Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kuliner Bandung Terbaik! 5 Tempat Lesehan Nyaman dan Ramah Keluarga

Kamis, 28 Mei 2026 15:11 WIB
Pelatih Persib, Bojan Hodak.

Mundur dari Persib, Bojan Hodak Siapkan Fondasi untuk Era Igor Tolic

Kamis, 28 Mei 2026 15:03 WIB

Positif Ganja Tapi Bebas? Misteri ‘Toilet Ajaib’ Diduga Anak Bupati di Pekanbaru!

Kamis, 28 Mei 2026 14:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kuliner Bandung Terbaik! 5 Tempat Lesehan Nyaman dan Ramah Keluarga
  • Mundur dari Persib, Bojan Hodak Siapkan Fondasi untuk Era Igor Tolic
  • Positif Ganja Tapi Bebas? Misteri ‘Toilet Ajaib’ Diduga Anak Bupati di Pekanbaru!
  • Warga Gedebage Heboh, Mayat Bayi Tersangkut di Sungai Cinambo
  • Loyalitas Tak Sia-sia! Dedi Kusnandar Antar Persib Ukir Sejarah Besar
  • Dolar AS Semakin Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Level Rp 17.858
  • Hati-Hati! Link Video Rok Hijau Viral Disebut Banyak Mengandung Malware
  • Tolak Tawaran Klub Lain, Bojan Hodak Tetap Setia Mengabdi untuk Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 28 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bayi Nyaris Tertukar, Dedi Mulyadi Desak Sanksi Tegas untuk Perawat RSHS

By SusanaJumat, 10 April 2026 15:02 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendesak manajemen Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjatuhkan sanksi tegas terkait kasus bayi yang nyaris tertukar.

Kasus ini mencuat setelah pengakuan seorang ibu bernama Nina Saleha viral di media sosial, yang mengungkap dugaan kelalaian perawat saat proses penyerahan bayi.

Dedi Mulyadi Soroti Dugaan Kelalaian Perawat

Dedi menyebut, dari kronologi yang disampaikan pihak keluarga, terdapat indikasi kesalahan dari tenaga medis yang harus segera ditindaklanjuti.

“Yang penting yang pertama itu adalah tindakan yang ceroboh yang dilakukan oleh perawat. Saya ingin tahu apa tindakan yang sudah diambil oleh manajemen,” ujar Dedi dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Apresiasi Aksi Demo Tertib di Bandung: Mari Jaga Harmoni Jawa Barat

Ia menekankan pentingnya transparansi sanksi agar publik mengetahui langkah konkret yang dilakukan pihak rumah sakit.

Pertanyakan Unsur Kelalaian atau Kesengajaan

Menurut Dedi, perlu ada kejelasan apakah insiden tersebut murni kelalaian atau terdapat unsur lain yang lebih serius.

“Apakah itu kelalaian atau disengaja. Kalau kelalaian, sanksinya apa? Penundaan gaji atau bagaimana?” tegasnya.

Ia menilai, kejelasan ini penting untuk menentukan jenis sanksi yang sesuai serta menjadi pembelajaran bagi sistem pelayanan kesehatan.

Pemprov Jabar Minta Audit Menyeluruh

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta manajemen RSHS untuk mendorong perbaikan layanan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tak Takut Lawan Pelaku Penambang Ilegal

“Kami menyesalkan kejadian ini, namun yang terpenting adalah memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Kewenangan Evaluasi di Kementerian Kesehatan

Herman menjelaskan, evaluasi utama berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mengingat RSHS merupakan rumah sakit milik pemerintah pusat.

Meski demikian, Pemprov Jabar tetap meminta adanya audit internal untuk menelusuri penyebab insiden, termasuk kemungkinan lemahnya SOP atau ketidakpatuhan tenaga medis.

“Harus ditelusuri, apakah SOP yang longgar atau SDM yang tidak taat SOP. Semua harus dicek,” tegasnya.

Perbaikan Layanan Ibu dan Anak Jadi Prioritas

Pemprov Jabar juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan, khususnya pada unit ibu dan anak serta layanan kedaruratan.

Baca Juga:  Modus Dokter PPDS FK Unpad di RSHS Bandung Diduga Perkosa Penunggu Pasien

Menurut Herman, kejadian ini bukan hanya soal layanan kesehatan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pelayanan harus memastikan ibu dalam kondisi sehat dan bayi dalam keadaan aman tanpa kesalahan prosedur.

Jaminan Layanan Kesehatan untuk Semua Warga

Di sisi lain, Pemprov Jawa Barat memastikan seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan, termasuk bagi warga kurang mampu.

Gubernur Jawa Barat telah menginstruksikan seluruh rumah sakit untuk tidak menolak pasien karena kendala administrasi.

“Kalau ada masyarakat yang butuh layanan, apalagi harus dirawat, langsung ditangani. Soal administrasi, Pemprov siap membackup,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bayi tertukar Dedi Mulyadi Herman Suryatman kasus rumah sakit Bandung Kemenkes layanan kesehatan Pemprov Jabar RSHS Bandung SOP Rumah Sakit
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Positif Ganja Tapi Bebas? Misteri ‘Toilet Ajaib’ Diduga Anak Bupati di Pekanbaru!

Warga Gedebage Heboh, Mayat Bayi Tersangkut di Sungai Cinambo

Dolar AS Semakin Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Level Rp 17.858

Dugaan Manipulasi Riset di ISPPD Gegerkan Dunia Akademik, ITB Buka Suara

Tragis! Pria di Bandung Meninggal Usai Terjatuh ke Sumur Sedalam 19 Meter

Skandal Riset Palsu, Peneliti Indonesia Tipu Ilmuwan Dunia Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis?

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Bandung Siap-siap Macet Total! Ini Skema Pengalihan Jalan dan Rute Konvoi Juara Persib
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.