Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Diduga Live TikTok Saat Bekerja, ASN Bandung Barat Viral Usai Singgung Fee Proyek

Kamis, 6 Agustus 2026 22:10 WIB

Masa Kelam Berakhir! Mykhailo Mudryk Comeback Bela Chelsea Usai Sanksi Doping Dicabut

Kamis, 6 Agustus 2026 21:13 WIB

Drama Perebutan Tempat Ketiga Piala Presiden 2026: Persija Tundukkan Arema FC 3-1

Kamis, 6 Agustus 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Diduga Live TikTok Saat Bekerja, ASN Bandung Barat Viral Usai Singgung Fee Proyek
  • Masa Kelam Berakhir! Mykhailo Mudryk Comeback Bela Chelsea Usai Sanksi Doping Dicabut
  • Drama Perebutan Tempat Ketiga Piala Presiden 2026: Persija Tundukkan Arema FC 3-1
  • Bidik Trofi Piala Presiden 2026, Ini 11 Pemain Pilihan Igor Tolic Lawan Persebaya
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Link Live Streaming & Cara Nonton Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026
  • Belajar Sendiri Lewat Aplikasi & Turis, Gadis Cilik Penjual Souvenir Ini Punya Pengetahuan Seluas Samudra!
  • Jadwal Lengkap Persib Bandung di Super League 2026/2027: Langsung Hadapi Ujian Berat di Awal Musim
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 6 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas

By Aga GustianaSenin, 13 April 2026 15:26 WIB2 Mins Read
Kapal Tanker Pertamina tertahan di Selat Hormuz. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dua kapal tanker raksasa milik PT Pertamina International Shipping (PIS) hingga kini masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Situasi keamanan di Selat Hormuz yang kian memanas menjadi faktor utama mengapa kapal-kapal Indonesia tersebut belum mendapatkan lampu hijau untuk berlayar keluar dari jalur vital minyak dunia itu.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan bahwa kondisi di Selat Hormuz saat ini jauh dari kata normal. Menurutnya, wilayah tersebut tengah berada dalam pengawasan ketat akibat situasi sensitif masa perang.

Protokol Ketat di Jalur Konflik

Boroujerdi menegaskan bahwa setiap armada laut yang melintasi wilayah tersebut wajib mematuhi aturan main yang ditetapkan oleh otoritas keamanan Iran. Tidak ada pengecualian, termasuk untuk kapal milik mitra diplomatik seperti Indonesia.

“Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa. Harus melalui beberapa protokol yang ditetapkan oleh pihak keamanan,” tegas Boroujerdi saat ditemui di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu (11/4/2026).

Ia menambahkan bahwa proses koordinasi intensif adalah syarat mutlak. Kapal tidak bisa begitu saja melintas tanpa adanya pembicaraan teknis dengan penjaga keamanan di lapangan.

“Pada masa seperti ini tentunya ada beberapa protokol yang harus dilalui, termasuk bernegosiasi dengan pihak keamanan dari Iran,” imbuhnya.

Upaya Diplomasi Pertamina dan Kemlu

Di sisi lain, PT Pertamina International Shipping terus bergerak cepat. Dua kapal yang menjadi sorotan, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, kini sedang diupayakan agar bisa segera keluar dari zona merah tersebut melalui jalur diplomasi.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, memastikan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi maraton dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

“Kedua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride & Gamsunoro yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz,” terang Vega dalam pernyataan resminya.

Prioritas Keselamatan Awak Kapal

PIS menegaskan bahwa mereka tidak akan mengambil risiko yang membahayakan personel di tengah ketegangan geopolitik ini. Fokus utama saat ini adalah memastikan persiapan teknis matang sebelum kapal diperbolehkan bergerak.

“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” pungkas Vega.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Indonesia masih memantau perkembangan harian di Selat Hormuz untuk memastikan celah aman bagi kapal tanker kebanggaan tanah air tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gamsunoro Iran Kapal Tanker Pertamina International Shipping Pertamina Pride selat hormuz
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Diduga Live TikTok Saat Bekerja, ASN Bandung Barat Viral Usai Singgung Fee Proyek

Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis

Polda Jabar Imbau Bobotoh Rayakan Kemenangan Persib dengan Tertib, Hindari Vandalisme dan Provokasi

Polisi Tangkap Pembuat Video AI Manipulasi Presiden Prabowo, Pelaku Ngaku Ingin Kontennya FYP

Marbot Masjid di Purwakarta Tewas Dibacok Tetangga Sendiri Saat Hendak Adzan

SDN 026 Bojongloa Sempat Digembok Ahli Waris, Disdik Bandung Siapkan Relokasi

Terpopuler
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.