Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Devoyage Bogor, salah satu wisata di Bogor yang Instagramble banget.

Bosan dengan Rutinitas? Ini 5 Destinasi Wisata Hits di Bogor yang Wajib Kamu Kunjungi Akhir Pekan Ini!

Kamis, 4 Juni 2026 06:00 WIB

Heboh! Vell TikTok Blunder Viral di X, Link Video 8 Menit Jadi Buruan Warganet

Kamis, 4 Juni 2026 05:00 WIB
Bansos

Resmi Cair! Bansos PKH dan BPNT Tahap II 2026 Masuk Rekening, Ini Daftar Terbarunya

Kamis, 4 Juni 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bosan dengan Rutinitas? Ini 5 Destinasi Wisata Hits di Bogor yang Wajib Kamu Kunjungi Akhir Pekan Ini!
  • Heboh! Vell TikTok Blunder Viral di X, Link Video 8 Menit Jadi Buruan Warganet
  • Resmi Cair! Bansos PKH dan BPNT Tahap II 2026 Masuk Rekening, Ini Daftar Terbarunya
  • Jangan Klik Sembarangan! Link Video Rok Hijau Tosca Diduga Berbahaya
  • Klaim Gratis! Ambil Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 4 Juni 2026 Sebelum Kedaluwarsa
  • Klaim Sekarang! Kode Redeem FF Terbaru 4 Juni 2026: Banjir Reward Gratis Menanti
  • 7 Motor Hilang! Forum RW Cipadung Wetan Tuntut Evaluasi Total Penyelenggara Tau Tau Festival dan Tritan Point
  • Harta Fantastis Lodewyk Pusung: Eks Wakil Kepala BGN yang Kini Tersangka Korupsi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 4 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang: Masalah Penegakan Hukum Bukan Soal Individu, Tapi Sistem

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 17 April 2026 22:06 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menilai bahwa persoalan dalam penegakan hukum di Indonesia tidak semata-mata terletak pada individu, melainkan pada sistem yang membentuk perilaku di dalamnya.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional di Rooftop DPRD Jawa Barat.

“Saya melihat ini sebagai persoalan kultur dan sistem. Bisa jadi di KPK itu sistemnya lebih baik, sehingga memengaruhi perilaku orang di dalamnya,” ujarnya.

Menurut Rafael, kualitas sistem memiliki pengaruh besar terhadap integritas individu di dalam lembaga penegak hukum.

Baca Juga:  DPRD Jabar Soroti Sengketa Lahan SMAN 13 Bandung, Aset Pendidikan Diminta Segera Dibenahi

“Ada ungkapan, sehebat apa pun orang, kalau sistemnya buruk, dia akan ikut buruk. Sebaliknya, sebaik apa pun orang, kalau sistemnya korup, dia pasti akan ikut korup,” katanya.

Ia menilai, perbaikan sistem menjadi kunci utama dalam membangun institusi penegak hukum yang bersih dan profesional.

Dalam kesempatan itu, Rafael juga menyinggung Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai contoh lembaga yang dinilai memiliki sistem yang relatif kuat, terutama pada periode awal pembentukannya.

Baca Juga:  Godok Rekomendasi untuk Mendagri, ASDEPSI Gelar Rapat Kerja Strategis di Bandung

“Menurut saya, di KPK sistemnya memang lebih kuat. Sehingga ketika ada personel dari kepolisian yang ditempatkan di sana, mereka bisa bekerja lebih baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meskipun sempat ada beberapa kasus, namun jumlahnya tidak signifikan jika dibandingkan dengan kompleksitas penegakan hukum secara keseluruhan.

“Saya juga mengapresiasi sistem KPK, terutama pada periode awal hingga periode berikutnya, yang menurut saya cukup baik,” lanjutnya.

Baca Juga:  DPRD Jabar Siapkan Ranperda Perlindungan Keluarga dari Dampak Era Digital dan Isu Sosial

Rafael menegaskan bahwa secara kapasitas, sumber daya manusia di lembaga penegak hukum sebenarnya sudah memadai.

“Secara kemampuan dan kompetensi, teman-teman di penegak hukum, termasuk kepolisian, sebenarnya sangat baik,” ujarnya.

Namun, ia kembali menekankan bahwa tantangan utama terletak pada pembenahan sistem yang harus dilakukan secara menyeluruh.

“Artinya, persoalannya lebih kepada sistem yang harus diperbaiki,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya hukum DPRD Jawa Barat KPK Indonesia masalah hukum Indonesia penegakan hukum Indonesia Rafael Situmorang reformasi hukum sistem hukum
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Resmi Cair! Bansos PKH dan BPNT Tahap II 2026 Masuk Rekening, Ini Daftar Terbarunya

7 Motor Hilang! Forum RW Cipadung Wetan Tuntut Evaluasi Total Penyelenggara Tau Tau Festival dan Tritan Point

Harta Fantastis Lodewyk Pusung: Eks Wakil Kepala BGN yang Kini Tersangka Korupsi

Bikin Mewek! Duduk Rapi di Dalam Bus, Tatapan Orangutan Ini Simpan Tragedi Memilukan

Skandal MBG Terkuak: Dadan Cs Diduga ‘Main Mata’, Raup Keuntungan Miliaran per Hari

Kasus Erwin Disetop, Kejari Bandung: Bisa Kami Buka Kembali Jika Ada Bukti Baru

Terpopuler
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Rok Hijau Tosca Viral Gegerkan TikTok, Link Asli Bikin Penasaran Warganet
  • Nama Vell Mendadak Trending Lagi, Benarkah Ada Video Viral Berdurasi 10 Menit?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.