bukamata.id – Mengawali pekan ini, pergerakan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) di gerai Pegadaian terpantau tidak menunjukkan fluktuasi berarti. Hingga Senin pagi, harga logam mulia ini masih bertahan di titik yang sama dengan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Berdasarkan data terkini dari laman resmi Galeri 24 Pegadaian, harga emas Antam satu gram dibanderol di angka Rp 2.911.000. Angka ini tetap stagnan dibandingkan posisi Minggu (31/5/2026). Senada dengan harga beli, harga buyback atau harga jual kembali bagi investor juga tidak bergerak, yakni tetap di level Rp 2.612.000 per gram.
Daftar Lengkap Harga Emas Antam di Pegadaian (1 Juni 2026)
Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan untuk menambah portofolio investasi emas, berikut adalah rincian harga beli dan harga buyback terkini:
| Berat Emas | Harga Beli (Rp) | Harga Buyback (Rp) |
| 0,5 gram | 1.508.000 | 1.306.000 |
| 1 gram | 2.911.000 | 2.612.000 |
| 2 gram | 5.760.000 | 5.225.000 |
| 3 gram | 8.614.000 | 7.837.000 |
| 5 gram | 14.321.000 | 13.063.000 |
| 10 gram | 28.585.000 | 26.126.000 |
| 25 gram | 71.331.000 | 64.994.000 |
| 50 gram | 142.579.000 | 129.989.000 |
| 100 gram | 285.077.000 | 259.979.000 |
Analisis Pasar Global: Menanti Kepastian Politik dan Inflasi AS
Di sisi lain, pasar komoditas global menunjukkan dinamika yang cukup menarik. Harga emas dunia saat ini bertengger di posisi 4.538,61 dollar AS per ons. Meski sempat mencatatkan penguatan jangka pendek, secara akumulatif emas masih berada di bawah tekanan dengan koreksi bulanan mencapai 0,8 persen.
Terdapat tiga faktor utama yang sedang menjadi sentimen penggerak pasar saat ini:
- Ketidakpastian Geopolitik: Pasar tengah mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran terkait perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Keputusan akhir dari Presiden Donald Trump menjadi variabel kunci yang sangat dinantikan para investor.
- Hantu Inflasi AS: Data terbaru menunjukkan lonjakan inflasi tercepat dalam tiga tahun terakhir pada April 2026. Hal ini memberikan sinyal kuat bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan menahan suku bunga di level tinggi lebih lama untuk meredam laju kenaikan harga.
- Lesunya Permintaan di Asia: Konsumen utama emas dunia, yakni India dan China, tengah menahan diri. Di India, harga yang tinggi serta pajak impor menjadi hambatan, sementara pasar China masih diselimuti sentimen wait and see.
Sebagai catatan tambahan, pergerakan logam mulia lainnya menunjukkan anomali. Harga perak hari ini justru menguat 0,42 persen ke level 75,561 dollar AS per ons. Menariknya, jika ditarik perbandingan secara year-on-year, harga perak telah mencatatkan lonjakan fantastis sebesar 117,55 persen.
Catatan Investor: Perubahan harga emas dapat terjadi sewaktu-waktu tergantung pada dinamika pasar internasional dan kebijakan internal gerai pegadaian. Disarankan untuk selalu memantau laman resmi secara berkala sebelum melakukan transaksi pembelian atau penjualan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









