bukamata.id – Kritik tajam meluncur dari kubu kepelatihan Persib Bandung menyusul padatnya agenda turnamen pramusim tahun ini. Skuad Pangeran Biru dipaksa melakoni rangkaian pertandingan dengan jeda waktu yang sangat sempit, yakni hanya berselang dua hingga tiga hari saja. Situasi ini dinilai tidak ideal bagi kebugaran fisik pemain, mengingat beban kompetisi resmi musim 2026/2027 sudah menanti di depan mata pada September mendatang.
Meski sukses melangkah hingga partai puncak usai menyingkirkan rival abadi Persija Jakarta, padatnya tempo kompetisi membuat skuad asuhan Igor kewalahan. Akumulasi kelelahan fisik mulai terlihat setelah para pemain harus merampungkan empat laga beruntun dalam kurun waktu 11 hari saja.
Sebagai langkah pemulihan, sang juru taktik asal Kroasia tersebut memastikan bakal memberikan waktu istirahat total bagi seluruh anggota tim selepas laga final tanggal 6 Agustus nanti, sebelum kembali fokus menatap duel krusial play-off AFC Champions League Two (ACL 2) kontra klub Filipina, Manila Digger, akhir Agustus ini.
“Setelah turnamen, kami tentu akan memberikan libur 3-4 hari, karena siklus ini sudah selesai. Dan saya berharap para pemain dapat menghabiskan waktu bersama keluarga karena kami berada di klub selama 14 hari berturut-turut,” ucap Igor, Rabu (5/8/2026).
“Lalu, saya berharap kami mendapat istirahat dan kemudian memulai kembali dari awal untuk bersiap menghadapi tanggal 31,” lanjutnya.
Tantangan Pemain Timnas dan Misi Menyelamatkan Poin Liga
Selain masalah kelelahan fisik, persiapan Maung Bandung jelang laga kualifikasi Asia tanggal 31 Agustus mendatang turut dibayangi absennya pilar utama. Sejumlah nama beken seperti Thom Haye, Marc Klok, Eliano Reijnders, Saddil Ramdani, Beckham Putra, Sandy Walsh, hingga Ragnar Oratmangoen saat ini masih harus membela panji Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2026.
Apabila skuad Garuda sukses menembus babak final turnamen Asia Tenggara tersebut, rombongan pemain nasional itu baru bisa bergabung kembali ke klub paling cepat pada 27 Agustus. Kondisi ini membuat jajaran pelatih harus memutar otak lantaran mepetnya waktu adaptasi taktik jelang laga hidup-mati di kancah antarklub Asia.
“Namun, kami akan mendapatkan pemain kami kembali jika mereka bermain di final tanggal 27. Jadi, bersama pemain timnas, kami akan memiliki waktu 3 atau 4 hari untuk bersiap. Jadi, kami akan bersiap seolah-olah harus bermain dengan mereka, dan ketika mereka datang, kami akan mencoba memasukkan seseorang ke dalam tim,” katanya.
Di sisi lain, kemenangan atas Manila Digger bukan sekadar tiket lolos ke fase grup ACL 2 semata. Hasil positif dari laga tersebut juga memegang peranan krusial dalam mendongkrak koefisien poin kompetisi domestik Indonesia di level konfederasi. Tambahan poin ini sangat penting agar wakil Indonesia bisa berlaga langsung di ajang AFC Champions League Elite atau lolos otomatis ke fase grup tanpa harus melalui jalur play-off di musim-musim berikutnya.
“Semoga kami bisa menang melawan Manila, yang mana merupakan pertandingan penting tidak hanya untuk Persib, tetapi juga untuk mengumpulkan poin bagi Liga Indonesia. Jadi, semoga tahun depan kita bisa memiliki wakil di Elite, karena Indonesia layak mendapatkan wakil di Elite, layak mendapat tempat di ACL Two dan Challenge Cup,” tegasnya.
“Mengapa tidak 3 tim? Dan Persib saat ini adalah satu-satunya tim yang dapat memperjuangkan hal ini. Jadi, kami akan mencoba melakukan yang terbaik untuk melangkah ke ACL Two, mengumpulkan poin, dan melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









