Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Destinasi Wisata Pilihan di Sekitar Stasiun Cimahi untuk Liburan Singkat

Rabu, 14 Oktober 2026 01:00 WIB

Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 21:35 WIB

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Selasa, 13 Oktober 2026 20:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Destinasi Wisata Pilihan di Sekitar Stasiun Cimahi untuk Liburan Singkat
  • Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia
  • PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar
  • Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two
  • Dari Sumedang Jadi Diva Dunia! Kisah Rahasia Rossa yang Jarang Orang Tahu!
  • Igor Tolic Soroti Kekuatan Cong Viettel, Persib Siapkan Strategi Khusus
  • Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa
  • Erick Thohir Buka Opsi Baru! Timnas Indonesia Bisa Hadapi Lawan di Luar Jazirah Arab
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 14 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

By Aga GustianaSabtu, 28 Maret 2026 15:49 WIB2 Mins Read
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: Reuters/Carlos Barria)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu perbincangan hangat lewat pernyataan nyelenehnya dalam forum Future Investment Initiative di Miami, Jumat (27/3). Di hadapan para investor, Trump sempat terpeleset lidah dengan menjuluki Selat Hormuz yang strategis sebagai “Selat Trump”.

Momen menggelitik sekaligus kontroversial ini muncul saat sang presiden membahas eskalasi ketegangan antara AS dan Iran yang kini telah memasuki bulan kedua. Sebagaimana dilaporkan CNBC, Trump mulanya sesumbar mengenai kekuatan militer Iran yang diklaimnya telah luluh lantak, sebelum akhirnya mengeluarkan istilah baru tersebut.

“Iran harus membuka Selat Trump – maksud saya, Selat Hormuz,” cetus Trump yang seketika disambut gelak tawa para hadirin, Sabtu (28/3/2026).

Menyadari kekeliruannya, pria yang dikenal dengan retorika blak-blakan ini segera melontarkan permintaan maaf dengan gaya khasnya. Ia berdalih bahwa kesalahan ucap tersebut bukanlah sebuah kegagalan besar dalam komunikasinya selama konflik berlangsung.

Baca Juga:  Link Video Teh Pucuk Viral dan KKN 17 Menit Muncul di Telegram, Fakta atau Sekadar Jebakan Clickbait?

“Maafkan saya. Saya sangat menyesal. Kesalahan yang sangat buruk,” tutur Trump.

Tak berhenti di situ, ia juga menyindir reaksi media yang kerap ia labeli sebagai penyebar berita bohong. “Berita palsu akan mengatakan, ‘Dia tidak sengaja mengatakan’ – Tidak, tidak ada kecelakaan dengan saya, tidak terlalu banyak. Jika ada, kita akan punya berita besar,” tambahnya dengan nada menantang.

Baca Juga:  DEN Ingatkan Indonesia Hadapi Potensi Perubahan Kebijakan Ekonomi Donald Trump

Di balik gurauan tersebut, ketegangan diplomatik sebenarnya masih membara. Trump mengklaim bahwa pihak Teheran sedang mencoba mendekat untuk menegosiasikan perdamaian. Namun, pernyataan ini dibantah keras oleh pihak Iran. Menariknya, laporan New York Post menyebutkan adanya opsi radikal dari Gedung Putih untuk mengambil alih jalur pelayaran tersebut dan mengubah namanya menjadi “Selat Amerika”.

Obsesi Trump terhadap penamaan ulang tempat-tempat ikonik memang bukan rahasia lagi. Sebelumnya, ia sempat mewacanakan perubahan nama Teluk Meksiko hingga memplesetkan nama Kennedy Center menjadi “tiang-tiang Trump Kennedy”.

Baca Juga:  Tragedi di Makassar: Gedung DPRD Dibakar, 3 Orang Meninggal

“Tiang-tiang Trump Kennedy yang baru, ups, maksud saya, Kennedy Center,” tulisnya dalam unggahan Truth Social beberapa waktu lalu.

Bahkan, pada Desember silam, administrasi Gedung Putih secara resmi mengumumkan perubahan nama lembaga seni bergengsi tersebut menjadi Trump-Kennedy Center. Langkah-langkah ini semakin mempertegas gaya kepemimpinan Trump yang sarat dengan personal branding di tengah krisis global.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita terkini Donald Trump
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Kiaracondong Bandung Mulai Ditata, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Perhatian

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.