Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Main! Persib Bangkit Usai Dipermalukan Persija, Igor Tolic Ungkap Rahasia Mental Maung Bandung

Rabu, 23 September 2026 14:25 WIB

Jelang HJKB ke-216, Mahasiswa Tagih Progres Pemkot Bandung Tangani Sampah hingga Kemacetan

Rabu, 23 September 2026 14:03 WIB

Bikin Merinding! Bocah 6 Tahun Asal Cirebon Tundukkan Rider 8 Negara di Kejuaraan Dunia

Rabu, 23 September 2026 13:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Main! Persib Bangkit Usai Dipermalukan Persija, Igor Tolic Ungkap Rahasia Mental Maung Bandung
  • Jelang HJKB ke-216, Mahasiswa Tagih Progres Pemkot Bandung Tangani Sampah hingga Kemacetan
  • Bikin Merinding! Bocah 6 Tahun Asal Cirebon Tundukkan Rider 8 Negara di Kejuaraan Dunia
  • Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Turun di 21 Cabor, Esports Mulai Buru Medali
  • Sempat Terkendala Alat Berat, Crossing Drainase Ibrahim Adjie Akhirnya Rampung
  • 10 Pasangan Nikah Gratis di MPP Bandung, Dapat KTP, KK hingga Voucher Hotel
  • Sumber Air Menyusut Drastis hingga Ratusan Lahan Terbakar, Bupati Bandung Keluarkan Instruksi Darurat Hadapi Kemarau
  • Ngeri! Bentrokan Berdarah Diduga Ormas di Sukalarang Sukabumi, Polisi Turun Tangan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 23 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Bikin Merinding! Bocah 6 Tahun Asal Cirebon Tundukkan Rider 8 Negara di Kejuaraan Dunia

By SusanaRabu, 23 September 2026 13:57 WIB5 Mins Read
Kaisar Zaidan Ibrahim, atlet cilik asal Desa Mertapada Wetan, Kabupaten Cirebon juara 1 dunia Pushbike di Thailand. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Usianya baru enam tahun, tetapi keberanian Kaisar Zaidan Ibrahim sudah membawanya menaklukkan lintasan pushbike hingga ke level dunia.

Atlet cilik asal Desa Mertapada Wetan, Kabupaten Cirebon, itu sukses mencatatkan prestasi membanggakan dalam ajang Pandora RSR World Cup 2026 yang berlangsung di Ayutthaya, Thailand, pada 12-13 September 2026.

Kaisar tidak sekadar datang untuk mendapatkan pengalaman internasional. Ia pulang ke Indonesia dengan membawa dua prestasi sekaligus.

Bergabung bersama Tim Papapit Performance Zona Pantura Run Bike Indonesia, Kaisar berhasil menjadi Juara 1 kategori U6-U7 Boys & Girls International World Cup 2026. Pada nomor lainnya, yakni U6-U7 Boys, ia juga mampu finis di posisi ketiga.

Dua pencapaian tersebut menjadi torehan internasional pertama dalam perjalanan Kaisar menekuni olahraga pushbike.

Bagi seorang anak yang baru berusia enam tahun, pencapaian itu menjadi pengalaman besar. Apalagi, lawan yang dihadapi bukan hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga para rider cilik dari berbagai negara Asia.

Di lintasan Thailand, Kaisar harus berhadapan dengan peserta dari India, Chinese Taipei, Singapura, China, Thailand, Malaysia, Vietnam, Kamboja hingga Hong Kong.

Persaingan pun berlangsung ketat. Namun, Kaisar mampu menjaga konsentrasi sejak awal perlombaan hingga melewati garis finis.

Dari Cirebon, Menembus Persaingan Dunia

Keberhasilan Kaisar di Thailand ternyata bukan hasil yang datang secara tiba-tiba.

Selama sekitar satu setengah tahun, putra pasangan Abraham Adi Putra dan Dian Kurniawati tersebut menjalani latihan secara disiplin untuk mengasah kemampuan teknik sekaligus mental bertanding.

Perjuangan itu bahkan membuat keluarga Kaisar harus rutin melakukan perjalanan dari Cirebon menuju Tegal hingga Jakarta.

Dalam satu pekan, perjalanan untuk memenuhi kebutuhan latihan tersebut bisa dilakukan sebanyak empat sampai lima kali.

Rutinitas itu dijalani demi memberikan kesempatan kepada Kaisar untuk mendapatkan program latihan yang lebih berkualitas dan pengalaman bertanding yang semakin banyak.

Hasilnya mulai terlihat. Kaisar perlahan mampu menunjukkan performa konsisten hingga masuk jajaran lima besar atlet pushbike tingkat nasional.

Pencapaian tersebut kemudian membuka jalan bagi Kaisar untuk tampil di ajang internasional di Thailand setelah mendapatkan dukungan sponsor.

Ayah Kaisar, Abraham Adi Putra, mengaku bangga sekaligus takjub melihat perkembangan putranya.

“Selama setahun lebih anak digembleng sampai akhirnya masuk jajaran top five nasional dan berhasil mendapatkan sponsor untuk berangkat ke kejuaraan dunia di Thailand,” tutur Abraham.

Ia mengaku tidak menyangka Kaisar mampu tampil begitu tenang ketika harus menghadapi atmosfer perlombaan internasional.

“Ini kami bangga sekali dan takjub, serta tentu kaget atas raihan dua gelar yang diraih Abang Kaisar di ajang Pandora RSR World Cup 2026 Thailand. Abang tampil impresif dan fokus meraih kemenangan sejak laga dimulai,” ujarnya.

