Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Adu Sabar! Aksi Petugas Rekam KTP ODGJ Ini Malah Bak Shooting Film Action

Sabtu, 4 April 2026 16:47 WIB

Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua

Sabtu, 4 April 2026 15:15 WIB

Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!

Sabtu, 4 April 2026 14:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Adu Sabar! Aksi Petugas Rekam KTP ODGJ Ini Malah Bak Shooting Film Action
  • Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua
  • Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!
  • Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?
  • Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!
  • Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat
  • Dompet Persib Terkuras Rp1,1 Miliar! Rekap Sanksi ‘Gila’ AFC di Liga Champions Asia Two
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Belum Genap Setahun, DPRD Nilai Kinerja Pemprov Jabar Masih Terlalu Dini Dievaluasi

By SusanaSenin, 29 Desember 2025 16:29 WIB3 Mins Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan bahwa penilaian kinerja Gubernur Jawa Barat belum bisa dilakukan secara komprehensif. Hal tersebut lantaran masa kepemimpinan gubernur yang masih terbilang singkat dan belum mencapai satu tahun penuh.

Menurut Ono, evaluasi kinerja pemerintah daerah idealnya didasarkan pada indikator makro yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut baru bisa dijadikan tolok ukur objektif setelah satu tahun masa pemerintahan berjalan.

“Kalau sekarang baru sekitar 10 bulan, tentu belum bisa dinilai secara utuh. Kita menunggu rilis data BPS tahun 2025, seperti pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, tingkat pengangguran, hingga prevalensi stunting,” kata Ono saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Barat, Senin (25/12/2025).

Ia menekankan, laporan resmi BPS nantinya akan menjadi dasar utama untuk melihat sejauh mana capaian kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara menyeluruh dan terukur.

Baca Juga:  KDM Ajak UPI Bangkitkan Spirit Bumi Siliwangi untuk Bangun Peradaban Masa Depan

Lebih lanjut, Ono menyampaikan bahwa sejumlah kebijakan daerah memang tidak selalu berdampak langsung pada peningkatan ekonomi. Salah satunya kebijakan penutupan aktivitas pertambangan di beberapa wilayah Jawa Barat yang berimplikasi pada pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Penutupan tambang memang berkonsekuensi pada ekonomi masyarakat, termasuk PHK. Namun pemerintah telah menyiapkan kompensasi sekitar Rp3 juta per bulan sesuai rata-rata pendapatan warga terdampak,” jelasnya.

Selain sektor tambang, kebijakan larangan studi tur juga dinilai memberikan efek pada industri pariwisata. Beberapa pelaku usaha mengeluhkan penurunan kunjungan, terutama di destinasi wisata yang selama ini menjadi tujuan utama siswa dari Jawa Barat.

Baca Juga:  30 Sekolah Rakyat Dibangun di Jabar, Dedi Mulyadi Usul Jam Masuk Pagi

“Sebaliknya, daerah lain seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur justru mengalami peningkatan kunjungan wisata,” ujar Ono.

Di bidang lingkungan, Ono menyoroti kebijakan pengendalian alih fungsi lahan, termasuk penutupan sekitar 11 perusahaan di kawasan Puncak. Meski demikian, ia menyebut masih ada sejumlah perusahaan yang berada dalam proses perizinan sehingga belum masuk dalam kebijakan moratorium pembangunan perumahan.

“Pemerintah menyadari dampak ekonomi dari kebijakan ini, tetapi isu lingkungan tetap menjadi prioritas demi mitigasi bencana dan keberlanjutan pembangunan,” katanya.

Terkait revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Ono menilai perlu adanya kejelasan lebih lanjut mengenai penetapan zona, khususnya zona hijau. Ia menekankan pentingnya penegasan fungsi zona hijau, termasuk kaitannya dengan lahan pertanian berkelanjutan dan aturan alih fungsi.

Baca Juga:  Cara Elegan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Menanggapi Para 'Pencaci'

“Harus jelas peruntukannya, apakah boleh dialihfungsikan, dan untuk kepentingan apa. Ini penting agar tidak menimbulkan tafsir berbeda di lapangan,” ujarnya.

Ono menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menjadikan data BPS sebagai rujukan utama dalam menyusun kebijakan sekaligus mengevaluasi kinerja pemerintahan.

Menutup pernyataannya, ia berharap tahun 2026 menjadi momentum perbaikan dan penguatan kinerja pembangunan Jawa Barat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan media menjadi faktor penting untuk mendorong pembangunan yang lebih optimal.

“Dengan kolaborasi yang solid, pembangunan Jawa Barat ke depan diharapkan bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkas Ono.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

data bps jawa barat 2025 Dedi Mulyadi DPRD Jabar kinerja gubernur jawa barat Ono Surono
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.