Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Sabtu, 19 September 2026 05:00 WIB

Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini

Sabtu, 19 September 2026 04:00 WIB

Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula

Sabtu, 19 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban
  • Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini
  • Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula
  • Cristiano Ronaldo Kembali Masuk Skuad Timnas Portugal untuk UEFA Nations League
  • Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!
  • Resmi Dirilis! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Tanpa Jay Idzes
  • Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar
  • Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Bandung, Polisi Diminta Segera Bertindak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Misteri Kematian Petani di Sukabumi, Diduga Jadi Korban Peluru Nyasar

By Aga GustianaKamis, 24 April 2025 10:23 WIB2 Mins Read
Ilustrasi peluru nyasar. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Misteri kematian tragis seorang petani bernama Otib (78), warga Kampung Cipancur, Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terkuak. Otib diduga tewas akibat tertembak peluru nyasar yang berasal dari aktivitas perburuan babi hutan di sekitar lokasi pertaniannya.

Peristiwa mengenaskan ini terjadi pada Selasa malam, 22 April 2024, sekitar pukul 23.00 WIB, di area hutan Perhutani Blok 10 Cisujen, Desa Sumberjaya, lokasi di mana Otib biasa bertani bersama istrinya, Eem (60), dan dua kerabatnya, Sakim dan Ibrohim.

Dalam kesaksiannya kepada media pada Rabu (23/4/2025), Eem menceritakan detik-detik sebelum tragedi terjadi.

“Suami saya tidur di saung yang posisinya agak tinggi. Saya baru saja hendak tidur ketika tiba-tiba terdengar suara tembakan. Saya langsung berpikir mungkin ada yang menembak babi,” ungkap Eem dengan suara serak menahan pilu.

Baca Juga:  Libur Berubah Duka! 3 Orang Tewas Terseret Ombak di Pantai Ujung Genteng

Beberapa saat kemudian, Eem mendengar suara rintihan dari luar saung. Saat ia keluar, ia mendapati suaminya sudah tergeletak dan mengaku terkena tembakan. “Saya panik, langsung teriak minta tolong. Saya panggil warga sekitar, juga Sakim dan Ibrohim yang berada di saung lain,” katanya.

Baca Juga:  Ini Dia 4 Kuliner Khas Sukabumi, Ada Resep dari Kebangsaan Belanda

Eem juga mengaku sempat melihat tiga orang datang ke lokasi, namun tidak mengenali mereka karena kondisi dirinya yang diliputi kepanikan. Tak lama, sebuah mobil Jeep datang dan membawa Otib ke jalan beraspal, lalu dipindahkan ke ambulans desa untuk dilarikan ke RSUD Jampangkulon. Sayangnya, nyawa Otib tidak tertolong.

Hasil autopsi dari RSUD R Syamsudin SH menunjukkan luka tembak di bagian punggung Otib yang menembus otot, tulang, hingga rongga dada, memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat tertembak peluru nyasar.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Garut, Terasa hingga Sukabumi dan Cianjur

Kapolsek Tegalbuleud AKP Azhar Sunandar membenarkan kejadian tersebut. “Penanganan kasus ini langsung ditangani oleh Polres. Olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi dilakukan oleh tim dari Polres,” ujarnya singkat.

Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengungkap pelaku penembakan dan memastikan kronologi lengkap insiden yang menewaskan Otib.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

petani Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula

Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar

lampu lalu lintas

Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Bandung, Polisi Diminta Segera Bertindak

Masuk Bursa Survei Nasional, Purbaya Yudhi Sadewa Punya Peluang di Pilgub Jabar 2029?

Kedok Kerja Sama Berujung Kamar Kos: Suami Gerebek Istri Ngamar Bareng Pegawai Pelat Merah di Sukabumi

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.