Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Reward Spesial Akhir Bulan!

Minggu, 31 Mei 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Update Kode Redeem Free Fire 31 Mei 2026: Klaim Hadiah Eksklusif Akhir Pekan!

Minggu, 31 Mei 2026 01:00 WIB

Prediksi Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Pertarungan Taktik Luis Enrique dan Arteta

Sabtu, 30 Mei 2026 22:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Reward Spesial Akhir Bulan!
  • Update Kode Redeem Free Fire 31 Mei 2026: Klaim Hadiah Eksklusif Akhir Pekan!
  • Prediksi Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Pertarungan Taktik Luis Enrique dan Arteta
  • Resmi! Liverpool Tunjuk Andoni Iraola sebagai Nakhoda Baru di Anfield
  • Buka Suara soal Sanksi FIFA, Daisuke Sato Bongkar Permintaan Rahasia Manajemen Persib
  • Dulu Dihujat Habis-habisan, Kini Menteri Bahlil Malah Jadi ‘Bolu Ketan’ Netizen! Kok Bisa?
  • Link Video Viral Rok Hijau Banyak Diburu Netizen, Isinya Bikin Penasaran!
  • Blora Babak Belur, Jawa Barat Punya Solusinya? Sentilan Keras untuk Manajemen Infrastruktur Jateng!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 31 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas

By Aga GustianaSenin, 13 April 2026 15:26 WIB2 Mins Read
Kapal Tanker Pertamina tertahan di Selat Hormuz. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dua kapal tanker raksasa milik PT Pertamina International Shipping (PIS) hingga kini masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Situasi keamanan di Selat Hormuz yang kian memanas menjadi faktor utama mengapa kapal-kapal Indonesia tersebut belum mendapatkan lampu hijau untuk berlayar keluar dari jalur vital minyak dunia itu.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan bahwa kondisi di Selat Hormuz saat ini jauh dari kata normal. Menurutnya, wilayah tersebut tengah berada dalam pengawasan ketat akibat situasi sensitif masa perang.

Protokol Ketat di Jalur Konflik

Boroujerdi menegaskan bahwa setiap armada laut yang melintasi wilayah tersebut wajib mematuhi aturan main yang ditetapkan oleh otoritas keamanan Iran. Tidak ada pengecualian, termasuk untuk kapal milik mitra diplomatik seperti Indonesia.

“Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa. Harus melalui beberapa protokol yang ditetapkan oleh pihak keamanan,” tegas Boroujerdi saat ditemui di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu (11/4/2026).

Baca Juga:  Tiga Rumah Sakit Iran Diserang, Ketegangan dengan Israel Semakin Meningkat

Ia menambahkan bahwa proses koordinasi intensif adalah syarat mutlak. Kapal tidak bisa begitu saja melintas tanpa adanya pembicaraan teknis dengan penjaga keamanan di lapangan.

“Pada masa seperti ini tentunya ada beberapa protokol yang harus dilalui, termasuk bernegosiasi dengan pihak keamanan dari Iran,” imbuhnya.

Baca Juga:  Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!

Upaya Diplomasi Pertamina dan Kemlu

Di sisi lain, PT Pertamina International Shipping terus bergerak cepat. Dua kapal yang menjadi sorotan, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, kini sedang diupayakan agar bisa segera keluar dari zona merah tersebut melalui jalur diplomasi.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, memastikan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi maraton dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

“Kedua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride & Gamsunoro yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz,” terang Vega dalam pernyataan resminya.

Baca Juga:  Update Pembajakan Kapal Honour 25: 4 WNI Disandera Perompak Somalia

Prioritas Keselamatan Awak Kapal

PIS menegaskan bahwa mereka tidak akan mengambil risiko yang membahayakan personel di tengah ketegangan geopolitik ini. Fokus utama saat ini adalah memastikan persiapan teknis matang sebelum kapal diperbolehkan bergerak.

“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” pungkas Vega.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Indonesia masih memantau perkembangan harian di Selat Hormuz untuk memastikan celah aman bagi kapal tanker kebanggaan tanah air tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gamsunoro Iran Kapal Tanker Pertamina International Shipping Pertamina Pride selat hormuz
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Blora Babak Belur, Jawa Barat Punya Solusinya? Sentilan Keras untuk Manajemen Infrastruktur Jateng!

Imigrasi Malaysia Lumpuh Total, Ribuan Pelancong Terjebak di Jalur Perbatasan Johor-Singapura

Bansos

Resmi Berjalan! Penyaluran PKH BPNT Mei 2026 Bikin Warga Cek NIK KTP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Resmi! Jadwal PKH 2026 Sudah Terungkap, Ini Cara Cek Lewat HP

Duka Haji 2026! Dua Jamaah Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci

sapi

Sapi Kurban Prabowo Bikin Melongo: Niat Berbagi atau ‘Pencitraan’ Pakai Uang Pajak?

Terpopuler
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
  • Video 3 Menit 21 Detik ‘Rok Hijau Tosca’ Bikin Heboh TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
  • Video Viral Kakak Adik di Dapur Ramai Dicari, Ada Link Asli Full Durasi?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.