bukamata.id – Kabupaten Cianjur tengah menghadapi situasi darurat kekerasan seksual terhadap anak. Dalam kurun waktu empat bulan terakhir, sebanyak 17 kasus pencabulan dan pemerkosaan tengah ditangani oleh Polres Cianjur.
Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, mengungkapkan bahwa dari total laporan tersebut, 11 merupakan kasus persetubuhan atau pemerkosaan, sementara 6 lainnya adalah kasus pencabulan anak. Yang mengkhawatirkan, sebagian besar pelaku merupakan orang dekat atau kenalan korban.
“Angka ini cukup tinggi untuk periode empat bulan, dan menunjukkan perlunya langkah antisipasi bersama oleh pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Tono, Minggu (20/4/2025), dikutip dari Antara.
Berdasarkan data Polres Cianjur, sepanjang tahun 2024, total 77 kasus kekerasan seksual terhadap anak telah ditangani. Rinciannya: 60 kasus persetubuhan, 15 pencabulan, dan 2 kasus pemerkosaan. Pola yang sama terlihat—pelaku dan korban sering kali saling mengenal.
Salah satu kasus yang paling menghebohkan terjadi di Kecamatan Ciranjang, di mana seorang ayah kandung tega menyetubuhi anaknya yang masih duduk di bangku SMP. Kasus ini memperlihatkan betapa rapuhnya perlindungan anak dalam lingkungan rumah sekalipun.
Untuk membantu para korban, pihak kepolisian telah memberikan pendampingan psikologis guna mengatasi trauma yang mereka alami.
“Kami ingin korban bisa kembali menjalani hidup dengan normal, mewujudkan cita-cita mereka tanpa dibayangi trauma,” ujar Tono.
Aktivis perlindungan perempuan dan anak di Cianjur, Tika Latifah, menyebut situasi ini sebagai kondisi darurat. Ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif dalam upaya pencegahan dengan mendirikan posko laporan kekerasan di tingkat RT/RW.
“Sebagian besar korban masih takut melapor karena stigma dan ancaman dari pelaku. Edukasi publik sangat penting agar korban berani bicara,” tegas Tika.
Menurutnya, pembatasan pergaulan bahkan dengan orang terdekat juga perlu menjadi perhatian. Selain itu, sosialisasi rutin di sekolah, lingkungan, dan keluarga wajib digalakkan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










