Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan

Jumat, 18 September 2026 15:54 WIB

Kolaborasi Seni dan Digital, Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran “MULASARA” di Bali

Jumat, 18 September 2026 15:44 WIB

Cari Bakso dan Mie Ayam Enak di Bandung? Ini 4 Rekomendasinya

Jumat, 18 September 2026 15:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan
  • Kolaborasi Seni dan Digital, Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran “MULASARA” di Bali
  • Cari Bakso dan Mie Ayam Enak di Bandung? Ini 4 Rekomendasinya
  • Bikin Takjub! Aksi ‘Orator Cilik’ Asal Cilacap Bikin Satu Kelas Terpukau, Bakat Alaminya Luar Biasa
  • WNI 18 Tahun Jadi Penjaga Gudang Sindikat Narkoba di Malaysia, Barang Bukti 25,95 Kg Disita
  • Professor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Belajar Dari Prabowo
  • Persija Jakarta Kena Sanksi Komdis PSSI Usai Lawan Persib, Total Denda Rp130 Juta
  • Wulan Guritno Beri Kejutan di Ultah Ariel NOAH, Momen Pelukan Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Refleksi HUT ke-80 RI, Dedi Mulyadi Tegaskan Kehadiran Nyata Negara untuk Rakyat

By Muhammad Rafki Razif KiransyahMinggu, 17 Agustus 2025 18:00 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Gasibu, Minggu (17/8/2025), menjadi momen refleksi bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Menurutnya, makna kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana negara hadir nyata membebaskan rakyat dari berbagai persoalan hidup.

“Pembebasan negara terhadap berbagai problem yang dialami warga, serta upaya negara menjaga keberlangsungan hidup bangsa, itu yang terpenting,” ujar Dedi Mulyadi usai memimpin upacara HUT RI ke-80 di Gasibu.

Negara Wajib Hadir dalam Isu Lingkungan

Baca Juga:  Ungkap Dana Beasiswa Cuma Cukup 2 Bulan, Rafael Situmorang Sentil Perencanaan Pemprov Jabar

Dedi menegaskan, salah satu problem mendasar yang harus dihadapi adalah kerusakan lingkungan. Ia menilai mustahil membangun masa depan bangsa di tengah kondisi alam yang rusak. Negara, katanya, harus hadir menjaga keutuhan lingkungan sebagai dasar membangun peradaban.

“Tidak mungkin kita bisa membangun masa depan dengan kerusakan. Kita harus membangun masa depan dengan keutuhan,” tegasnya.

Menurut Dedi, perubahan radikal dalam tata ruang sangat diperlukan. Alam harus dikembalikan pada fungsi hakikinya, bukan terus dieksploitasi tanpa kendali.

Fokus Anggaran pada Pendidikan dan Kesehatan

Baca Juga:  Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Selain isu lingkungan, Dedi Mulyadi juga menyoroti tata kelola fiskal. Ia menekankan bahwa anggaran negara harus berpihak pada sektor prioritas rakyat, terutama pendidikan dan kesehatan.

“Karena itu yang paling utama,” ucapnya.

Di Jawa Barat, Pemprov telah menyusun postur anggaran yang konsisten diarahkan pada pembangunan infrastruktur dasar dan layanan publik. Alokasi belanja modal dipastikan fokus pada kebutuhan rakyat.

Sinergi Anggaran Provinsi dan Kabupaten/Kota

Dedi juga mengkritisi penyusunan anggaran di kabupaten/kota yang dinilainya masih belum terintegrasi dengan baik.

Baca Juga:  Bayi Nyaris Tertukar, Dedi Mulyadi Desak Sanksi Tegas untuk Perawat RSHS

Pemprov Jabar kerap melakukan koreksi karena masih banyak alokasi anggaran daerah yang belum menyentuh kebutuhan dasar warga, seperti sekolah, jalan, sarana air bersih, dan listrik.

“Pola penyusunan anggaran harus berbasis sinergi. Anggaran provinsi dan kabupaten/kota harus jelas peruntukannya agar berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Makna Kemerdekaan Harus Nyata

Dedi menutup refleksinya dengan menekankan bahwa kemerdekaan hanya akan bermakna jika negara benar-benar hadir nyata menjaga alam dan menata anggaran demi kesejahteraan rakyat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi HUT RI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan

Kolaborasi Seni dan Digital, Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran “MULASARA” di Bali

peredaran narkoba

WNI 18 Tahun Jadi Penjaga Gudang Sindikat Narkoba di Malaysia, Barang Bukti 25,95 Kg Disita

Kemacetan

Bandung Jadi Lintasan Pocari Sweat Run 2026, Ini Ruas Jalan yang Perlu Dihindari

gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.