Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Live Streaming Indonesia vs Myanmar Malam Ini, Garuda Muda Siap Menggebrak AFF U-19!

Senin, 1 Juni 2026 18:48 WIB

Vell TikTok Blunder Viral! Pakar Ungkap Bahaya Link ‘Video Full’ yang Ramai Diburu

Senin, 1 Juni 2026 18:39 WIB

Harga Kedelai Meroket, Wali Kota Bandung Minta Pengusaha Tahu Efisiensi Tanpa Rusak Lingkungan

Senin, 1 Juni 2026 18:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Live Streaming Indonesia vs Myanmar Malam Ini, Garuda Muda Siap Menggebrak AFF U-19!
  • Vell TikTok Blunder Viral! Pakar Ungkap Bahaya Link ‘Video Full’ yang Ramai Diburu
  • Harga Kedelai Meroket, Wali Kota Bandung Minta Pengusaha Tahu Efisiensi Tanpa Rusak Lingkungan
  • Jadwal Super Padat Menanti, Persib Siapkan Skuad Besar untuk Musim 2026/2027
  • Menanti Hasil Kajian Pusat, Pemkot Bandung Siap Terima Manfaat Optimalisasi Bandara Husein
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ Viral di Medsos, Warganet Diimbau Jangan Asal Klik Link Ini
  • Transformasi Terminal Cicaheum: Wali Kota Bandung Pastikan Nasib Pedagang dan Sopir Angkot Terjamin
  • Kabel Udara di Bandung Segera Masuk Tanah, Pemkot Pastikan Internet Tetap Stabil
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 1 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Harga Kedelai Meroket, Wali Kota Bandung Minta Pengusaha Tahu Efisiensi Tanpa Rusak Lingkungan

By Mulki AlbarSenin, 1 Juni 2026 18:28 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lonjakan nilai tukar mata uang asing yang memicu kenaikan harga komoditas impor mulai memukul para pelaku usaha lokal, termasuk industri tahu dan tempe di Kota Bandung.

Menyikapi kekhawatiran para pengusaha yang terancam gulung tikar, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan angkat bicara mengenai langkah taktis yang harus diambil.

Farhan mengakui bahwa ketergantungan terhadap bahan baku impor menjadi tantangan berat yang tidak bisa dihindari saat ini.

“Iya, ini yang sangat saya khawatirkan sebetulnya. Karena gini, ini sekali lagi, ini mah fakta ya. 98% daging sapi dan sebagian paha ayam spesifik, gandum bahan terigu, serta kedelai bahan tahu dan tempe itu semuanya adalah impor 100%,” ucap Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (1/6/2026).

Baca Juga:  Harga Terus Meroket, Wali Kota Bandung Pastikan Stok Beras Murah Tersedia hingga Idul Fitri

Tekankan Efisiensi Produksi

Mengingat harga kedelai dunia yang melonjak akibat faktor eksternal, Farhan menegaskan bahwa jalan keluar utama bagi para pengusaha saat ini adalah melakukan efisiensi produksi.

Namun, Farhan memberikan catatan keras agar efisiensi tersebut tidak dilakukan dengan cara memangkas standar pengelolaan lingkungan. Ia mengingatkan para pengusaha tahu untuk tetap berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat produksi.

Baca Juga:  Waspada Euforia Persib Hingga 23 Mei, Wali Kota Jamin Layanan Darurat Bandung Siaga 24 Jam

“Salah satu bentuk efisiensi produksinya adalah pastikan pembuangan limbahnya tidak mencemari lingkungan. Karena kalau mencemari lingkungan, mau tidak mau kita berikan sanksi. Ketika sanksi itu terjadi, biaya produksi naik,” jelasnya.

“Jadi jangan sampai melanggar pencemaran lingkungan untuk limbah dari tahu, sehingga tetap efisien, ya,” lanjutnya.

Subsidi Transportasi Masih Berjalan

Di sisi lain, Pemkot Bandung memastikan bahwa komponen biaya lainnya akan ditekan semaksimal mungkin guna membantu napas para pengusaha. Salah satunya adalah sektor logistik yang masih mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Baca Juga:  Kelam Akhir Kisah Yana Mulyana, Dipecat Secara Tidak Hormat Kemendagri

Menurut Farhan, biaya pengangkutan saat ini masih disubsidi besar-besaran oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, komponen biaya yang mengalami kenaikan murni hanya berasal dari harga kedelai impor itu sendiri.

Pihaknya berharap dengan menjaga efisiensi di sektor limbah dan memanfaatkan subsidi transportasi, para pengusaha tahu di Kota Bandung dapat bertahan melewati masa-masa sulit ini.

“Yang lainnya kita upayakan efisien. Biaya pengangkutan pemerintah masih mensubsidi banyak dari pemerintah pusat. Jadi yang naik cuma harga kedelainya karena memang impor,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

harga bahan baku naik harga kedelai impor harga kedelai naik industri tahu Bandung kedelai impor Indonesia Muhammad Farhan pengusaha tahu Bandung tahu dan tempe UMKM Bandung Wali Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Menanti Hasil Kajian Pusat, Pemkot Bandung Siap Terima Manfaat Optimalisasi Bandara Husein

Transformasi Terminal Cicaheum: Wali Kota Bandung Pastikan Nasib Pedagang dan Sopir Angkot Terjamin

Kabel Udara di Bandung Segera Masuk Tanah, Pemkot Pastikan Internet Tetap Stabil

Ketika Kampus Elite Harvard Diguncang Ayat Al-Qur’an: Momen Wisuda Paling Magis dan Bersejarah Tahun Ini!

Geger! Seorang Pria Diduga Coba Bunuh Diri di JPO Cibeunying Kidul Bandung

Parkir Liar di Bandung: “Penyakit” Menahun yang Butuh Solusi Modern

Terpopuler
  • Video 3 Menit 21 Detik ‘Rok Hijau Tosca’ Bikin Heboh TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
  • Video Viral Kakak Adik di Dapur Ramai Dicari, Ada Link Asli Full Durasi?
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • TEROR POCONG 2026: Bawa Sajam dan Ketuk Pintu Warga, Ternyata Ini Fakta Mengerikan di Baliknya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.