Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
gempa

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

Jumat, 18 September 2026 10:34 WIB

Persib Ditunggu Persijap di Jepara, Ini Jadwal Lengkap Pekan Ketiga Super League

Jumat, 18 September 2026 10:06 WIB

Sanksi Berat Menanti Persija Usai Bungkam Persib: Terusir dari Jakarta dan Denda Ratusan Juta!

Jumat, 18 September 2026 09:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm
  • Persib Ditunggu Persijap di Jepara, Ini Jadwal Lengkap Pekan Ketiga Super League
  • Sanksi Berat Menanti Persija Usai Bungkam Persib: Terusir dari Jakarta dan Denda Ratusan Juta!
  • Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati
  • 10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga
  • Statistik Bicara! Teja Paku Alam Pimpin Rating Pemain Persib vs FC Seoul
  • Wajib Coba Saat ke Bandung! Cendol Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1972
  • Shin Tae-yong Buka Suara Jelang Persija vs Java United FC di Bali
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

By SusanaJumat, 18 September 2026 10:34 WIB3 Mins Read
gempa
Ilustrasi gempa. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rentetan gempa bumi di Kabupaten Bandung, khususnya wilayah Kertasari dan Pangalengan, menjadi perhatian dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 42 gempa terjadi di kawasan tersebut sejak Rabu (16/9/2026) hingga Kamis (17/9/2026) pukul 05.30 WIB.

Rangkaian gempa tersebut bukan dipicu oleh Sesar Garsela yang selama ini dikenal sebagai salah satu sumber aktivitas seismik di wilayah Jawa Barat.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Swaidi Ahadi, mengatakan aktivitas gempa di kawasan Kertasari dan Pangalengan berkaitan dengan keberadaan sesar aktif yang hingga kini belum terpetakan.

“Aktivitas gempa yang terjadi berkali-kali di wilayah Kabupaten Bandung hari ini berkaitan dengan keberadaan sesar aktif yang hingga kini belum terpetakan,” kata Swaidi Ahadi.

Aktivitas Gempa Kabupaten Bandung Meningkat

Baca Juga:  Bandung Dilanda Cuaca Ekstrem, BMKG Peringatkan Longsor hingga Akhir Juni

Stasiun Geofisika Kelas I Bandung mencatat peningkatan aktivitas seismik di wilayah Kabupaten Bandung dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data periode 11 Agustus hingga 16 September 2026, tercatat sebanyak 96 kejadian gempa di kawasan tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 10 gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Swaidi menjelaskan, rangkaian gempa yang terjadi di Kertasari dan Pangalengan berbeda dengan gempa besar yang terjadi pada 2024. Sumber aktivitas kali ini juga bukan berasal dari Sesar Garsela.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Ana Octavia Setiowati, turut mengonfirmasi adanya rangkaian aktivitas seismik di wilayah Kabupaten Bandung.

Salah satu gempa tercatat pada Kamis (17/9/2026) pukul 04.59 WIB dengan magnitudo 2,6. Episenter gempa berada di darat pada koordinat 7,22 Lintang Selatan dan 107,60 Bujur Timur atau sekitar 23 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung.

Baca Juga:  Gempa M 4,1 Guncang Bogor, Disertai Dentuman Keras dan Gempa Susulan

Gempa tersebut tergolong dangkal dengan kedalaman sekitar 3 kilometer.

Gempa Kabupaten Bandung Termasuk Fenomena Swarm

Rangkaian gempa yang terjadi berulang dalam satu kawasan dengan magnitudo relatif kecil dan tanpa satu gempa utama yang dominan dikenal sebagai earthquake swarm atau gempa swarm.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menjelaskan bahwa fenomena tersebut menunjukkan adanya dinamika pelepasan energi dan deformasi di dalam kerak bumi.

“Kejadian itu masuk ke fenomena gempa swarm lantaran gempa terjadi berulang di suatu kawasan dengan magnitudo umumnya kecil dan tanpa satu gempa utama yang dominan,” ujar Daryono.

Baca Juga:  Begini Penjelasan BMKG Soal Cuaca di Wilayah Jabar Terasa Lebih Panas

Menurutnya, kemunculan gempa swarm dapat berkaitan dengan proses pergeseran sesar. Selain itu, fenomena tersebut juga dapat berhubungan dengan dinamika lingkungan vulkanik maupun hidrotermal, tergantung kondisi tektonik di wilayah yang mengalami aktivitas.

Meski demikian, Daryono menegaskan bahwa kemunculan gempa swarm tidak secara otomatis berarti akan terjadi gempa besar.

Fenomena tersebut dapat mereda secara bertahap. Karena itu, pola aktivitas gempa perlu dipantau berdasarkan data seismologi secara berkelanjutan dan tidak hanya dilihat dari jumlah kejadian gempa.

“Fenomena gempa swarm tidak selalu berarti aktivitas gempa akan terus membesar. Sebagian dari rangkaian pada fenomena gempa swarm dapat mereda secara bertahap,” katanya.

Daryono menambahkan, pemantauan secara terus-menerus diperlukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas seismik di wilayah Kabupaten Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG gempa Bandung gempa swarm sesar aktif sesar Garsela
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jalan Terakhir Sang Pengantar Kehidupan: Kisah Nyata Aris Sanda yang Mengiris Hati

Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

pembunuhan

Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang

Terbongkar! Kakak Beradik Produksi Uang Palsu hingga Rp1 Miliar di Kabupaten Bandung

Jejak KM Arupadatu I Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Jurnalis di Selat Sunda Resmi Dihentikan

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.