bukamata.id – Sri Nurhaida Pratiwi, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Cililin, Kabupaten Bandung Barat, dikabarkan sudah ditemukan. Sebelumnya ia diduga disekap di Uni Emirat Arab (UEA).
Kabar itu datang dari Kepala UPTD Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) PMI Disnakertrans Jawa Barat, Yanu Krisdiyan. “Infonya demikian (sudah ditemukan),” katanya pada Sabtu (7/11/2026).
Diduga Terkait TPPO, Keluarga Lapor ke Polda Jabar
Menurut Yanu, keluarga Sri sudah melapor ke Polda Jabar dan kini sedang dimintai keterangan. Kasus ini diduga berkaitan dengan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Sudah dibuatkan laporan ke Polda Jabar dan proses BAP untuk kesaksian karena diduga terjadi TPPO,” ujarnya.
Rencananya, Sri dipulangkan ke Indonesia begitu proses berita acara pemeriksaan (BAP) rampung. “Segera dipulangkan setelah proses BAP selesai,” kata Yanu.
Kondisi terkini Sri belum dijelaskan secara rinci.
Sempat Mengaku Disekap Saat Video Call
Menurut informasi terakhir, Sri terlacak berada di Ajman, UEA. Kontak terakhirnya dengan keluarga adalah video call WhatsApp pada Senin (12/10/2026).
Dalam panggilan itu, Sri tampak berada di ruangan tertutup bersama seseorang yang belum diketahui identitasnya. Ia mengaku sedang disekap.
Tak lama kemudian, keluarga menerima pesan suara dari nomor tak dikenal. Isinya menyebut Sri dalam keadaan baik. Kebenaran pesan itu belum bisa dipastikan.
Tak Tercatat di SISKOP2MI
Sri diduga berangkat ke UEA lewat jalur nonprosedural. Namanya tidak muncul dalam data penempatan ke UEA saat ditelusuri di laman SISKOP2MI.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










