Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi

Kamis, 2 April 2026 14:20 WIB

Momen Emosional Putros, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026

Kamis, 2 April 2026 14:14 WIB
Ilustrasi gempa

Waspada! BMKG Prediksi Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara Masih Berlanjut Hingga Pekan Depan

Kamis, 2 April 2026 14:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi
  • Momen Emosional Putros, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
  • Waspada! BMKG Prediksi Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara Masih Berlanjut Hingga Pekan Depan
  • Waspada Motivasi Berlipat Kabau Sirah, Bojan Hodak Minta Persib Tak Remehkan Semen Padang
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Dunia Akui Kreativitas Indonesia! Alat Sederhana Ini Jadi Incaran Warga Asing
  • Fakta Mengejutkan KPK! CCTV Ono Surono Jadi Sorotan
  • Cegah Penimbunan, Polisi Intensifkan Patroli SPBU di Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 2 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Wagub Jabar Sindir Sekda, Pakar: Ini Tanda Kepemimpinan KDM Bermasalah

By SusanaKamis, 3 Juli 2025 11:10 WIB2 Mins Read
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Herman Suryatman. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sindiran bernada protes yang disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Herman Suryatman, menjadi sorotan publik dan dinilai sebagai sinyal adanya masalah serius dalam kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.

Direktur Riset Indonesian Political Studies (IPS), Arman, menyampaikan pandangannya kepada media di Jakarta, Kamis (3/7/2025). Ia menegaskan bahwa meskipun saat ini hubungan antara Wagub dan Sekda terlihat membaik, namun insiden tersebut tetap menjadi peringatan penting.

“Meski sekarang sudah berdamai dan berpelukan antara Wagub dan Sekda, ini harus menjadi warning buat Dedi Mulyadi bahwa ada yang tak beres dalam kepemimpinannya,” kata Arman.

Menurut Arman, pernyataan tajam dari Erwan merupakan bentuk puncak kemarahan yang selama ini ditahan. Momen tersebut terjadi saat Erwan menghadiri rapat paripurna DPRD Jabar, Kamis (19/8/2025), mewakili Gubernur dalam pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.

Baca Juga:  Refleksi HUT ke-80 RI, Dedi Mulyadi Tegaskan Kehadiran Nyata Negara untuk Rakyat

Dalam kesempatan itu, Erwan secara terbuka menyebut bahwa dirinya dan Gubernur Dedi Mulyadi belum menjabat saat pelaksanaan APBD 2024.

Sehingga yang paling memahami detailnya adalah Sekda. Namun sayangnya, Herman Suryatman tidak hadir di forum penting tersebut.

Erwan bahkan menyinggung ketidakhadiran Sekda yang dinilai bukan hanya di rapat paripurna, tapi juga sering absen dari kantor.

“Sekda itu seharusnya menjadi komandan ASN dan harus selalu ada di kantor,” tegas Erwan dalam forum tersebut.

Baca Juga:  Viral Bendera One Piece, Sekda Jabar Ingatkan Merah Putih Ditebus dengan Darah!

Arman menilai kondisi ini memperlihatkan bagaimana Wagub Jabar menjadi “korban” dari gaya kepemimpinan KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, yang lebih memberikan porsi peran dan kuasa kepada Sekda dibanding Wakil Gubernur.

“Beberapa tugas Wagub justru diambil alih Sekda. Akibatnya, Wagub merasa tidak diberi tugas dan hanya menggantikan peran Sekda yang justru sering absen. Ini tentu membuat ketidakseimbangan dalam roda pemerintahan,” jelas Arman.

Dia menambahkan, selama ini Sekda justru terlihat lebih sering mendampingi Gubernur untuk kegiatan membuat konten lapangan, bukan menjalankan fungsi administratif sebagai pimpinan ASN.

Baca Juga:  Sekda Herman Ajak Pemda di Cekungan Bandung Lestarikan Sungai Citarum

“Tugas Sekda itu di kantor, bukan ikut bikin konten di lapangan. Sementara Wagub hadir setiap hari di kantor tanpa beban kerja yang seharusnya. Ini semua akibat gaya kepemimpinan KDM yang harus segera dievaluasi,” sambungnya.

Lebih jauh, Arman menyarankan Gubernur Dedi Mulyadi untuk memperbaiki pola komunikasi internal, baik dengan pejabat bawahannya maupun dengan DPRD sebagai mitra kerja pemerintahan.

“Yang tak kalah penting, hentikan kebiasaan membuat konten yang tidak perlu. Memberi bantuan kepada masyarakat kecil itu baik, tapi tak perlu dipamerkan. Lebih baik jika bantuan tersebut dikemas dalam kebijakan yang menyentuh semua warga miskin Jabar,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Erwan Setiawan Herman Suryatman IPS kepemimpinan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi

Ilustrasi gempa

Waspada! BMKG Prediksi Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara Masih Berlanjut Hingga Pekan Depan

Fakta Mengejutkan KPK! CCTV Ono Surono Jadi Sorotan

Cegah Penimbunan, Polisi Intensifkan Patroli SPBU di Bandung

gempa

Gempa 7,6 SR Guncang Bitung-Manado, 1 Orang Tewas

Ilustrasi gempa

Update Gempa Hari Ini: Bitung-Manado Diguncang Magnitudo 7,3, Berpotensi Tsunami

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.