bukamata.id – Di tengah ketatnya persaingan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026, sebuah kisah inspiratif datang dari Lampung dan menyentuh hati warganet. Seorang pemuda bernama Gilang Ramadhan menjadi sorotan setelah tetap berjualan cireng keliling di hari pertama UTBK, sambil berjuang mengejar impian masuk perguruan tinggi negeri.
Kisahnya viral di media sosial setelah ia membagikan momen perjuangannya melalui akun Instagram @gilaang.ramadhaan pada Selasa (21/4/2026). Perpaduan antara semangat belajar, kerja keras, dan ketulusan membuat kisah Gilang ramai dibicarakan dan mendapat banyak dukungan dari warganet.
Jualan Cireng di Tengah Perjuangan UTBK
Pada hari pelaksanaan UTBK di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Gilang sudah memulai aktivitasnya sejak dini hari. Ia terlihat mempersiapkan dagangan cireng pada pukul 04.32 WIB, sebelum kemudian berangkat menuju lokasi ujian sekitar pukul 05.21 WIB.
Dengan membawa dagangan keliling, ia tetap menjalani dua peran sekaligus: sebagai peserta UTBK dan sebagai pedagang kecil yang berjuang mencari penghasilan.
“Siap-siap OTW ITERA. Sampai ITERA, jujur deg-degan banget karena mau UTBK dan mikir nanti bakal punya teman atau tidak,” tulis Gilang dalam unggahannya.
Meski sempat merasa cemas, kenyataan justru berkata lain. Dagangannya laris, bahkan ia berhasil mendapatkan teman baru yang dianggap suportif dan menyenangkan selama proses ujian berlangsung.
Viral di Media Sosial dan Tuai Dukungan Warganet
Unggahan Gilang dengan cepat menyebar dan menjadi viral di berbagai platform. Banyak warganet mengapresiasi perjuangannya yang tetap berjualan tanpa meninggalkan kewajiban sebagai peserta UTBK.
Komentar dukungan pun membanjiri unggahan tersebut.
“Semangat yaa, kamu keren banget,” tulis akun @dr***
“Ya Allah, semoga Allah ijabah doa-doa baikmu,” tulis akun @apr***
“Definisi orang sukses di masa depan,” tulis akun @cie***
Bagi banyak orang, kisah Gilang bukan sekadar cerita viral, tetapi juga gambaran nyata perjuangan anak muda dari latar belakang sederhana yang tetap gigih mengejar pendidikan.
Tetap Jualan di Hari Kedua UTBK
Tidak berhenti di hari pertama, Gilang kembali menjalankan aktivitas berjualannya pada hari kedua UTBK. Ia kembali berjualan cireng keliling dan bersyukur karena dagangannya tetap ramai pembeli.
“Alhamdulillah jualan hari kedua cukup ramai. Setelah dua tahun gap year akhirnya bisa ikut UTBK seperti orang-orang,” tulisnya.
Meski lelah, Gilang tetap menunjukkan rasa syukur atas setiap proses yang ia jalani, baik dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
Sosok Gilang Ramadhan: Pejuang Pendidikan dari Lampung
Gilang Ramadhan merupakan seorang pemuda asal Lampung yang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan tidak gengsi dalam mencari rezeki. Selain fokus mempersiapkan UTBK, ia juga aktif berjualan cireng keliling untuk membantu kebutuhan sehari-hari.
Di balik kesederhanaannya, Gilang dikenal sebagai pribadi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keluarga. Dalam salah satu unggahannya, ia kerap menunjukkan rasa sayang dan hormat kepada orang tuanya, terutama sang ibu.
“Aku tau mamak pasti capek banget, capek urusin rumah, kerja, dan segalanya. Aku ingin bikin mamak bapak bangga,” tulisnya dalam unggahan penuh emosional.
Tak hanya itu, Gilang juga dikenal sebagai pribadi yang dermawan. Ia beberapa kali membagikan hasil jualannya dalam kegiatan sederhana yang ia sebut sebagai “berbagi cireng Jumat berkah”.
Harapan, Perjuangan, dan Hasil UTBK
Meski hasil UTBK 2026 belum berpihak padanya, Gilang menunjukkan sikap yang dewasa dan penuh syukur. Ia tetap menerima hasil tersebut dengan lapang dada tanpa kehilangan semangat untuk terus berjuang.
“Tahun ini belum bisa pakai almamater kampus impian dulu. Tapi Alhamdulillah masih bisa kerja, masih bisa jualan, dan pulang bawa senyum karena dagangan habis,” ungkapnya.
Bagi Gilang, kegagalan bukan akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses menuju masa depan yang lebih baik.
Inspirasi Generasi Muda
Kisah Gilang Ramadhan menjadi pengingat bahwa perjuangan meraih pendidikan tidak selalu berjalan mudah. Di tengah keterbatasan, kerja keras, dan tantangan hidup, semangat untuk terus maju tetap menjadi kunci utama.
Perpaduan antara kerja keras, ketulusan, dan rasa syukur menjadikan kisah Gilang sebagai inspirasi bagi banyak anak muda Indonesia yang sedang berjuang meraih mimpi mereka.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









