Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB

Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!

Senin, 2 November 2026 12:40 WIB

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Senin, 2 November 2026 12:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
  • Mau Beli atau Jual Emas Hari Ini? Cek Dulu Harga Antam dan Buyback Terbaru
  • Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kertasari dan Pangalengan Diguncang Gempa Berulang, BMKG Jelaskan Fenomena Swarm

By SusanaJumat, 18 September 2026 10:34 WIB3 Mins Read
gempa
Ilustrasi gempa. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rentetan gempa bumi di Kabupaten Bandung, khususnya wilayah Kertasari dan Pangalengan, menjadi perhatian dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 42 gempa terjadi di kawasan tersebut sejak Rabu (16/9/2026) hingga Kamis (17/9/2026) pukul 05.30 WIB.

Rangkaian gempa tersebut bukan dipicu oleh Sesar Garsela yang selama ini dikenal sebagai salah satu sumber aktivitas seismik di wilayah Jawa Barat.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Swaidi Ahadi, mengatakan aktivitas gempa di kawasan Kertasari dan Pangalengan berkaitan dengan keberadaan sesar aktif yang hingga kini belum terpetakan.

“Aktivitas gempa yang terjadi berkali-kali di wilayah Kabupaten Bandung hari ini berkaitan dengan keberadaan sesar aktif yang hingga kini belum terpetakan,” kata Swaidi Ahadi.

Aktivitas Gempa Kabupaten Bandung Meningkat

Baca Juga:  Prediksi BMKG: Potensi Hujan Lebat Selama Sepekan di Sejumlah Daerah, Warga Diminta Waspada

Stasiun Geofisika Kelas I Bandung mencatat peningkatan aktivitas seismik di wilayah Kabupaten Bandung dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data periode 11 Agustus hingga 16 September 2026, tercatat sebanyak 96 kejadian gempa di kawasan tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 10 gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Swaidi menjelaskan, rangkaian gempa yang terjadi di Kertasari dan Pangalengan berbeda dengan gempa besar yang terjadi pada 2024. Sumber aktivitas kali ini juga bukan berasal dari Sesar Garsela.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Ana Octavia Setiowati, turut mengonfirmasi adanya rangkaian aktivitas seismik di wilayah Kabupaten Bandung.

Salah satu gempa tercatat pada Kamis (17/9/2026) pukul 04.59 WIB dengan magnitudo 2,6. Episenter gempa berada di darat pada koordinat 7,22 Lintang Selatan dan 107,60 Bujur Timur atau sekitar 23 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung.

Baca Juga:  Gelombang Tinggi Terjang Selatan Jabar hingga DIY, BMKG Imbau Warga Waspada

Gempa tersebut tergolong dangkal dengan kedalaman sekitar 3 kilometer.

Gempa Kabupaten Bandung Termasuk Fenomena Swarm

Rangkaian gempa yang terjadi berulang dalam satu kawasan dengan magnitudo relatif kecil dan tanpa satu gempa utama yang dominan dikenal sebagai earthquake swarm atau gempa swarm.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menjelaskan bahwa fenomena tersebut menunjukkan adanya dinamika pelepasan energi dan deformasi di dalam kerak bumi.

“Kejadian itu masuk ke fenomena gempa swarm lantaran gempa terjadi berulang di suatu kawasan dengan magnitudo umumnya kecil dan tanpa satu gempa utama yang dominan,” ujar Daryono.

Baca Juga:  Hujan saat Imlek dalam Kepercayaan Tionghoa

Menurutnya, kemunculan gempa swarm dapat berkaitan dengan proses pergeseran sesar. Selain itu, fenomena tersebut juga dapat berhubungan dengan dinamika lingkungan vulkanik maupun hidrotermal, tergantung kondisi tektonik di wilayah yang mengalami aktivitas.

Meski demikian, Daryono menegaskan bahwa kemunculan gempa swarm tidak secara otomatis berarti akan terjadi gempa besar.

Fenomena tersebut dapat mereda secara bertahap. Karena itu, pola aktivitas gempa perlu dipantau berdasarkan data seismologi secara berkelanjutan dan tidak hanya dilihat dari jumlah kejadian gempa.

“Fenomena gempa swarm tidak selalu berarti aktivitas gempa akan terus membesar. Sebagian dari rangkaian pada fenomena gempa swarm dapat mereda secara bertahap,” katanya.

Daryono menambahkan, pemantauan secara terus-menerus diperlukan untuk mengetahui perkembangan aktivitas seismik di wilayah Kabupaten Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG gempa Bandung gempa swarm sesar aktif sesar Garsela
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.