bukamata.id – Ketua Asosiasi Kreator Konten Jawa Barat, Abizar Machmud, memenuhi undangan istimewa untuk menghadiri pameran seni kontemporer bertajuk “MULASARA” yang diinisiasi oleh gerakan kemBALIkeSENI di Bali. Undangan eksklusif ini digagas langsung oleh Victoria Titisari Kosasieputri, Founder kemBALIkeSENI yang juga menyandang gelar Puteri Indonesia Lingkungan 2026, di mana ia dijadwalkan akan segera mewakili Indonesia di kancah internasional pada ajang Miss International 2026 bulan depan.
Pameran yang digelar di situs bersejarah Puri Agung Pemecutan ini tidak hanya sekadar menampilkan karya seni visual, tetapi juga membawa muatan filosofis dan kultural yang mendalam. Secara etimologi, nama “MULASARA” merupakan gabungan dari kata mula yang berarti asal, dan sāra yang berarti inti atau esensi. Pameran ini dirancang sebagai sebuah sudut pandang baru bahwa untuk melangkah maju ke masa depan, masyarakat perlu kembali merenungkan akar dan esensi diri melalui ekspresi seni kontemporer.
“MULASARA lahir dari pertanyaan mendesak mengenai bagaimana tradisi dapat terus hidup berdampingan di tengah pesatnya modernisasi,” ungkap pihak penyelenggara merinci landasan filosofis dari perhelatan seni tersebut.
Pemilihan lokasi di Puri Agung Pemecutan juga memiliki nilai historis yang kuat, karena acara ini dirangkaikan dengan peringatan 120 tahun Puputan Badung. Melalui pameran ini, kawasan puri dihidupkan kembali sebagai ruang publik yang dinamis bagi ekosistem seni dan budaya. Inisiatif besar ini terwujud berkat kolaborasi lintas entitas yang mempertemukan berbagai generasi dan pandangan, melibatkan kemBALIkeSENI, KULTARA (yang turut diwakili oleh Ariz Maulanasyah), RupaBali, serta pihak Puri Agung Pemecutan.
Kehadiran Abizar Machmud selaku Ketua Asosiasi Kreator Konten Jawa Barat dalam acara tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara para penggiat kebudayaan tradisional dan kreator konten di era digital. Di tengah gempuran informasi modern, peran media digital dinilai sangat krusial untuk mendokumentasikan, mengangkat, serta menyebarluaskan nilai-nilai luhur budaya nusantara agar tetap relevan di mata generasi muda.
“Melalui publikasi dan penguatan narasi di media digital, semangat pelestarian tradisi ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas, inklusif, dan lintas generasi,” ujar Abizar saat ditemui di sela-sela kegiatan pameran.
Bagi Victoria Titisari Kosasieputri, perhelatan MULASARA juga menjadi bagian integral dari misi kebudayaan yang diusungnya melalui program Beauties for SDGs. Kegiatan ini mencerminkan komitmen nyata dalam memajukan kebudayaan lokal sekaligus mempersiapkan langkah diplomasi budayanya menjelang keberangkatan ke ajang Miss International 2026.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










