bukamata.id – Pemerintah terus mematangkan proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya sebagai salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di kawasan metropolitan Bandung. Sistem transportasi massal ini dirancang menghubungkan berbagai wilayah di Kota Bandung dan daerah penyangga melalui jaringan rute yang terintegrasi.
Dalam tahap perencanaannya, koridor utama BRT Bandung Raya akan membentang sepanjang 21,7 kilometer dan melintasi sejumlah ruas jalan protokol di Kota Bandung.
BRT Bandung Raya Gunakan Jalur Khusus
BRT Bandung Raya dirancang beroperasi menggunakan jalur khusus agar perjalanan lebih cepat dan efisien.
Pada sejumlah ruas jalan yang memungkinkan, bus akan melintas di jalur eksklusif yang terpisah dari kendaraan pribadi. Sementara di ruas dengan keterbatasan ruang, BRT akan menggunakan lajur campuran yang disesuaikan dengan kondisi jalan.
Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan kecepatan perjalanan sekaligus memberikan kepastian waktu tempuh bagi penumpang.
Dilengkapi Trotoar Ramah Pejalan Kaki dan Sistem ITS
Tak hanya membangun jalur bus, proyek BRT Bandung Raya juga mencakup peningkatan fasilitas pendukung.
Pemerintah merencanakan perbaikan trotoar dalam radius sekitar 300 meter dari setiap halte, sehingga masyarakat dapat mengakses transportasi umum dengan lebih aman dan nyaman.
Selain itu, sistem ini akan didukung Intelligent Transport System (ITS) yang memberikan prioritas lampu lalu lintas bagi bus BRT saat melintasi persimpangan. Teknologi tersebut diharapkan mampu mengurangi waktu perjalanan sekaligus meningkatkan ketepatan jadwal operasional.
Daftar 18 Rute BRT Bandung Raya
Berdasarkan dokumen perencanaan strategis, berikut daftar 18 rute BRT Bandung Raya yang akan menghubungkan berbagai kawasan di wilayah metropolitan:
- BRT 01: Cibiru – Kalapa
- BRT 02: Lembang – Kalapa
- BRT 03: Leuwipanjang – Dipatiukur – Dago (sebagian telah beroperasi sebagai MJT-4)
- BRT 04: Elang – Riau
- BRT 05: Ciroyom – Antapani – Padjadjaran
- BRT 06: Cibaduyut – Leuwipanjang – Dago (sebagian telah beroperasi sebagai MJT-4)
- BRT 07: Padalarang – Alun-alun Bandung (telah beroperasi sebagai MJT-2)
- BRT 08: Cimahi – Cicaheum
- BRT 09: Ledeng – Antapani
- BRT 10: Cicaheum – Kalapa via Binong
- BRT 11: Tegalluar – Stasiun Hall
- BRT 12: Soreang – Terminal Tegalega (beroperasi sebagai MJT-1)
- BRT 13: Jatinangor – Cibeureum
- BRT 14: Majalaya – Baleendah – Leuwipanjang (beroperasi sebagai MJT-6)
- BRT 15: Banjaran – Baleendah – BEC (sebagian telah beroperasi sebagai MJT-3)
- BRT 16: Sarijadi – Antapani
- BRT 17: Cicaheum – Sarijadi
- BRT 18: Jatinangor – Dipatiukur via Tol (sebagian telah beroperasi sebagai MJT-5)
Integrasikan Kota Bandung dan Wilayah Penyangga
Kehadiran 18 rute BRT tersebut diharapkan mampu menghubungkan pusat Kota Bandung dengan berbagai kawasan penyangga, seperti Padalarang, Cimahi, Soreang, Banjaran, Majalaya, Tegalluar, hingga Jatinangor.
Sejumlah koridor bahkan telah mulai beroperasi secara bertahap melalui layanan Metro Jabar Trans (MJT) yang menjadi bagian dari pengembangan sistem transportasi massal di Bandung Raya.
Dengan jaringan yang semakin luas dan terintegrasi, BRT Bandung Raya diharapkan dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum sehingga kemacetan dan emisi kendaraan di kawasan metropolitan Bandung dapat berkurang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










