Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Main Persib Berikutnya: Tantangan Berat Kontra FC Seoul di ACL 2 Tanpa Waktu Istirahat Cukup

Senin, 14 September 2026 07:24 WIB
Game Free Fire

Cek Daftar Kode Redeem FF Hari Ini, 14 September 2026: Buruan Klaim Sebelum Kuota Habis!

Senin, 14 September 2026 06:55 WIB

Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di KBB, 14 Orang Alami Mual hingga Diare

Senin, 14 September 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Main Persib Berikutnya: Tantangan Berat Kontra FC Seoul di ACL 2 Tanpa Waktu Istirahat Cukup
  • Cek Daftar Kode Redeem FF Hari Ini, 14 September 2026: Buruan Klaim Sebelum Kuota Habis!
  • Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di KBB, 14 Orang Alami Mual hingga Diare
  • Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two
  • Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari
  • Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi
  • Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun
  • BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Harga Kedelai Meroket, Wali Kota Bandung Minta Pengusaha Tahu Efisiensi Tanpa Rusak Lingkungan

By Mulki AlbarSenin, 1 Juni 2026 18:28 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Lonjakan nilai tukar mata uang asing yang memicu kenaikan harga komoditas impor mulai memukul para pelaku usaha lokal, termasuk industri tahu dan tempe di Kota Bandung.

Menyikapi kekhawatiran para pengusaha yang terancam gulung tikar, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan angkat bicara mengenai langkah taktis yang harus diambil.

Farhan mengakui bahwa ketergantungan terhadap bahan baku impor menjadi tantangan berat yang tidak bisa dihindari saat ini.

“Iya, ini yang sangat saya khawatirkan sebetulnya. Karena gini, ini sekali lagi, ini mah fakta ya. 98% daging sapi dan sebagian paha ayam spesifik, gandum bahan terigu, serta kedelai bahan tahu dan tempe itu semuanya adalah impor 100%,” ucap Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (1/6/2026).

Baca Juga:  Pimpin Popularitas di Pilwalkot Bandung, Atalia Praratya: Masih Terlalu Dini untuk Memutuskan

Tekankan Efisiensi Produksi

Mengingat harga kedelai dunia yang melonjak akibat faktor eksternal, Farhan menegaskan bahwa jalan keluar utama bagi para pengusaha saat ini adalah melakukan efisiensi produksi.

Namun, Farhan memberikan catatan keras agar efisiensi tersebut tidak dilakukan dengan cara memangkas standar pengelolaan lingkungan. Ia mengingatkan para pengusaha tahu untuk tetap berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat produksi.

Baca Juga:  Pesta Juara Persib Diwarnai Insiden, Frans Putros Jadi Korban Pencopetan saat Pawai

“Salah satu bentuk efisiensi produksinya adalah pastikan pembuangan limbahnya tidak mencemari lingkungan. Karena kalau mencemari lingkungan, mau tidak mau kita berikan sanksi. Ketika sanksi itu terjadi, biaya produksi naik,” jelasnya.

“Jadi jangan sampai melanggar pencemaran lingkungan untuk limbah dari tahu, sehingga tetap efisien, ya,” lanjutnya.

Subsidi Transportasi Masih Berjalan

Di sisi lain, Pemkot Bandung memastikan bahwa komponen biaya lainnya akan ditekan semaksimal mungkin guna membantu napas para pengusaha. Salah satunya adalah sektor logistik yang masih mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Baca Juga:  Kolaborasi Pemkot dan Kejari Bandung Diperkuat demi Pelayanan Publik yang Bersih

Menurut Farhan, biaya pengangkutan saat ini masih disubsidi besar-besaran oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, komponen biaya yang mengalami kenaikan murni hanya berasal dari harga kedelai impor itu sendiri.

Pihaknya berharap dengan menjaga efisiensi di sektor limbah dan memanfaatkan subsidi transportasi, para pengusaha tahu di Kota Bandung dapat bertahan melewati masa-masa sulit ini.

“Yang lainnya kita upayakan efisien. Biaya pengangkutan pemerintah masih mensubsidi banyak dari pemerintah pusat. Jadi yang naik cuma harga kedelainya karena memang impor,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Muhammad Farhan UMKM Bandung Wali Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di KBB, 14 Orang Alami Mual hingga Diare

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun

BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan

Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat

Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.