bukamata.id – Di sudut Mora Kopi, Jalan Kemuning, Jumat siang itu Anisa Tri Putri Mirandani yang akrab disapa Caca tampak ramah ketika menyapa. Mojang 20 tahun ini tengah menyeimbangkan dua rutinitas yang ia jalani dengan antusias: kuliah dan membuat konten.
“Aku sekarang kuliah dan ngonten,” tuturnya.
Caca adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI). Minatnya pada dunia digital membuatnya banyak menghabiskan waktu menonton dan membuat konten tentang healthy relationship, sebuah tema yang menurutnya relevan bagi banyak anak muda.
Menjejak Bandung, Menemukan Momen “Wah”
Meski lahir di Bandung, Caca sempat besar di Bekasi. Ia kembali ke kota asalnya karena merasa lebih cocok dengan cuacanya yang sejuk dan syahdu.
“Momen paling wah itu waktu aku menetap lagi di Bandung. Rasanya pas,” ujarnya.
Ada momen lain yang jauh lebih berkesan: bertemu dengan pasangannya tiga tahun lalu. Semua terjadi tanpa rencana sebuah pertemuan yang datang begitu saja.
“Aku lagi sendiri, dia juga sendiri. Tiba-tiba dipertemukan. Aku nggak lagi cari pasangan, tapi dia datang dengan kepribadian yang aku suka,” kata Caca.
Ia menggambarkan sosok itu sebagai seseorang yang tenang, dewasa, dan bisa menuntunnya. “Dia juga ganteng. Tipe aku banget,” tambahnya.
Capaian Kecil yang Bermakna
Di tengah kesehariannya sebagai mahasiswi, Caca baru saja mencatat pencapaian baru. Untuk pertama kalinya, ia tampil sebagai model video klip musisi Bandung.
“Lagunya Teman Langkah, dari Affan,” ucapnya dengan bangga.
Selain dunia konten dan akademik, ia kini juga jatuh hati pada olahraga lari. “Panggil aku pelari culture,” selorohnya.
Bandung yang Romantis dan Hal-Hal Kecil yang Menghangatkan
Bagi Caca, Bandung selalu punya sisi romantisnya sendiri. Bukan hanya dari gemerlap kota, tetapi dari hal-hal sederhana yang menenangkan.
“Bandung itu romantis karena banyak café estetik dan suasananya enak,” ungkapnya. Mora Coffee menjadi salah satu tempat favoritnya, terutama ketika ia butuh waktu untuk sekadar duduk diam dan mengatur napas.
Ada dua alasan utama mengapa Caca selalu jatuh cinta lagi pada kota ini. “Pertama, karena aku punya pasangan di Bandung. Kedua, suasananya tenang dan menenangkan,” ujarnya.
Ketika diminta mengibaratkan Bandung sebagai pasangan, Caca hanya tersenyum. “Tipe yang tenang, menghangatkan, syahdu, dan nyaman.”
Bengong-Bengong Cantik: Dari Diam, Muncul Ide
Meski terdengar sederhana, Caca punya kebiasaan yang justru membawanya pada banyak inspirasi: bengong-bengong cantik.
“Sering banget,” katanya. Bagi sebagian orang, bengong mungkin tanda kosong. Tapi bagi Caca, bengong adalah jeda untuk menangkap ide baru. “Aku dapat ide, konsep, inspirasi cuma dari bengong.”
Dan tempat paling sering ia lakukan itu? Mora Coffee. “Matcha cheese-nya enak banget,” katanya sambil tertawa.
Bandung, Dalam Satu Kalimat
Menutup perbincangan, Caca diberi satu pertanyaan sederhana: Bandung itu…?
Ia tak membutuhkan waktu lama untuk menjawab.
“Bandung itu menenangkan dan hangat.”
Sebuah definisi yang mungkin hanya bisa dipahami oleh mereka yang benar-benar mencintai kota ini atau oleh mereka yang sedang jatuh cinta di dalamnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











