bukamata.id – Viral di media sosial, sejumlah siswa SDN Cimerang, Cipatat, harus berangkat lebih pagi agar tidak terlambat ke sekolah, bahkan saat langit masih gelap.
Seperti diketahui, selama bulan Ramadhan, jam kerja ASN dan Non-ASN di lingkungan pemerintahan Kabupaten Bandung Barat mengalami penyesuaian. Hal ini juga berlaku untuk jadwal pembelajaran di sekolah.
Penyesuaian ini berdasarkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/708-BKPSDM/2025 tentang Penyesuaian Jam Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN pada Bulan Ramadan 1446 H/2025 M di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Selain itu, merujuk pada petunjuk teknis No. 400.3.5.1/147-DISDIK/2025 tentang Pembelajaran di Bulan Ramadhan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat menetapkan perubahan jadwal masuk sekolah.
Sebagai akibatnya, kegiatan pembelajaran selama Ramadhan dimulai lebih awal, yakni pukul 06.30 WIB.
Dari video tersebut, diketahui siswa-siswa ini tinggal di Kampung Batununggul RT 03 RW 02, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Untuk tiba di sekolah tepat waktu, mereka harus berangkat lebih pagi dari biasanya.
Menurut laporan warganet, Kang Tedi (@tedi_ramdanicivil48) menjelaskan bahwa jarak dari tempat tinggal mereka ke sekolah sekitar 10 kilometer.
“Ini bukan hal baru. Saya juga dulu mengalami hal serupa, berjalan kaki dari SD sampai SMP sejauh kurang lebih 10 KM,” ujar Kang Tedi.
Ia juga menambahkan bahwa video yang beredar diambil pada hari pertama siswa masuk sekolah di bulan Ramadhan, yaitu Kamis (6/3/2025).
Menanggapi video tersebut, warganet justru meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut, dikutip dari kolom komentar Instagram @infobandungbarat, Senin (10/3/2025).
“Iya kalo dekat mah bagus banget kalo infrastruktur, sarana dan prasarana belum merata itu namanya nyiksa. Pembangunan belum merata aturan dirata rata,” tulis akun @wed***
“Asa sedih liat postingan2 anak2 sd yang semaximal mungkin jam 6.30 sudah d sekolah bapak @dedimulyadigubernurjabar yang kami hormati trmksh atas kebijakan aturan yg bapak terapkan adakah sedikit dikaji oleh bapak anak2 itu jarak dr rumah ada yg memakai kendaran dan ada yg jalan kaki berkilo meter kami masyarakat jangan d jadikan uji coba atas kebijakan para pimpinan#please ieu mah pak,” tulis akun @san***
“Pak gub @dedimulyadi71 mudah mudahan weh atuh tiasa di kaji ulang.. hawatos ka murangkalih anu jiga kieu.. teubih ka sakola teh,” tulis akun @gir***
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











