Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Catat Jadwalnya! Perjalanan Timnas Indonesia di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 Dimulai Pekan Ini

Senin, 21 September 2026 14:20 WIB

Video Penemuan Tengkorak Manusia di Kuningan Viral, Identitas Korban Akhirnya Terungkap

Senin, 21 September 2026 14:03 WIB

Persib Bersiap Kembali ke Asia! Port FC Jadi Lawan Pertama di ASEAN Club Championship

Senin, 21 September 2026 14:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Catat Jadwalnya! Perjalanan Timnas Indonesia di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 Dimulai Pekan Ini
  • Video Penemuan Tengkorak Manusia di Kuningan Viral, Identitas Korban Akhirnya Terungkap
  • Persib Bersiap Kembali ke Asia! Port FC Jadi Lawan Pertama di ASEAN Club Championship
  • Ditempa Perjalanan Ekstrem 17 Hari, Igor Tolic Bangga Perjuangan Habis-habisan Skuad Persib
  • Lagi Diet? Ini 5 Kafe Sehat di Bandung dengan Menu Enak yang Bikin Nagih
  • Lolos dari Maut Kapal Virgo, Faisal Akhirnya Pulang ke Bandung Barat
  • Cuma 2 Tahun Main Teqball, Sumaya Langsung Tembus Final Asian Games 2026
  • Persib Kirim 2 Pemain ke Timnas, 4 Nama Ini Terpental dari Garuda Calling
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 21 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas

By Aga GustianaSenin, 13 April 2026 15:26 WIB2 Mins Read
Kapal Tanker Pertamina tertahan di Selat Hormuz. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dua kapal tanker raksasa milik PT Pertamina International Shipping (PIS) hingga kini masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Situasi keamanan di Selat Hormuz yang kian memanas menjadi faktor utama mengapa kapal-kapal Indonesia tersebut belum mendapatkan lampu hijau untuk berlayar keluar dari jalur vital minyak dunia itu.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan bahwa kondisi di Selat Hormuz saat ini jauh dari kata normal. Menurutnya, wilayah tersebut tengah berada dalam pengawasan ketat akibat situasi sensitif masa perang.

Protokol Ketat di Jalur Konflik

Boroujerdi menegaskan bahwa setiap armada laut yang melintasi wilayah tersebut wajib mematuhi aturan main yang ditetapkan oleh otoritas keamanan Iran. Tidak ada pengecualian, termasuk untuk kapal milik mitra diplomatik seperti Indonesia.

“Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa. Harus melalui beberapa protokol yang ditetapkan oleh pihak keamanan,” tegas Boroujerdi saat ditemui di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu (11/4/2026).

Baca Juga:  Timnas U-20 Gagal Raih Poin Perdana, Indra Sjafri Akui Banyak Kurangnya

Ia menambahkan bahwa proses koordinasi intensif adalah syarat mutlak. Kapal tidak bisa begitu saja melintas tanpa adanya pembicaraan teknis dengan penjaga keamanan di lapangan.

“Pada masa seperti ini tentunya ada beberapa protokol yang harus dilalui, termasuk bernegosiasi dengan pihak keamanan dari Iran,” imbuhnya.

Baca Juga:  24 WNI Asal Jabar Pulang dari Iran, Farhan Siap Ambil Tindakan

Upaya Diplomasi Pertamina dan Kemlu

Di sisi lain, PT Pertamina International Shipping terus bergerak cepat. Dua kapal yang menjadi sorotan, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, kini sedang diupayakan agar bisa segera keluar dari zona merah tersebut melalui jalur diplomasi.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, memastikan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi maraton dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

“Kedua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride & Gamsunoro yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz,” terang Vega dalam pernyataan resminya.

Baca Juga:  Rudal Israel Hantam Kantor Stasiun TV Pemerintah Iran, Siaran Langsung Terputus

Prioritas Keselamatan Awak Kapal

PIS menegaskan bahwa mereka tidak akan mengambil risiko yang membahayakan personel di tengah ketegangan geopolitik ini. Fokus utama saat ini adalah memastikan persiapan teknis matang sebelum kapal diperbolehkan bergerak.

“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” pungkas Vega.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Indonesia masih memantau perkembangan harian di Selat Hormuz untuk memastikan celah aman bagi kapal tanker kebanggaan tanah air tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Iran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Video Penemuan Tengkorak Manusia di Kuningan Viral, Identitas Korban Akhirnya Terungkap

Lolos dari Maut Kapal Virgo, Faisal Akhirnya Pulang ke Bandung Barat

GEKRAFS Resmi Kukuhkan Pengurus Malaysia di KBRI Kuala Lumpur, Perkuat Diplomasi Ekonomi Kreatif Serumpun

Abizar Machmud: Konsumsi Berita Negatif Berlebih Turunkan Imunitas dan Produktivitas Masyarakat!

PARAH! Dari Video Call hingga Main Game di Rapat DPR: Ada Apa dengan Wakil Rakyat Kita?!

118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.