Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kapan BSU 2026 Rp 900 Ribu Cair? Kemnaker Beri Bocoran Tahapan Anggaran di Kemenkeu

Jumat, 6 November 2026 17:44 WIB

Angin Segar Bagi PPPK Fungsional dan Paruh Waktu: Pemerintah Buka Peluang Jalur Seleksi CPNS Mulai 2027

Jumat, 6 November 2026 17:08 WIB
CPNS

Siap-siap! Pendaftaran CPNS 2026 Dibuka November, Cek Syarat dan Berkas yang Wajib Disiapkan

Jumat, 6 November 2026 17:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kapan BSU 2026 Rp 900 Ribu Cair? Kemnaker Beri Bocoran Tahapan Anggaran di Kemenkeu
  • Angin Segar Bagi PPPK Fungsional dan Paruh Waktu: Pemerintah Buka Peluang Jalur Seleksi CPNS Mulai 2027
  • Siap-siap! Pendaftaran CPNS 2026 Dibuka November, Cek Syarat dan Berkas yang Wajib Disiapkan
  • Rekor Dunia! Persib Bandung Jadi Tim Tersibuk, Kalahkan Man City hingga Real Madrid
  • Aksi Begal Todong Pistol di Cangkuang Bandung Viral, Pelaku Utama Ternyata Masih 17 Tahun
  • Resmi! Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS 2026 Mulai November
  • Bukan Orang Sembarangan! Rahasia Gadis Bukittinggi Ini Disegani Para Syekh Besar Universitas Al-Azhar
  • Kontras Performa Persib 2026/2027: Ganas di Kancah Asia, Masih Cari Konsistensi Domestik
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 6 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas

By Aga GustianaSenin, 13 April 2026 15:26 WIB2 Mins Read
Kapal Tanker Pertamina tertahan di Selat Hormuz. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dua kapal tanker raksasa milik PT Pertamina International Shipping (PIS) hingga kini masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Situasi keamanan di Selat Hormuz yang kian memanas menjadi faktor utama mengapa kapal-kapal Indonesia tersebut belum mendapatkan lampu hijau untuk berlayar keluar dari jalur vital minyak dunia itu.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan bahwa kondisi di Selat Hormuz saat ini jauh dari kata normal. Menurutnya, wilayah tersebut tengah berada dalam pengawasan ketat akibat situasi sensitif masa perang.

Protokol Ketat di Jalur Konflik

Boroujerdi menegaskan bahwa setiap armada laut yang melintasi wilayah tersebut wajib mematuhi aturan main yang ditetapkan oleh otoritas keamanan Iran. Tidak ada pengecualian, termasuk untuk kapal milik mitra diplomatik seperti Indonesia.

“Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa. Harus melalui beberapa protokol yang ditetapkan oleh pihak keamanan,” tegas Boroujerdi saat ditemui di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu (11/4/2026).

Baca Juga:  Netanyahu dan Pejabat Israel Berlindung di Bunker Saat Tel Aviv Diserang Iran

Ia menambahkan bahwa proses koordinasi intensif adalah syarat mutlak. Kapal tidak bisa begitu saja melintas tanpa adanya pembicaraan teknis dengan penjaga keamanan di lapangan.

“Pada masa seperti ini tentunya ada beberapa protokol yang harus dilalui, termasuk bernegosiasi dengan pihak keamanan dari Iran,” imbuhnya.

Baca Juga:  Panas! Iran Desak AS Akui Kekalahan, Tolak Klaim Donald Trump

Upaya Diplomasi Pertamina dan Kemlu

Di sisi lain, PT Pertamina International Shipping terus bergerak cepat. Dua kapal yang menjadi sorotan, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, kini sedang diupayakan agar bisa segera keluar dari zona merah tersebut melalui jalur diplomasi.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, memastikan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi maraton dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

“Kedua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride & Gamsunoro yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz,” terang Vega dalam pernyataan resminya.

Baca Juga:  Ketegangan Memuncak: Iran Ancam Serang Pangkalan Militer AS, Inggris, dan Prancis di Timur Tengah

Prioritas Keselamatan Awak Kapal

PIS menegaskan bahwa mereka tidak akan mengambil risiko yang membahayakan personel di tengah ketegangan geopolitik ini. Fokus utama saat ini adalah memastikan persiapan teknis matang sebelum kapal diperbolehkan bergerak.

“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” pungkas Vega.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Indonesia masih memantau perkembangan harian di Selat Hormuz untuk memastikan celah aman bagi kapal tanker kebanggaan tanah air tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Iran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aksi Begal Todong Pistol di Cangkuang Bandung Viral, Pelaku Utama Ternyata Masih 17 Tahun

CPNS

Resmi! Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS 2026 Mulai November

Bukan Orang Sembarangan! Rahasia Gadis Bukittinggi Ini Disegani Para Syekh Besar Universitas Al-Azhar

Batal Jadi Skatepark, Lapangan Teuku Umar Bandung Bakal Disulap Jadi Mini Soccer Rp3,1 Miliar

Pajak

Pajak Digital 9 November 2026: Langganan Streaming hingga Cloud Bisa Kena PPN

Terseret Kasus Proyek Digitalisasi SPBU, Uang Rp2 Miliar Milik Dirut PT KAI Disita KPK

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.