Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Kumpulan Kode Redeem FF Terbaru 18 Agustus 2026, Segera Klaim Hadiah Gratis Sebelum Kehabisan!

Selasa, 18 Agustus 2026 01:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cek Bansos PKH Tahap 3 2026 Pakai NIK KTP, Segera Cek Nama Anda di Sini

Senin, 17 Agustus 2026 22:28 WIB

PSSI Cabut Larangan Suporter Away, Umuh Muchtar Singgung Persib dan Laga Panas Lawan Persija

Senin, 17 Agustus 2026 22:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kumpulan Kode Redeem FF Terbaru 18 Agustus 2026, Segera Klaim Hadiah Gratis Sebelum Kehabisan!
  • Cek Bansos PKH Tahap 3 2026 Pakai NIK KTP, Segera Cek Nama Anda di Sini
  • PSSI Cabut Larangan Suporter Away, Umuh Muchtar Singgung Persib dan Laga Panas Lawan Persija
  • Nekat Terobos Kobaran Api Sepulang Sekolah, Aksi ‘Superman’ Asal Kalimantan Ini Bikin Dunia Heboh
  • Lagi-Lagi Bikin Polemik! Doa HUT RI Menag Bikin Publik Curiga Ada Maksud Politik?
  • Ekspedisi Gahvara Yava 2026 Sukses Petakan Peta Baru Luweng Ombo Pacitan Sepanjang 8,2 Kilometer
  • Dugaan Match Fixing di Piala AFF 2026: Federasi Laos Soroti Empat Pemain Usai Hancur Lebur di Grup B
  • Bansos Agustus 2026 Cair! Cek PKH dan BPNT Tahap 3, Ini Data KPM Terbaru
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 18 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Diusir Secara Hukum, Dicintai Secara Nurani: Tragedi Dr. Badjora yang Mengguncang Padangsidimpuan!

By Aga GustianaKamis, 16 April 2026 08:55 WIB5 Mins Read
Kisah viral dr Badjora. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pagi itu, Selasa, 14 April 2026, udara di Jalan Kenanga, Kota Padangsidimpuan, terasa lebih berat dari biasanya. Sejak pukul 10.00 WIB, kerumunan orang mulai memadati area di depan sebuah rumah yang telah berdiri puluhan tahun. Namun, mereka hadir bukan untuk berobat atau sekadar menyapa sang pemilik rumah yang legendaris, melainkan untuk menyaksikan sebuah akhir yang menyesakkan dada.

Di ambang pintu rumahnya, berdiri seorang pria sepuh dengan guratan usia yang tak lagi bisa disembunyikan. Ia adalah dr. Badjora M. Siregar. Di usianya yang menginjak 87 tahun, sang dokter, yang separuh hidupnya dihabiskan untuk menyembuhkan orang lain, kini harus menelan pil pahit kehidupan: ia “terusir” dari tempat yang ia harapkan menjadi pelabuhan terakhir di masa senjanya.

Jejak Kebaikan yang Tak Terhapus

Bagi masyarakat Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan, nama dr. Badjora bukan sekadar nama tenaga medis. Ia adalah simbol kedermawanan. Dalam ingatan kolektif warga, Badjora adalah sosok yang tak pernah perhitungan soal biaya pengobatan. Program sunat massal gratis hingga bantuan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu adalah warisan tak benda yang ia tanam selama puluhan tahun.

“Izinkan aku menangis,” tulis seorang warga bernama Rinto di media sosialnya, menggambarkan suasana kebatinan publik saat itu. “Beliau adalah tokoh inspirasi dalam mewujudkan dunia kesehatan dan pendidikan. Ratusan anak berhasil menaikkan taraf hidup keluarganya lewat program pendidikan gratis darinya.”

Solidaritas warga pun membuncah. Di tengah penjagaan ketat aparat Polres Padangsidimpuan, sekelompok massa hadir dengan ikat kepala bertuliskan “Save dr. Bajora”. Isak tangis pecah saat petugas mulai merangsek masuk. Bagi warga, melihat sang dokter keluar rumah dengan langkah gontai menuju sebuah mobil putih bukan sekadar pemandangan eksekusi lahan, melainkan runtuhnya sebuah kehormatan bagi tokoh yang mereka cintai.

Drama 10 Tahun dan Jeratan Hukum

Namun, di balik narasi kemanusiaan yang menyayat hati, tersimpan realita hukum yang dingin dan kaku. Kasus yang menimpa dr. Badjora bukanlah badai yang datang tiba-tiba. Ini adalah muara dari konflik warisan yang telah berlarut-larut selama hampir satu dekade.

Berdasarkan data hukum, perselisihan ini dimulai sejak tahun 2016. Sengketa kepemilikan rumah tersebut telah melewati seluruh tangga peradilan. Mulai dari putusan Pengadilan Agama Padangsidimpuan pada 2017, dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Agama Medan, hingga akhirnya diputus secara final (inkracht) oleh Mahkamah Agung RI pada 18 April 2018.

