bukamata.id – Kondisi terkini jemaah haji asal Jawa Barat, khususnya yang tergabung dalam Kloter 6 JKS (berasal dari Kabupaten Sukabumi), dilaporkan dalam keadaan sehat dan penuh semangat. Hal ini disampaikan oleh H. Lutfi Hermawansyah, petugas haji daerah Jawa Barat, melalui laporan yang diterima.
“Secara umum kondisi jemaah haji Jawa Barat Sukabumi dalam kondisi yang sehat semangat,” ujar H. Lutfi. Meski demikian, ia mengakui ada beberapa jemaah yang mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat cuaca panas di Madinah yang mencapai 38-41 derajat Celsius pada siang hari.
Kegiatan utama jemaah saat ini terpusat di Masjid Nabawi, di mana sebagian besar menargetkan untuk menyelesaikan ibadah sunnah Salat Arbain (salat 40 waktu berturut-turut) yang memerlukan waktu delapan hari penuh. Petugas haji mengimbau jemaah dengan risiko kesehatan tinggi untuk tidak memaksakan diri, terutama saat cuaca terik, mengingat waktu menuju puncak haji masih sekitar satu bulan lagi.
Salah satu ibadah yang sangat dinantikan jemaah adalah kesempatan beribadah di Raudhah, sebuah tempat di Masjid Nabawi yang diyakini mustajab untuk berdoa. Pemerintah Arab Saudi mengatur akses ke Raudhah melalui penjadwalan khusus, baik melalui fasilitas perusahaan layanan haji per kloter maupun secara mandiri melalui aplikasi Nusuk.
Selain beribadah di Masjid Nabawi, jemaah juga berziarah ke makam Rasulullah SAW yang berada di kompleks masjid. Pemerintah Indonesia turut memfasilitasi ziarah ke tempat-tempat bersejarah di luar Masjid Nabawi, seperti Masjid Quba (keutamaannya setara pahala umrah), Jabal Uhud (lokasi Perang Uhud), Masjid Qiblatain, dan Masjid Khandaq.
Dilaporkan pula bahwa sebagian jemaah Kloter 6 JKS mengadakan city tour mandiri untuk mengunjungi percetakan Al-Qur’an, museum, hingga Jabal Magnet.
Terkait kesehatan jemaah, tim kesehatan haji bekerja siaga 24 jam, memberikan pelayanan hingga ke kamar-kamar jemaah, terutama bagi yang kurang sehat. Tim ini terdiri dari dokter, tenaga medis, dan petugas haji daerah dari tim layanan umum. Koordinasi intensif terus dilakukan antara sektor, dokter, dan kloter untuk meminimalisir permasalahan.
Petugas haji Jawa Barat juga meningkatkan koordinasi melalui grup komunikasi untuk berbagi informasi terkini. Sebagai persiapan menuju Makkah, masing-masing kloter mengadakan bimbingan manasik untuk memperkuat pemahaman dan mental jemaah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