Kaisar Hadapi Rider dari Berbagai Negara

Pelatih Kaisar, Damar Adji, juga memberikan apresiasi terhadap penampilan anak didiknya selama berlaga di Thailand.

Menurut Damar, tantangan yang dihadapi Kaisar tidak ringan. Sejak babak perlombaan hingga laga pamungkas, atlet cilik tersebut harus berhadapan dengan rider yang datang dari berbagai negara dengan kemampuan kompetitif.

“Wah, jujur saya takjub, bangga dan kaget melihat Kaisar saat balapan. Apalagi di laga pamungkas, lawan-lawan yang dihadapi Kaisar bukan main jagonya. Ada dari India, Chinese Taipei, Singapura, China, Thailand, Malaysia, Vietnam, Kamboja dan Hong Kong,” kata Damar.

Menurutnya, keberhasilan Kaisar meraih dua posisi podium menunjukkan bahwa atlet cilik asal Cirebon tersebut mampu bersaing dalam kompetisi internasional.

“Jadi otomatis Kaisar mendapatkan lawan tangguh dan berhasil menjadi juara serta mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” ujarnya.

Damar berharap prestasi di Thailand tidak membuat Kaisar cepat puas. Sebaliknya, pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal untuk terus meningkatkan kemampuan.

Ia juga berharap Kaisar dapat konsisten mengikuti berbagai kejuaraan pushbike, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pulang Membawa Gelar Internasional Pertama

Sesampainya di Tanah Air, kebahagiaan terlihat dari wajah Kaisar. Prestasi yang diraihnya di Thailand menjadi pengalaman internasional pertama sekaligus salah satu pencapaian penting dalam perjalanan olahraga yang baru dimulainya.

Dengan polos, Kaisar mengungkapkan rasa senangnya karena berhasil membawa pulang gelar dari Thailand.

“Ya, aku senang bisa juara dunia. Makasih buat Papa, Mama, pelatih, tim dan semuanya. Ini gelar pertama internasional bagi saya. Makasih semua atas dukungannya,” ujar Kaisar kepada sejumlah awak media, Senin (21/9/2026).

Ucapan sederhana tersebut menggambarkan betapa besar arti dukungan orang-orang di sekelilingnya bagi perjalanan Kaisar.

Di balik satu kemenangan di lintasan, ada orang tua yang rutin mengantarnya berlatih, pelatih yang membentuk teknik dan mentalnya, tim yang mendampingi, serta sponsor yang membuka kesempatan untuk tampil di level internasional.

Pushbike Bukan Sekadar Mengejar Medali

Bagi keluarga Kaisar, pushbike juga bukan sekadar olahraga untuk mengejar gelar juara.

Olahraga sepeda tanpa pedal tersebut dinilai memiliki manfaat bagi tumbuh kembang anak. Aktivitas di lintasan dapat membantu melatih keseimbangan, kemampuan motorik, keberanian, konsentrasi, hingga kepercayaan diri.

Pushbike juga menjadi salah satu alternatif aktivitas anak di tengah tingginya ketergantungan terhadap gawai digital.

Karena itu, keluarga Kaisar berharap olahraga pushbike semakin dikenal dan berkembang di Cirebon serta kawasan Pantura.

Mereka juga berharap perhatian terhadap pembinaan atlet usia dini dapat terus ditingkatkan, termasuk melalui dukungan pemerintah daerah dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), terutama dalam penyediaan fasilitas latihan dan pembinaan bibit-bibit muda.

Dari Sepeda Kecil, Muncul Mimpi Besar

Dua podium yang diraih Kaisar di Thailand menjadi catatan penting dalam perjalanan atlet cilik tersebut.

Medali juara pertama dan peringkat ketiga dari Pandora RSR World Cup 2026 bukan hanya menjadi koleksi penghargaan pertamanya di level internasional, tetapi juga menjadi bukti bahwa atlet usia dini dari daerah mampu tampil di tengah persaingan global.

Perjalanan Kaisar masih panjang. Usianya baru enam tahun dan masih banyak kejuaraan yang akan dihadapi.

Namun, dari lintasan kecil pushbike di usia dini, Kaisar Zaidan Ibrahim telah menunjukkan satu hal: mimpi untuk membawa nama Indonesia ke panggung dunia tidak harus menunggu dewasa.

Dengan latihan, disiplin, keberanian dan dukungan keluarga, bocah asal Mertapada Wetan, Cirebon, itu kini telah memiliki pengalaman internasional yang akan menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya sebagai atlet.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

atlet cilik Cirebon bocah Cirebon juara dunia pushbike Kaisar Zaidan Ibrahim
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Turun di 21 Cabor, Esports Mulai Buru Medali

Bikin Geger, Dirtek Java United Diduga Lontarkan Umpatan Rasis ke Shin Tae-yong

Putri KW Menang Dramatis 3 Gim, Indonesia Tinggal Selangkah Lagi ke Semifinal Asian Games 2026

Reuni Emosional, Kevin Ray Mendoza dan Daisuke Sato Kembali ke Bandung

Indonesia Tambah 2 Medali di Asian Games 2026, Posisi di Klasemen Mulai Berubah

Pemain Timnas Indonesia usai mencetak gol ke gawang Arab Saudi.

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: SUGBK Jadi Saksi Perjuangan Garuda di Grup A

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.