M. Reza Pahlevi Nasution, SH, kuasa hukum pihak Pemohon, menegaskan bahwa eksekusi ini adalah langkah terakhir setelah berbagai upaya kekeluargaan menemui jalan buntu.

“Tidak ada lagi ruang perdebatan mengenai status kepemilikan. Objek ini tidak dapat dibagi secara natura (fisik), sehingga dilakukan pelelangan oleh negara pada tahun 2022,” ujar Reza.

Fakta hukum yang paling krusial, menurut pihak Pemohon, adalah bahwa pada 21 Maret 2025, dr. Badjora sebenarnya telah mengambil uang hasil lelang bagiannya sebesar Rp886.937.463 di Pengadilan Agama. Secara hukum, pengambilan uang tersebut dianggap sebagai kesadaran dan penerimaan atas hasil putusan.

“Tidak bisa di satu sisi menerima hasil lelang, tetapi di sisi lain menolak menyerahkan objeknya. Sikap demikian bertentangan dengan hukum, moral, dan rasa keadilan bagi pemenang lelang yang sah,” tambah Reza.

Kontradiksi Antara Hukum dan Nurani

Pukul 11.15 WIB, suasana semakin tegang. Dua unit truk colt diesel sudah bersiaga di depan gerbang untuk mengangkut barang-barang milik sang dokter. Debat kusir antara pengacara kedua belah pihak sempat terjadi, mewarnai pengosongan paksa tersebut.

Bagi mereka yang memandang dari kacamata hukum murni, dr. Badjora dianggap “bebal” karena tetap bertahan meski haknya telah dikompensasi secara finansial. Namun, bagi masyarakat yang memandang dari kacamata nurani, uang sebesar Rp886 juta tidak akan pernah bisa mengganti nilai historis dan kenyamanan seorang pria berusia 87 tahun di penghujung hayatnya.

Ada paradoks yang menyakitkan di sini. Seorang dokter yang telah membantu ribuan orang untuk memiliki “masa depan,” kini justru kesulitan memiliki “masa tua” yang tenang di rumahnya sendiri.

Massa berbaju oranye dan warga yang bersimpati hanya bisa menatap nanar saat truk-truk itu mulai mengangkut lemari, kursi, dan kenangan-kenangan dr. Badjora dari dalam rumah. “Air mata di Bumi Dalihan Natolu,” ungkap seorang pendukung, merujuk pada filosofi masyarakat Batak yang seharusnya menjunjung tinggi kekeluargaan dan penghormatan kepada orang tua.

Pelajaran dari Sebuah Kepergian

Eksekusi dengan nomor register 1/Pdt.Eks/2025/PA.Pspk ini akhirnya tuntas dilaksanakan. Jalan Kenanga kembali sepi setelah massa membubarkan diri, namun luka di hati sebagian warga Padangsidimpuan diprediksi akan bertahan lama.

Kisah dr. Badjora adalah pengingat keras bagi kita semua. Bahwa di atas kertas hukum, kebaikan masa lalu terkadang tidak memiliki nilai tawar. Kepastian hukum seringkali harus berjalan di atas perasaan manusiawi yang paling dalam.

Kini, sang dokter dermawan itu harus mencari tempat bernaung yang baru. Meski fisiknya terusir dari dinding-dinding beton yang ia cintai, bagi banyak orang, dr. Badjora telah membangun “rumah” yang jauh lebih megah: sebuah tempat abadi di dalam ingatan dan doa orang-orang yang pernah ia tolong.

Hukum mungkin telah memenangkan pemilik lahan yang baru, namun sejarah di Padangsidimpuan akan selalu mencatat nama dr. Badjora sebagai sosok yang tetap “kaya” di tengah kehilangan, karena ia pergi dengan membawa cinta dari masyarakatnya—sesuatu yang tak bisa dilelang oleh kantor negara mana pun.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dr Badjora Siregar Eksekusi Rumah Dokter Kisah Pilu Dokter Padangsidimpuan Viral Sengketa Warisan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Game Free Fire

Kumpulan Kode Redeem FF Terbaru 18 Agustus 2026, Segera Klaim Hadiah Gratis Sebelum Kehabisan!

uang rupiah

Daftar 10 Kota dengan Gaji Paling Fantastis di Dunia, Ada dari Indonesia?

Kode Redeem FF Hari Ini 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis Spesial HUT RI ke-8

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Buyback Rp2,525 Juta per Gram: Cek Daftar Lengkapnya

Pagi-Pagi ke Bandung? 5 Tempat Sarapan Hits Ini Bisa Jadi Pilihan

Berburu Promo 17 Agustus! Ada Makan Rp81 Ribu hingga Buy 1 Free 1 di Restoran Ini

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Jelang HUT RI ke-81, Warga Cikutra Bikin Terowongan Merah Putih Sepanjang 180 Meter
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.