bukamata.id – Perayaan pesta juara Persib Bandung yang berlangsung meriah pada Minggu (24/5/2026) lalu kini menyisakan catatan kelam. Alih-alih penuh kegembiraan, agenda victory parade mengelilingi Kota Bandung tersebut justru berujung pada serangkaian insiden yang menimpa para punggawa Maung Bandung.
Kabar mengenai situasi kurang kondusif saat konvoi gelar juara ini bahkan menjadi santapan media mancanegara. Media olahraga asal Malaysia, Stadium Astro, turut menyoroti bagaimana perayaan bersejarah tersebut diwarnai perilaku oknum suporter yang tidak terkendali.
Sorotan Media Malaysia dan Nasib Buruk Pemain
Dalam laporannya, Stadium Astro membeberkan beberapa peristiwa yang menimpa pemain asing Persib. Mereka menyoroti aksi tak terpuji di tengah kerumunan massa yang berdesakan.
“Bek Franc Putros dilaporkan kehilangan ponselnya, sementara beberapa pemain lain mengalami luka di tangan setelah ditarik oleh penggemar yang mencoba mendekati mereka,” tulis Stadium Astro.
Tak hanya itu, media tersebut juga mencatat reaksi di dunia maya yang cukup masif. “Insiden tersebut menarik perhatian banyak netizen, dengan rekan satu tim dan penggemar mengunggah permohonan agar barang-barang yang dicuri segera dikembalikan.”
Kabar terbaru menyebutkan bahwa ponsel milik Franc Putros telah ditemukan kembali meski dalam kondisi layar retak. Di sisi lain, penyerang Andrew Jung nyaris kehilangan kacamata akibat ditarik paksa oleh oknum penggemar. Bahkan, pelatih kepala Bojan Hodak tidak luput dari aksi usil, di mana topinya dicuri dan ia sempat disiram air oleh orang tak dikenal.
Trauma Pemain dan Respons Manajemen
Buntut dari kejadian tersebut, manajemen Persib Bandung mengambil langkah tegas untuk melindungi para pemain. Manajer Persib, Umuh Muchtar, mengakui bahwa insiden itu meninggalkan luka fisik sekaligus trauma psikologis bagi skuad asuhannya.
“Tadi juga tidak sesuai rencana karena pemain tadinya habis makan mau ke sini langsung ke lapangan, tapi pemain kemarin trauma kejadian di Bandung ada yang hilang HP,” kata Umuh dikutip dari detikcom pada Senin (25/5).
Umuh menambahkan bahwa kondisi fisik beberapa pemain juga menjadi perhatian serius. “Ada juga tangan ini ada ke cakar juga banyak luka begini ya sama ibu-ibu atau perempuan sampai berdarah lah ada kena cakaran, jadi mereka ketakutan padahal di sini bisa aman tapi ini dari mereka lah yang baiknya. Setelah makan ini mereka kembali jadi tidak bisa ikut ke sini karena trauma,” sambungnya.
Warisan Sejarah di Balik Insiden
Terlepas dari kekacauan yang terjadi, Stadium Astro tetap mengakui pencapaian luar biasa Persib yang mencetak sejarah baru dalam sepak bola Indonesia.
“Meskipun perayaan tersebut diwarnai beberapa insiden yang tidak diinginkan, kesuksesan Persib Bandung tetap dirayakan secara historis sebagai klub pertama yang memenangkan liga selama tiga musim berturut-turut di era modern, semakin memperkuat dominasi mereka di sepak bola Indonesia.”
Kejadian ini diharapkan menjadi evaluasi penting bagi pihak klub maupun suporter. Perayaan gelar juara semestinya menjadi momen kebanggaan bersama, bukan justru mengancam keselamatan para pahlawan di lapangan hijau.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









