Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

HUT Bandung ke-216, Naik Bandros dan TMB Cuma Rp216 Selama 3 Hari! Ini Jadwalnya

Kamis, 24 September 2026 21:53 WIB

Dramatis! Indonesia Tumbangkan China 3-2, Emas Pertama Asian Games 2026 Akhirnya Datang

Kamis, 24 September 2026 21:48 WIB

Tampil Beda di Kancah Asia Tenggara, Ini Filosofi dan Harga Resmi Jersey Anyar Persib

Kamis, 24 September 2026 20:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • HUT Bandung ke-216, Naik Bandros dan TMB Cuma Rp216 Selama 3 Hari! Ini Jadwalnya
  • Dramatis! Indonesia Tumbangkan China 3-2, Emas Pertama Asian Games 2026 Akhirnya Datang
  • Tampil Beda di Kancah Asia Tenggara, Ini Filosofi dan Harga Resmi Jersey Anyar Persib
  • Geger Video Biduan Joget di Teras Masjid Tasikmalaya Pasca Maulid Nabi, Begini Fakta Sebenarnya
  • Kevin Diks hingga Emil Audero, Skuad Mewah Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup
  • 7 Laga Menanti Persib Usai Jeda Internasional, Igor Tolic Soroti Mental Pemain
  • Cek PKH September 2026 Sekarang, Hanya Modal NIK KTP Bisa Tahu Status Bansos
  • Bikin Geram! Mutawif Umrah Nyinyirin Jemaah Lansia, Kena Skakmat Telak Satu Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 24 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ibu di Banjaran Akhiri Hidup Bersama Dua Anaknya, Tinggalkan Surat Wasiat, Begini Isinya

By Aga GustianaJumat, 5 September 2025 13:54 WIB5 Mins Read
surat wasiat
Surat wasiat ibu di Banjaran yang ditemukan meninggal dunia bersama kedua anaknya. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Warga Banjaran, Kabupaten Bandung, digemparkan penemuan tiga jenazah dalam sebuah rumah kontrakan di Kampung Cae, Desa Kiangroke, Jumat (5/9/2025) dini hari. Korban diketahui adalah seorang ibu berinisial EN (34) dan kedua anaknya, AA (9) serta AAP (11 bulan).

Penemuan ini mengungkap fakta memilukan: EN meninggalkan surat wasiat yang berisi curahan hati sebelum ia tewas bersama kedua buah hatinya. Kasatreskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara, membenarkan adanya temuan surat tersebut yang ditempel di dinding ruang tengah rumah kontrakan.

“Selain tiga jenazah, kami menemukan ponsel dan surat tulisan tangan korban. Isinya curahan hati kepada keluarga,” ujar Luthfi, Jumat (5/9/2025).

Surat Wasiat Penuh Kesedihan

Dalam suratnya, EN meminta maaf kepada orang tua, saudara, dan anak-anaknya. Ia mengungkapkan rasa lelah lahir dan batin akibat persoalan utang yang menumpuk serta konflik rumah tangga dengan sang suami.

“Saya sudah lelah lahir batin, saya sudah tidak kuat menjalani hidup seperti ini… saya lelah punya suami yang selalu bohong dan berutang. Saya sangat lelah,” tulis EN.

Kepada kedua anaknya, EN menulis:

“Aa Alif, Dede Arlan, maafkan mamah. Jalannya harus seperti ini, karena mamah sangat sayang. Mamah lebih rela ke neraka daripada melihat Aa dan dede sengsara.”

Surat itu menjadi saksi bisu keputusan tragis seorang ibu yang merasa tak mampu melihat anak-anaknya menderita.

Kronologi Penemuan

Korban pertama kali ditemukan oleh suaminya, YS, sekitar pukul 04.00 WIB. Saat pulang dari kerja, YS mendapati pintu rumah terkunci dari dalam. Setelah mengintip melalui ventilasi, ia melihat istrinya tergantung di kusen pintu kamar.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Jalani Tes DNA 7 Agustus, Penentu Akhir Polemik dengan Lisa Mariana

Warga yang datang membantu kemudian mendobrak pintu dan menemukan kedua anak korban sudah meninggal dengan kondisi leher terjerat tali. Polisi memastikan posisi pintu dan jendela terkunci dari dalam, dan tidak ditemukan luka terbuka pada tubuh ketiganya.

Ketiga jenazah kini dibawa ke RS Sartika Asih Bandung untuk pemeriksaan forensik, sementara penyelidikan kasus masih berlanjut.

Versi Sunda dan Terjemahannya

EN menuliskan suratnya dalam bahasa Sunda, memohon maaf kepada seluruh keluarga dan menjelaskan alasan tragis di balik tindakannya. Berikut cuplikan terjemahannya:

“Saya sudah lelah lahir batin, utang terus menumpuk, dan hidup terus-menerus disakiti. Saya berharap jika saya dan anak-anak sudah meninggal, suami saya akan sadar. Jika tidak, yang penting anak-anak tidak menderita.”

Surat itu menunjukkan rasa kasih sayang seorang ibu yang memilih mengakhiri hidupnya demi menghindari penderitaan anak-anaknya, sekaligus menanggung sendiri konsekuensinya.

