpol PP Ungkap Pelaku Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Ternyata Subkontraktor Taman

Terpopuler
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
  • Timnas Indonesia Bungkam Timor Leste dan Kuasai Puncak Klasemen Piala AFF 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.