bukamata.id – Aang, suami dari Santi alias Zahra, korban tewas dalam banjir Sungai Cipalabuhan, sempat membuat heboh publik setelah menyatakan bahwa istri dan anaknya selamat dari insiden maut tersebut.
Pernyataannya yang viral di media sosial berbanding terbalik dengan kenyataan, di mana jasad sang istri dan anak ditemukan tertimbun puing rumah kontrakan mereka.
Kapolsek Cikakak, AKP Dudung Masduki, mengungkapkan bahwa Aang tidak berniat berbohong, melainkan karena kesalahpahaman. Berdasarkan keterangannya kepada polisi, Aang mengira istrinya sudah pulang ke kampung halaman di Sirnarasa, Cikakak, bersama anak mereka.
“Menurut keterangannya, Aang mengira istrinya sudah pulang ke Sirnarasa bersama anaknya. Itu komunikasi terakhir yang ia lakukan dengan sang istri,” ujar AKP Dudung pada Sabtu (8/3/2025).
Saat banjir melanda Kampung Gumelar, Palabuhanratu, Aang tetap berjualan di pasar dan tidak mengetahui bahwa istrinya masih berada di rumah kontrakan. Hanya tetangga sekitar yang menyadari keberadaan Santi dan anaknya saat air mulai naik.
Ketika akhirnya mengetahui kenyataan pahit bahwa istri dan anaknya telah meninggal dunia, Aang mengalami shock berat dan kesedihan mendalam.
Jasad Santi (27) dan Nurul (3) akhirnya ditemukan oleh tim SAR dan warga, tertimbun di bawah puing kontrakan mereka. Keduanya dimakamkan berdampingan di Kampung Ciganas, Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, pada Jumat (8/3/2025) malam, setelah salat tarawih.
Kepala Desa Sirnarasa, Okih Suryadi, membenarkan pemakaman tersebut dan menambahkan bahwa setelah prosesi selesai, Aang langsung dijemput oleh pihak kepolisian.
“Saya tidak tahu pasti alasannya, tapi dia langsung dibawa ke Polsek Cikakak. Mungkin untuk dimintai klarifikasi soal pengakuannya yang sempat viral di Facebook,” ujar Okih.
Sebelumnya, dalam video berdurasi 34 detik yang beredar luas, Aang secara terang-terangan menyatakan bahwa istri dan anaknya telah selamat dan berada di Sirnarasa.
“Saya Haji Aang, suami Neng Santi yang di Kampung Gumelar. Kata orang-orang istri dan anak saya terbawa arus, padahal mereka ada di wilayah Cikakak, alhamdulillah selamat. Apa yang diinfokan itu tidak sesuai,” kata Aang dalam video tersebut.
Namun, pernyataan itu terbantahkan setelah tim SAR menemukan jasad Santi dan Nurul di reruntuhan kontrakan. Hal ini memicu kemarahan warga, terutama setelah pengakuan Aang viral di media sosial.
Kini, polisi masih mendalami alasan di balik pernyataan Aang yang keliru, apakah murni kesalahpahaman atau ada faktor lain yang melatarbelakanginya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