Beriku isi lengkap surat wasiat yang ditemukan di lokasi kejadian:

Mamah, bapa, ema, bapa, teteh, aa sadayana hampura abi, hampura abi ngakakukeun kieu.

abi tos cape lahir batin, abi tos teu kuat ngajalani hirup kieu, abi cape hirup ngagugulung hutang nu euweuh beresna, kalah beuki nambahan beuki dieu teh. Bari abi te apal hutang ka saha wae, sabaraha atawa urut naon……

Abi cape boga salaki gede bohong wae teh, euweuh sadarna. Abi cape dinyerihatekeun wae teh, puguh ning ku batur geus dikucilkeun, pada ngomong keun, pada mikangewa bari jeung teu ramasa salah.

Boga salaki kalah hayoh we gede bohong jeung gede hutang, CAPEEEEEEEEEEEEE sugan abi jeung budak geus maot mah aya sadarna, mun henteu sadar ge keun bae nu penting teu nyangsarakeun ka budak abi.

Era karunya ngahesekeun wae lanceuk + kolot teh, abi geus eweuh mah moal ngahesekeun wae.

Hampura abi teu bisa mulang tarima KA kolot jeung lanceuk².

Aa Alif, Dede Arlan, hampura mamahnya. Jalana kudu kieu, bakat ku nyaah mamah teh, daripada ditinggalkeun ku mamah, karunya ka ema…..

Mamah leuwih rido ka naraka daripada ninggal Aa + dede sangsara. da Aa + dede mah can gaduh dosa. keun we mamah nu nanggung dosana ka naraka, teu rido hirup dibawa susah Wae ku mamah teh.

Hampura mamah teu tiasa nyumponan Sagala kabutuhan Aa + dede, hampura mamah teu tiasa ngabahagiakeun Aa + dede. Hampura aa teu jadi tari nya. hampura Mamah. Aa + dede mah Insha Alloh ka surga…

Terjemahan Bahasa Indonesia:

Mamah, bapa, ema, bapa, teteh, dan aa, maafkan saya. Maafkan saya melakukan hal ini.

Saya sudah lelah lahir batin, saya sudah tidak kuat menjalani hidup seperti ini. Saya lelah hidup terus-terusan terlilit utang yang tidak ada habisnya, malah semakin hari semakin bertambah. Padahal, saya tidak tahu utang kepada siapa saja, berapa jumlahnya, atau utang dari mana…

Saya lelah punya suami yang selalu bohong, tidak ada kesadarannya sama sekali. Saya lelah terus-menerus disakiti hatinya, sudah jelas-jelas dikucilkan orang lain, diomongin, dibenci, padahal tidak merasa berbuat salah.

Punya suami malah terus-terusan berbohong dan berutang. SAYA SANGAT LELAH. Saya harap, jika saya dan anak-anak sudah meninggal, dia akan sadar. Jika tidak sadar pun tidak apa-apa, yang penting tidak menyengsarakan anak-anak saya.

Saya malu dan kasihan selalu menyusahkan kakak-kakak dan orang tua. Jika saya sudah tidak ada, saya tidak akan menyusahkan lagi. Maafkan saya tidak bisa membalas budi kepada orang tua dan kakak-kakak.

Kepada: Aa Alif dan Dede Arlan
Aa Alif, Dede Arlan, maafkan mamah. Jalannya harus seperti ini, karena mamah sangat sayang. Daripada ditinggalkan oleh mamah, kasihan pada nenek…

Mamah lebih rela ke neraka daripada melihat Aa dan dede sengsara. Sebab, Aa dan dede belum punya dosa. Biar mamah saja yang menanggung dosanya ke neraka. Mamah tidak rela hidup terus-terusan susah.

Maafkan mamah tidak bisa memenuhi segala kebutuhan Aa dan dede. Maafkan mamah tidak bisa membahagiakan Aa dan dede. Maafkan mamah, Aa tidak jadi menari ya. Maafkan mamah. Aa dan dede, insya Allah kalian akan masuk surga.

Catatan Redaksi:

Baca Juga:  Link Video Teh Pucuk 17 Menit Tanpa Sensor Bikin Geger, Waspada Jebakan Mengintai!

Redaksi menyajikan fakta dengan hati-hati dan menghormati keluarga korban. Jika pembaca merasa tertekan atau punya pikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi layanan konseling dan dukungan psikologis.

Baca Juga:  Suasana Pagi Pasca Kebakaran Kios Kayu di Sukahaji, 18 Unit Hangus Terbakar

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita terkini
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

HUT Bandung ke-216, Naik Bandros dan TMB Cuma Rp216 Selama 3 Hari! Ini Jadwalnya

Geger Video Biduan Joget di Teras Masjid Tasikmalaya Pasca Maulid Nabi, Begini Fakta Sebenarnya

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cek PKH September 2026 Sekarang, Hanya Modal NIK KTP Bisa Tahu Status Bansos

Bikin Geram! Mutawif Umrah Nyinyirin Jemaah Lansia, Kena Skakmat Telak Satu Indonesia

Tanjakan Ekstrem Jembatan Bodogol Kembali Bikin Lalu Lintas Tersendat, Portal Belum Terpasang

Pengakuan Anggota Ombudsman Temukan ‘Klaster Mewah’ Berfasilitas Vila hingga Kulkas Berisi Miras di Lapas Cibinong

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.