bukamata.id – Dalam beberapa hari terakhir, jagat maya diramaikan oleh video viral yang dikaitkan dengan sosok bernama Andini Permata. Popularitas video ini membuat banyak warganet berlomba mencari tautan aslinya di berbagai platform media sosial, terutama X (dulu Twitter) dan Telegram.
Namun di balik rasa penasaran publik, bertebaran pula puluhan link palsu yang mengklaim membagikan video asli tersebut. Fenomena ini tidak hanya membingungkan pengguna, tetapi juga membuka celah bagi penyebaran konten berbahaya seperti phishing dan malware.
Isi Video yang Jadi Perbincangan
Video yang ramai dibicarakan memperlihatkan seorang perempuan muda yang tengah berjoget diiringi musik elektronik bertempo cepat khas media sosial. Ia mengenakan berbagai kostum, mulai dari daster, seragam pelayan, hingga kaos loreng, dan menari dengan gaya ekspresif di beberapa adegan.
Yang membuat video ini semakin ramai diperbincangkan adalah kemunculan seorang anak laki-laki di salah satu cuplikan. Bocah yang diduga adik dari perempuan dalam video tersebut memicu beragam spekulasi di kalangan warganet, termasuk kekhawatiran soal keterlibatan anak di bawah umur dalam konten viral tersebut.
Munculnya Link Palsu: Ancaman Serius bagi Keamanan Digital
Lonjakan pencarian terhadap video ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Banyak tautan yang tersebar ternyata berisi konten berbahaya, seperti permintaan login palsu, situs judi, hingga unduhan aplikasi mencurigakan.
Beberapa pengguna bahkan melaporkan pengalaman buruk setelah mencoba membuka link tersebut. Salah satunya adalah akun @Fand****** yang mengungkap bahwa banyak tautan justru mengarahkan ke halaman scam atau meminta akses login melalui akun Google dan Facebook.
“Isinya scam semua. Kadang muncul situs judi, kadang disuruh unduh APK. Untung aku pakai VMware Linux buat ngetes,” tulisnya dalam unggahan yang viral di X.
Para pakar keamanan siber mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan mengklik tautan dari sumber tidak terpercaya. Gunakan layanan pemindai tautan seperti VirusTotal sebelum mengakses link mencurigakan.
Potensi Pelanggaran Hukum: Konten Eksploitasi Anak di Bawah Umur
Viralnya video yang diduga menampilkan anak di bawah umur telah mendapat perhatian aparat penegak hukum. Kepolisian dan lembaga perlindungan anak menegaskan bahwa penyebaran konten yang mengeksploitasi anak bisa berujung pada jeratan hukum yang serius.
Berikut ini beberapa regulasi yang dapat menjerat pelaku:
- UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak: Eksploitasi anak secara seksual atau visual dapat dikenai hukuman penjara hingga seumur hidup.
- UU No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE): Penyebaran konten asusila atau merugikan pihak lain melalui media digital dapat dihukum pidana.
- KUHP: Pasal-pasal tentang pornografi anak memperberat hukuman bagi penyebar dan pembuat konten serupa.
Pakar hukum dan aktivis anak mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berhati-hati dalam mengakses link, tapi juga tidak ikut menyebarluaskan konten semacam ini. Peran aktif publik sangat dibutuhkan untuk melindungi anak-anak dari eksploitasi digital.
Kesimpulan:
Video yang dikaitkan dengan sosok Andini Permata memang tengah viral, namun masyarakat perlu cermat dan kritis. Jangan mudah percaya pada link-link yang beredar, apalagi jika tidak diketahui sumbernya. Ingat, mengakses atau menyebarkan konten yang mengeksploitasi anak bukan hanya melanggar etika, tapi juga hukum.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











