Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

BURUAN KLAIM! Kode Redeem FF Terbaru 18 April 2026: Dapatkan Skin Weapon Eksklusif dan Diamond Gratis!

Jumat, 17 April 2026 22:22 WIB

Rafael Situmorang: Pembangunan Harus Jaga Nilai Budaya Masyarakat

Jumat, 17 April 2026 22:16 WIB

Wajib Coba! 5 Kuliner Khas Subang yang Bakal Bikin Kamu Gagal Diet

Jumat, 17 April 2026 22:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • BURUAN KLAIM! Kode Redeem FF Terbaru 18 April 2026: Dapatkan Skin Weapon Eksklusif dan Diamond Gratis!
  • Rafael Situmorang: Pembangunan Harus Jaga Nilai Budaya Masyarakat
  • Wajib Coba! 5 Kuliner Khas Subang yang Bakal Bikin Kamu Gagal Diet
  • Rafael Situmorang: Masalah Penegakan Hukum Bukan Soal Individu, Tapi Sistem
  • Eksplorasi Kuliner Bogor: Antara Tradisi Legendaris dan Tren Kafe Estetik
  • Menyesap Keheningan di “Swiss van Java”: Pesona Wisata Subang yang Tak Pernah Habis
  • Rafael Situmorang Soroti Kultur hingga Lemahnya Pengawasan dalam Reformasi Kepolisian
  • Bukan Soal Kontrak, Bojan Hodak Justru Soroti Masalah Ini di Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 18 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang: Masalah Penegakan Hukum Bukan Soal Individu, Tapi Sistem

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 17 April 2026 22:06 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menilai bahwa persoalan dalam penegakan hukum di Indonesia tidak semata-mata terletak pada individu, melainkan pada sistem yang membentuk perilaku di dalamnya.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional di Rooftop DPRD Jawa Barat.

“Saya melihat ini sebagai persoalan kultur dan sistem. Bisa jadi di KPK itu sistemnya lebih baik, sehingga memengaruhi perilaku orang di dalamnya,” ujarnya.

Menurut Rafael, kualitas sistem memiliki pengaruh besar terhadap integritas individu di dalam lembaga penegak hukum.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Benahi Fasilitas Umum Bandung Pasca Ricuh Demo, KDM Turun Langsung

“Ada ungkapan, sehebat apa pun orang, kalau sistemnya buruk, dia akan ikut buruk. Sebaliknya, sebaik apa pun orang, kalau sistemnya korup, dia pasti akan ikut korup,” katanya.

Ia menilai, perbaikan sistem menjadi kunci utama dalam membangun institusi penegak hukum yang bersih dan profesional.

Dalam kesempatan itu, Rafael juga menyinggung Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai contoh lembaga yang dinilai memiliki sistem yang relatif kuat, terutama pada periode awal pembentukannya.

Baca Juga:  DPRD Jabar Dukung Farhan Tolak Usulan Dedi Mulyadi Bongkar Teras Cihampelas

“Menurut saya, di KPK sistemnya memang lebih kuat. Sehingga ketika ada personel dari kepolisian yang ditempatkan di sana, mereka bisa bekerja lebih baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meskipun sempat ada beberapa kasus, namun jumlahnya tidak signifikan jika dibandingkan dengan kompleksitas penegakan hukum secara keseluruhan.

“Saya juga mengapresiasi sistem KPK, terutama pada periode awal hingga periode berikutnya, yang menurut saya cukup baik,” lanjutnya.

Baca Juga:  Chaos Melanda Unisba dan Unpas Bandung: Kampus Berubah Jadi Arena Kepanikan

Rafael menegaskan bahwa secara kapasitas, sumber daya manusia di lembaga penegak hukum sebenarnya sudah memadai.

“Secara kemampuan dan kompetensi, teman-teman di penegak hukum, termasuk kepolisian, sebenarnya sangat baik,” ujarnya.

Namun, ia kembali menekankan bahwa tantangan utama terletak pada pembenahan sistem yang harus dilakukan secara menyeluruh.

“Artinya, persoalannya lebih kepada sistem yang harus diperbaiki,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya hukum DPRD Jawa Barat KPK Indonesia masalah hukum Indonesia penegakan hukum Indonesia Rafael Situmorang reformasi hukum sistem hukum
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rafael Situmorang: Pembangunan Harus Jaga Nilai Budaya Masyarakat

Rafael Situmorang Soroti Kultur hingga Lemahnya Pengawasan dalam Reformasi Kepolisian

Nisa Saleha Resmi Laporkan Oknum Perawat RSHS ke Polda Jabar

Tinjau Banjir Rancaekek dan Tanggul Jebol di Solokanjeruk, Cucun Ahmad Syamsurijal Dorong Kolaborasi Penanganan Bencana

Ilustrasi PNS.

3 ASN Bandung Ketahuan Langgar WFH, Sanksi Berat Menunggu?

Kirim Uang Cepat dan Murah, bank bjb Tawarkan Bonus Menarik

Terpopuler
  • Viral! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Full Durasi No Sensor dari Kebun Sawit ke Dapur
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Terbongkar! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Bukan Cerita Asli
  • Diusir Secara Hukum, Dicintai Secara Nurani: Tragedi Dr. Badjora yang Mengguncang Padangsidimpuan!
  • Geger Video Viral Ibu vs Anak Tiri di Kebun Sawit, Fakta di Baliknya Ternyata Bukan dari Indonesia!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.